10 Resep Sukses Bangsa Jepang

musashi.jpgSetelah Hiroshima dan Nagasaki luluh lantak terkena bom atom sekutu (Amerika), Jepang pelan tapi pasti berhasil bangkit. Mau tidak mau harus diakui saat ini Jepang bersama China dan Korea Selatan sudah menjelma menjadi macan Asia dalam bidang teknologi dan ekonomi. Alhamdulillah saya mendapat kesempatan 10 tahun tinggal di Jepang untuk menempuh studi saya. Dalam artikel sebelumnya saya mencoba memotret Jepang dari satu sisi. Kali ini, saya mencoba merumuskan 10 resep yang membuat bangsa Jepang bisa sukses seperti sekarang. Tentu rumusan ini di beberapa sisi agak subyektif, hanya dari pengalaman hidup, studi, bisnis dan bergaul dengan orang Jepang di sekitar perfecture Saitama, Tokyo, Chiba, Yokohama. Intinya kita mencoba belajar sisi Jepang yang baik yang bisa diambil untuk membangun republik ini. Kalau ditanya apakah semua sisi bangsa Jepang selalu baik, tentu jawabannya tidak. Banyak juga budaya negatif yang tidak harus kita contoh ;)

1. KERJA KERAS

Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan. Di kampus, professor juga biasa pulang malam (tepatnya pagi ;) ), membuat mahasiswa nggak enak pulang duluan. Fenomena Karoshi (mati karena kerja keras) mungkin hanya ada di Jepang. Sebagian besar literatur menyebutkan bahwa dengan kerja keras inilah sebenarnya kebangkitan dan kemakmuran Jepang bisa tercapai.

2. MALU

Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Bagaimana mereka secara otomatis langsung membentuk antrian dalam setiap keadaan yang membutuhkan, pembelian ticket kereta, masuk ke stadion untuk nonton sepak bola, di halte bus, bahkan untuk memakai toilet umum di stasiun-stasiun, mereka berjajar rapi menunggu giliran. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.

3. HIDUP HEMAT

Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00. Contoh lain adalah para ibu rumah tangga yang rela naik sepeda menuju toko sayur agak jauh dari rumah, hanya karena lebih murah 20 atau 30 yen. Banyak keluarga Jepang yang tidak memiliki mobil, bukan karena tidak mampu, tapi karena lebih hemat menggunakan bus dan kereta untuk bepergian. Termasuk saya dulu sempat berpikir kenapa pemanas ruangan menggunakan minyak tanah yang merepotkan masih digandrungi, padahal sudah cukup dengan AC yang ada mode dingin dan panas. Alasannya ternyata satu, minyak tanah lebih murah daripada listrik. Professor Jepang juga terbiasa naik sepeda tua ke kampus, bareng dengan mahasiswa-mahasiswanya.

4. LOYALITAS

Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan. Kota Hofu mungkin sebuah contoh nyata. Hofu dulunya adalah kota industri yang sangat tertinggal dengan penduduk yang terlalu padat. Loyalitas penduduk untuk tetap bertahan (tidak pergi ke luar kota) dan punya komitmen bersama untuk bekerja keras siang dan malam akhirnya mengubah Hofu menjadi kota makmur dan modern. Bahkan saat ini kota industri terbaik dengan produksi kendaraan mencapai 160.000 per tahun.

5. INOVASI

Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah. Mobil yang dihasilkan juga relatif lebih murah, ringan, mudah dikendarai, mudah dirawat dan lebih hemat bahan bakar. Perusahaan Matsushita Electric yang dulu terkenal dengan sebutan “maneshita” (peniru) punya legenda sendiri dengan mesin pembuat rotinya. Inovasi dan ide dari seorang engineernya bernama Ikuko Tanaka yang berinisiatif untuk meniru teknik pembuatan roti dari sheef di Osaka International Hotel, menghasilkan karya mesin pembuat roti (home bakery) bermerk Matsushita yang terkenal itu.

6. PANTANG MENYERAH

Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia. Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita ) Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo. Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen). Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan). Kapan-kapan saya akan kupas lebih jauh tentang ini )

7. BUDAYA BACA

Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institut penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan. Saya biasa membeli buku literatur terjemahan bahasa Jepang karena harganya lebih murah daripada buku asli (bahasa inggris).

8. KERJASAMA KELOMPOK

Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok”. Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.

9. MANDIRI

Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Irsyad, anak saya yang paling gede sempat merasakan masuk TK (Yochien) di Jepang. Dia harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Teman-temen seangkatan saya dulu di Saitama University mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.

10. JAGA TRADISI

Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini. Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan. Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” untuk apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena ”hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang ;) Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.

Mungkin seperti itu 10 resep sukses yang bisa saya rangkumkan. Bangsa Indonesia punya hampir semua resep orang Jepang diatas, hanya mungkin kita belum mengasahnya dengan baik. Di Jepang mahasiswa Indonesia termasuk yang unggul dan bahkan mengalahkan mahasiswa Jepang. Orang Indonesia juga memenangkan berbagai award berlevel internasional. Saya yakin ada faktor “non-teknis” yang membuat Indonesia agak terpuruk dalam teknologi dan ekonomi. Mari kita bersama mencari solusi untuk berbagai permasalahan republik ini. Dan terakhir kita harus tetap mau belajar dan menerima kebaikan dari siapapun juga.

Tetap dalam perdjoeangan !

Sumber: http://romisatriawahono.net/2007/06/13/10-resep-sukses-bangsa-jepang/

Gubernur Termuda di Indonesia Berumur 36 Tahun (dari NTB)

Sumber: Pelita, 8 Juli 2008

08/07/2008 14:17

Hasil penghitungan cepat (quick count) yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) bekerjasama dengan Jaringan Isu Publik (JIP), pasangan Tuan Guru Bajang KHM Zainul Majdi, MA – Ir H Badrul Munir, MM (Barru) yang dicalonkan PBB dan PKS, unggul dalam pemilihan gubernur (Pilgub) Nusa Tenggara Barat (NTB).

Gubernur Termuda di Indonesia Berumur 36 Tahun Calon PBB-PKS Ungguli Pilgub NTB Mataram, Pelita Hasil penghitungan cepat (quick count) yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) bekerjasama dengan Jaringan Isu Publik (JIP), pasangan Tuan Guru Bajang KHM Zainul Majdi, MA – Ir H Badrul Munir, MM (Barru) yang dicalonkan PBB dan PKS, unggul dalam pemilihan gubernur (Pilgub) Nusa Tenggara Barat (NTB).

Hasil quick count menempatkan pasangan Barru sebagai pemenang Pilgub NTB, hasil itu tidak akan jauh berbeda dengan hasil penghitungan KPUD, kata Manager Eksekutif LSI Denny JA, PhD kepada wartawan di Mataram, Senin (7/7). Menurut dia, Pilgub NTB yang dilaksanakan, Senin (7/7) baru akan diumumkan secara resmi oleh lembaga penyelenggara KPUD NTB beberapa hari atau pekan mendatang, sementara publik ingin mengetahui hasil Pilgub NTB secepatnya sehingga LSI bekerjasama dengan JIP melakukan penghitungan cepat.

LSI dan JIP menggunakan metoda sampel yakni sebanyak 320 sampel Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari total 7.210 TPS dengan jumlah pemilih 3.004.905 jiwa dalam pelaksanaan Pilgub NTB. Hasilnya, pasangan Barru meraih perolehan suara sebanyak 36,72 persen, disusul pasangan Drs H Lalu Serinata – Husni Jibril (Serius) dengan perolehan suara 28,75 persen, pasangan Dr Zaini Arony, MPd – Nurdin Ranggabarani, SH, MH (Zanur) 17,97 persen dan Ir H Nanang Samudera, MSc dan M Jabir, SH, MH (Najar) sebesar 16,56 persen.

Pasangan Barru diusung Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masing-masing memiliki enam kursi di DPRD NTB sehingga totalnya 12 kursi atau mencapai 21,81 persen dukungan. Serius diusung Partai Golkar yang memiliki 15 kursi dari total 55 kursi di DPRD NTB hasil Pemilu 2004, PDIP yang memiliki enam kursi, Partai Bintang Reformasi (PBR) lima kursi dan Partai Patriot satu kursi. Total kursi partai pendukung Serius sebanyak 27 kursi sehingga dukungannya mencapai 49,06 persen.

Zanur diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang memiliki tiga kursi di DPRD NTB dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang memiliki enam kursi sehingga totalnya sembilan kursi atau 16,36 persen dukungan. Pasangan Najar diusung oleh sembilan Parpol menggunakan prosentase jumlah suara sesuai hasil Pemilu 2004 yakni Partai Amanat Nasional (PAN) sebanyak 111.762 suara, Partai Demokrat 80.801 suara, Partai Keadilan dan Persatuan Bangsa (PKPB) 41.174 suara, Partai Persatuan Nahdatul Ulama (PPNU) 25.786 suara dan Partai Serikat Indonesia sebanyak 32.209 suara sehingga total suara sebanyak 291.462 suara.

Menurut dia, suara yang masuk pada 320 TPS sampel itu sebesar 96,88 persen atau masih ada tiga persen lebih suara belum masuk, namun jika terdistribusi sesuai pilihan tidak akan mempengaruhi peringkat perolehan suara. Nantinya KPUD NTB akan mengumumkan hasil penghitungan suara dari seluruh TPS yakni sebanyak 7.210 TPS, namun hasilnya tidak akan berbeda jauh dengan hasil quick count karena salah sampel tidak lebih dari satu persen, ujar Denny.

Empat sejarah Pada bagian lain, Denny JA mengatakan dirinya menemukan empat peristiwa bersejarah yang lahir dari proses Pilgub NTB ini. Empat peristiwa bersejarah itu yakni terpilihnya gubernur termuda di Indonesia yang baru berusia 36 tahun (kurang dari 40 tahun) dan satu-satunya gubernur terpilih dari kalangan ulama atau pemimpin Ormas keagamaan (Nahdlatul Wathan). Tuan Guru Bajang juga menciptakan sejarah sebagai kandidat dari partai kecil namun mampu mengalahkan dua partai besar yakni Golkar dan PDI Perjuangan.

Sementara itu, DPP PBB dalam siaran persnya yang dikirimkan kepada Pelita, semalam menyatakan ucapan syukur ke hadirat Allah SWT dan menyambut gembira serta mengucapkan terimakasih atas dukungan masyarakat NTB yang telah memilih calon gubernur yang diusung PBB. Pilihan masyarakat NTB kepada figur pemimpin muda yang memiliki integritas dan kapabilitas intelektual maupun spiritual serta mempunyai pengalaman politik juga akan menginspirasi rakyat Indonesia dalam menentukan kepemimpinan nasional tahun 2009 nanti, tulis pernyataan yang diteken Wakil Ketua Umum DPP PBB Hamdan Zoelva, SH, MH dan Sekjen DPP PBB Drs H Sahar L Hasan.

Sumber: http://www.lsi.co.id/artikel.php?id=942

Cagub Termuda dari PBB Ungguli Incumbent di Pilgub NTB

Sumber: Seputar Indonesia, 8 Juli 2008

08/07/2008 14:21

Hasil penghitungan cepat (quick count) Lingkaran Survei Indonesia (LSI) dan Jaringan Isu Publik menempatkan pasangan Tuan Guru Bajang KHM Zainul Majdi dan Badrul Munir (Barru) sebagai pemenang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Provinsi Nusa Tengara Barat (NTB).

Pasangan yang diusung koalisi Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu meraih 36,72% mengalahkan unggulan Partai Golkar yang berkoalisi dengan PDIP, PBR, dan Partai Patriot, yakni pasangan Lalu Serinata (incumbent)-Husni Jibril (Serius) yang hanya meraih 28,7%.

Kemenangan Zainul Majdi-Badrul Munir menambah daftar panjang kekalahan calon gubernur dari Partai Golkar di kandangnya. ’’Hasil quick count menempatkan pasangan Barru sebagai pemenang Pilgub NTB. Hasil itu tidak akan jauh berbeda dengan hasil penghitungan KPUD,” kata Manajer Eksekutif LSI Denny JA kepada wartawan di Mataram kemarin.

Kemenangan pasangan Barru, menurut Denny, mengantarkan Tuan Guru Bajang KHM Zainul Majdi sebagai gubernur termuda di Indonesia yang baru berusia 36 tahun (kurang dari 40 tahun). Anggota Fraksi Partai Bulan Bintang di Komisi X DPR itu juga merupakan satu-satunya gubernur terpilih dari kalangan ulama atau pemimpin ormas keagamaan (Nahdlatul Wathan).

Pilgub NTB diikuti empat pasangan cagub dan cawagub. Selain pasangan Barru dan Serius, bertarung juga pasangan Zaini Arony dan Nurdin Ranggabarani (Zanur) yang diusung koalisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Calon lainnya adalah pasangan Nanang Samudera dan M Jabir (Najar) yang diusung sembilan partai politik, di antaranya Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat, Partai Keadilan dan Persatuan Bangsa (PKPB), Partai Serikat Indonesia (PSI). Pasangan Zanur meraih 17,97% dan pasangan Najar 16,56%.

Rencananya, hasil Pilgub baru akan diumumkan secara resmi oleh KPUD NTB pekan mendatang. Diketahui, pada Pemilu Legislatif 2004 lalu, Partai Golkar merupakan pemenang pemilu legislatif di NTB. Golkar memperoleh 15 kursi dari total 55 kursi di DPRD NTB, PDIP 6 kursi, PPP 6 kursi, PBB 6 kursi, PKS 6 kursi, PBR 5 kursi, PKB 3 kursi, dan Partai Patriot 1 kursi.

Sisanya direbut partai lain. Denny menjelaskan, LSI dan JIP menggunakan metode sampel, yakni 320 tempat pemungutan suara (TPS) dari total 7.210 TPS dengan jumlah pemilih 3.004.905 jiwa dalam pelaksanaan Pilgub NTB. Suara yang masuk pada 320 TPS sampel itu sebesar 96,88% atau masih ada 3% lebih suara belum masuk.

Tetapi jika terdistribusi sesuai pilihan, tidak akan memengaruhi peringkat perolehan suara. Koordinator Wilayah Bali, NTB, dan NTT DPP Partai Golkar Enggartiasto Lukita mengaku terkejut dengan hasil Pilkada NTB. Namun, pihaknya akan menerima fakta politik tersebut. ”Artinya, incumbent kalau tidak punya prestasi yang membanggakan pasti ditinggalkan,” katanya kepada SINDO kemarin.

Sementara itu,Wakil Ketua Umum DPP PBB Hamdan Zoelva mengatakan, kemenangan pasangan Barru sudah diprediksi sebelumnya. ‘’Tapi yang agak mengejutkan adalah jumlah suara yang kami raih ternyata melampaui hasil survei LSI sebesar 30,1%. Ini sangat luar biasa,” ujar Hamdan di Jakarta kemarin.

Yang menjadi kebanggaan PBB, lanjut Hamdan, Tuan Guru Bajang KH Zainul Majdi nantinya akan menjadi gubernur termuda di Indonesia dalam usia 36 tahun. Ketua Badan Pemenangan Pemilu PKS Muhammad Razikun, juga menyambut gembira kemenangan pasangan Barru. Menurut dia, hasil penghitungan cepat yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia itu menunjukkan kekuatan PKS di wilayah tersebut.

Sumber: http://www.lsi.co.id/artikel.php?id=944

Hasil Quick Count PILKADA NTB – ada Wajah dan Semangat BARU


Quick Count PILGUB NTB
Hari/ Tgl: Senin, 7 Juli 2008
Pukul: 13.00 – 18.00 WITA

Pelaksana:
Lingkaran Survei Indonesia (LSI) bekerjasama dengan TV ONE

Hasil Sementara:

  1. Naja: 16, 66 %
  2. Baru: 37,06 %
  3. Serius: 28,68 %
  4. Zanur: 17,67 %

Sample Suara yang masuk: 99,38 %

Sumber grafik: http://www.sasak.org

Semoga ada semangat BARU dari wajah BARU, dan NTB siap maju di bawah pemimpin yang BARU.
Semoga. Insya Allah

Gedung MPR/DPR Mirip “Kutang Wanita”

Beberapa minggu ini kita selalu tercengang dengan banyaknya berita seputar korupsi dan Skandal Seks yang dilakoni oleh oknum anggota DPR.

Akhirnya saya merenung sejenak…..ada apa kemungkinan penyebabnya?

Dari hasil renungan pribadi kemudian saya dapatkan jawaban (ini pendapat pribadi),
bahwa ternyata DISAIN ATAP GEDUNG MPR/DPR MIRIP SEKALI DENGAN ‘MAAF’ “KUTANG WANITA”

Saya juga tidak tahu, siapa arsitek dari Gedung MPR/DPR ini

Kemudian saya coba bantuan mbah “Google” yang pinter. Saya gunakan keyword “siapa arsitek gedung MPR/DPR RI?”. Dan ternyata saya mendapatkan hasil lumayan banyak yaitu 160.000 alamat pencarian.

Saya tertarik kemudian dengan artikel di website BaliPost 10 oktober 2004. Berikut ini potongan artikelnya mengenai siapa arsitek dan pencetusnya.

Berdirinya gedung parlemen Indonesia yang kini disebut Gedung Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ini, diawali dengan semangat revolusioner untuk menyelenggarakan konferensi internasional “Conference of the New Emerging Force” (Conefo). Konperensi internasional yang diprakarsai Presiden Soekarno ini dimaksudkan untuk menggalang kekuatan di kalangan negara-negara baru untuk membentuk tatanan dunia baru. Untuk melaksanakan konperensi inilah perlu dirancang dan dibangun sebuah gedung konferensi. Presiden Soekarno kemudian menyampaikan kriteria perancangan, bahwa kompleks bangunan yang akan dibangun harus memiliki ciri khas kepribadian Indonesia. Selain itu, bangunan itu juga harus sanggup menjawab tantangan zaman beberapa tahun ke depan. Ada lagi persyaratan tambahan, Gedung Conefo harus menampilkan kemegahan, agar bisa ditampilkan sebagai teladan dan keunggulan karya rancang bangun teknisi Indonesia.

Sejak 8 Maret 1965, diadakan sayembara perancangan Gedung Conefo oleh pemerintah Indonesia. Penyelenggaraan sayembara ini merupakan kesempatan pertama bagi konsultan teknik serta arsitek Indonesia, untuk merancang gedung konperensi yang bisa manandingi Gedung PBB di New York, AS. Sayembara ini diikuti tiga konsultan perencanaan dan peserta perseorangan. Tetapi justru peserta dari unsur peroranganlah yang terpilih sebagai pemenang, yaitu Soejoedi Wirjoatmodjo, Dipl. Ing. Keikutsertaan Soejoedi sebenarnya atas dorongan Menteri PUT Soeprajogi, yang telah mengenalnya sebagai arsitek berprestasi, yang senantiasa bekerja sama dengan Ir. Sutami, teknisi muda yang handal menghitung konstruksi bangunan.

Kemenangan rancangan Soejoedi sangat dibantu dengan pembuatan maket yang melengkapi gambar rancangannya. Keberadaan maket ini sangat memudahkan tim penilai memahami wujud tiga dimensi, bila bangunannya telah selesai. Selain itu, rancangan Soejoedi sangat memudahkan pelaksanaan pembangunan gedung ini, karena bisa dikerjakan secara terpisah-pisah — namun jika bangunannya telah jadi semua, setiap unit akan saling berkaitan dalam satu kesatuan. Batas akhir penyelesaian proyek Gedung Conefo adalah 17 Agustus 1966. Menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-20, seluruh struktur berbagai bangunan telah bisa terwujud. Namun sentuhan akhir pembangunan proyek, terganggu oleh peristiwa G30S/PKI. Menjelang akhir 1966, pasca peristiwa G30S/PKI, berlangsung pembicaraan antara pihak pemerintah dengan pimpinan DPR, untuk membahas gedung yang akan digunakan DPR. Ketua Presidium Kabinet Ampera, Jenderal Soeharto, kemudian mengunjungi bangunan utama Conefo. Sesudah melihat kenyataan di lapangan, Soeharto kemudian memutuskan untuk menggunakan Gedung Conefo menjadi Gedung MPR/DPR, melalui SK Nomor 79/U/Kep/11/1966, tanggal 9 November 1966. Selanjutnya Panitia Proyek Pembangunan Conefo dibubarkan.

Keunikan Atap
Keunikan dari arsitektur Gedung MPR/DPR RI ini adalah pada bentuk atap gedung ruang sidang utamanya. Atap gedung ini mirip dengan prinsip struktur sayap pesawat terbang. Ide bentuk ini justru muncul pada saat pelaksanaan sayembara perancangan gedung Conefo sudah hampir habis. Dalam situasi terburu-buru, Soejoedi Wiroatmodjo yang sudah hampir menyelesaikan gambar rancangan dan maket gedung, ternyata belum memiliki rancangan atap ruang sidang utama, yang menjadi induk dari kompleks gedung rancangannya.”

Tapi satu hal yang kurang jeli dalam tulisan di atas. Yang menurut saya bisa menjadi dasar “Mengapa Banyak terjadi skandal seks di gedung dewan itu”.

TERNYATA RANCANGAN/ARSITEKTUR GEDUNG MPR/DPR RI ‘MAAF’ MIRIP “KUTANG WANITA
Lihat saja gambar karikatur di bawah ini yang saya ambil dari Harian Lombok Post tanggal 6 Juli 2007.

GAMBAR DI ATAS MIRIP CARA IBU-IBU YANG MASUKKAN UANG KE DALAM KUTANGNYA”
arti filosofisnya : “GEDUNG ITU SUKA DUIT JUGA SUKA SEKS”

Renungan terakhir saya “saya teringat dengan mantan Presiden Soekarno, dimana beliau adalah seorang arsitek/insinyur alumni ITB. Juga pengagum keindahan terutama keindahan tubuh wanita. tercatat pak karno punya 9 istri, yaitu: Siti Utari Tjokroaminoto, Inggit Garnasih, Fatmawati, Hartini, Kartini Manopo, Ratnasari Dewi, Haryati, Yurike Sanger, dan Heldy Djafaar.(http://www.ambarrukmo.com/?x=Catalogue&pid=1184058021).

Dan konon Pak Karno senang dengan ruangan yang beraroma seks, bahkan ada cerita pernah suatu ketika dia meminta pelukis terkenal Affandi untuk melukis “wanita telanjang” di depannya. Masih ingat pose bugil mantan istri Pak Karno dari Jepang itu? Ratnasari dewi ?

Bahkan ada orang-orang iseng membuat akronim sebagai berikut:

SUKARNO = SUKA NONA    (Pak Karno punya banyak isteri cantik)

SUHARTO = SUKA HARTA  (pak Harto punya harta banyak/terkaya di asia tenggara)

Kira-kira ada benarnya gak ya ???

Satu lagi. Coba perhatikan disain Tugu MONAS, anda akan melihat dia mirip dengan Celana Dalam.

Siapakah perancangnya saat itu. Tidak lain adalah Mantan Presiden Soekarno.

Wallohu ‘alam

Seks dan Politik

Oleh
Tjipta Lesmana

Menanggapi kasus video porno yang menimpa rekannya, Ketua Departemen Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan DPP Partai Golkar, Yuddy Chrisnadi, mengimbau agar masyarakat tidak membesar-besarkan kasus ini. Alasannya, “Beliau (Yahya Zaini) juga manusia, tidak bedanya dengan lainnya. Hal seperti ini bisa menimpa siapa saja. Bisa menimpa anggota DPR, wartawan, anggota KPK, dan pemimpin umat sekali pun!”
Artinya? Siapa pun dia, kemungkinan melakukan apa yang dilakukan oleh YZ selalu ada. Jadi, kenapa harus diributkan?
Bagi Chrisnadi, perselingkuhan antara Yahya dan Maria Eva tampaknya tidak bisa dikategorikan dalam domain moralitas. Jika Chrisnadi ditanya soal moralitas, mungkin ia akan balik bertanya: Moralitas? “Politics has no relation to morals!” Ia akan meminjam kata-kata Nicolo Machiavelli, seorang pemikir Italia yang hidup pada pertengahan abad ke-15.
Tulisan-tulisan Machiavelli begitu kesohor sehingga di kemudian hari muncul apa yang disebut “politik Machiavellisme”, suatu konsep yang sederhana saja: tujuan menghalalkan cara.
Hari-hari ini masyarakat kita seperti diguncangkan oleh beredarnya rekaman video cabul yang dilakonkan oleh seorang wakil rakyat dengan WIL-nya (wanita idaman lain), penyanyi dangdut yang dikabarkan juga fungsionaris salah satu organisasi kemasyarakatan yang bernaung di bawah bendera Partai Golkar. Ribuan, bahkan puluhan ribu orang, sudah menyaksikan video tersebut. Kalau tidak salah, inilah peristiwa paling menghebohkan di gedung parlemen Indonesia—semenjak bangsa kita merdeka—dilihat dari perspektif moral.
Dikatakan menghebohkan, bahkan spektakuler, sebab (1) perempuannya sudah membeberkan kepada publik semua yang tersiar di media massa. Ya, semua diakui kebenarannya. (2) Wakil rakyat yang terhormat (?) itu di partainya menjabat Ketua bidang Kerohanian (!), pernah pula menjabat Ketua Umum sebuah organisasi kemahasiswaan beken “berstempel” sebuah agama; (3) menurut WIL-nya, hubungan asmara mereka berlangsung cukup lama, dan para petinggi partai terkait pun sejak awal sudah tahu; (4) Masih menurut pengakuan sang WIL, ia sempat hamil dan kemudian menggugurkan kandungannya atas permintaan “yang terhormat” dan istrinya. (5)

Cacat Moral
Rekaman video cabul yang beredar itu dibuatnya sendiri. Setelah itu, setelah semua fakta dibeberkannya, si WIL dengan suara terisak-isak (impression management?) memohon kepada masyarakat luas agar “nama baik saya dibersihkan dan mencari siapa yang menyebarkan (rekaman tersebut)”. Nama baik? Mengertikah dia apa sesungguhnya makna “nama baik”? Barangkali, ME juga mempunyai pandangan yang sama dengan Chrisnadi: kejadian seperti ini biasa, dilakukan oleh setiap orang. Kebetulan saja, YZ lagi sial, tertangkap basah (kuyup).
Almarhum Prof Dr Driyarkara, dalam suatu tulisannya, mengemukakan bahwa manusia—dari segi moral—harus dilihat secara utuh, tidak boleh sepotong-potong. Sekali sepak-terjang Anda cacat morally, Anda itu habis. Itulah yang dimaksud oleh Driyarkara “dilihat secara utuh”, tidak boleh parsial.
“Tapi, ini politik, Bung!” kata para politisi. ”There are no morals in politics! There is only expediency,” ucap Lenin. Pada kurun waktu yang hampir sama (awal abad ke-19), William E Gladstone, Perdana Menteri Inggris ketika itu, mengakui bahwa sejarah pemerintahan manusia yang paling kotor, ya, dunia politik, dunia pemerintahan.
Machiavelli, Lenin, dan Gladstone, rupanya, satu “geng” dalam pemikiran politik. Intinya, jangan kaitkan poltik dengan moral, sebab ini memang dua “barang” yang tidak bisa disatukan.
Tapi, pandangan mereka bukan pandangan yang bisa diterima oleh semua orang, politisi, apalagi akademisi. Karl Popper, seorang ahli filsafat politik dari Inggris yang sangat dihormati oleh kalangan ilmuwan seantero dunia, menulis bahwa politik harus dimoralkan; bukan sebaliknya: moral dipolitisasikan!
Sebab permainan politik tanpa diberikan lapisan moral menjadi permainan binatang yang ganas, padahal manusia tidak suka, bahkan marah jika dicap “binatang”. Theodore Roosevelt, Presiden Amerika ke-26 percaya bahwa siapa pun dia, termasuk politisi, tidak bisa dibenarkan jika melakukan perbuatan “evil” semata-mata atas dasar kepentingan.
Maka, kita harus menolak dan melawan keras pandangan yang mengatakan bahwa urusan politik tidak boleh dicampuradukkan dengan moral; bahwa kejadian di DPR itu “biasa”, tidak usah dihebohkan.
Justru aspek moral menjadi lebih penting lagi bagi para pemimpin, elite politik, dan wakil-wakil rakyat. Logikanya sangat sederhana: Jika Anda tidak mampu memimpin diri sendiri—dalam arti hidup baik secara moral—bagaimana mungkin Anda bisa memimpin bangsa dan negara?
Moralitas berarti konsisten berpegang pada pedoman hidup, terutama yang digariskan oleh agama. Lagipula, pemimpin di mana-mana menjadi panutan bagi orang-orang yang dipimpin.

Kejahatan Susila
Korupsi susah diberantas, sebab sang pemimpin terus berkorupsi, bahkan “korupsi berjamaah”. Maka, kasus perselingkuhan yang menimpa anggota DPR-RI tidak bisa dipandang enteng, apalagi dengan alasan itu masuk dalam domain pribadi. Dalam konteks ini, kita tidak paham apa sebab Partai Golkar masih setengah hati menjatuhkan sanksi berat kepada YZ.
Mestinya, pimpinan DPR secara cepat memecat YZ, tidak usah menunggu tindakan yang diambil partainya, atau klarifikasi dari yang bersangkutan segala. Simak baik-baik persyaratan menjadi anggota DPR yang diatur dalam Tata Tertib Dewan Perwakilan Rakyat.
Di situ jelas diatur apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan oleh setiap anggota Dewan. Polisi juga keliru ketika mengatakan bahwa kepolisian tidak bisa bertindak, jika tidak ada pihak yang melaporkan kasus ini.
Ingat, kejahatan susila bukanlah delik aduan. Jika urusan susila dipermainkan seenaknya, bangsa dan negara ini tinggal menunggu kehancurannya. Jangan pula ada pihak-pihak yang bertanya dan menyelidiki siapa yang dengan sengaja membocoran rekaman video cabul tersebut.
Setelah 8 tahun hidup dalam era reformasi, rupanya, paradigma sebagian manusia Indonesia—khususnya para elitenya—dalam menghadapi persoalan kritik dan sejenisnya tidak juga berubah.
Kalau ada kritik atau kecaman, yang dicari selalu identitas dan motivasi pengkritik. Mestinya, substansi kritik yang diselidiki. Siapa pengedar atau pembocor video cabul adalah masalah sekunder atau tertier. Yang jauh lebih penting adalah menyelidiki dan menindak orang-orang yang menjadi pelakunya!
Di Rusia, seorang menteri langsung mundur setelah video cabulnya (bersama WIL) beredar ke publik. Wakil Menteri Kehakiman Korea Selatan, Kim Sang-hee langsung mundur dari jabatannya setelah rekaman video berisikan adegan ia menerima suap beredar luas. DPR harus dibersihkan dari orang-orang cacat moral.

Penulis adalah Pengajar Universitas Pelita Harapan.

Sumber: http://www.sinarharapan.co.id/berita/0612/08/opi01.html

Cara Mudah Setting GPRS, WAP, dan MMS untuk semua ponsel

Catatan: PELUANG BISNIS

Setting GPRS Otomatis

Cara tercepat adalah mengirim SMS ke provider yang Anda miliki, tarifnya bervariasi antar provider, dan pesan yan harus dikirim juga berbeda-beda, dan tidak semua HP didukung. Jangan lupa sebelum mensetting, beberapa operator meminta aktivasi gprs secara terpisah seperti halnya telkomsel, yakinkan bahwa layanan grps sudah aktif untuk kartu gsm Anda.

Nomor Pesan Tarif (pra/pasca)
ProXL 9667 GPRS[spasi]<merkponsel>[spasi]<tipe/seri ponsel> 350/350 + PPN 10%
Telkomsel 5432 S[spasi]<Merk>[spasi]<Tipe> 350/250
Matrix 3000 GPRS[spasi]<Merek Ponsel>[spasi]
<Tipe Ponsel>
2000/2000
Im3 3939 GPRS[spasi]<Merek Ponsel>[spasi]
<Tipe Ponsel>
2000/2000

Setting MMS Otomatis

Cara tercepat adalah mengirim SMS ke provider yang Anda miliki,tarifnya bervariasi antar provider, dan pesan yang harus dikirim juga berbeda-beda, dan tidak semua HP didukung.

Nomor Pesan Tarif (pra/pasca)
ProXL 9667 MMS[spasi]<merkponsel>[spasi]<tipe/seri ponsel> 350/350 + PPN 10%
Telkomsel 5432 S[spasi]<Merk>[spasi]<Tipe> 350/250
Matrix 3000 GPRS[spasi]<Merek Ponsel>[spasi]
<Tipe Ponsel>
2000/2000
Im3 3939 <Merek Ponsel>[spasi]GPRS 2000/2000

Setting Manual

Sebenarnya mengatur GPRS sangat mudah, namun bagi sebagian orang terkesan sangat sulit, bahkan di hampir semua majalah dan tabloid yang berhubungan dengan ponsel selalu mencantumkan cara spesifik setting GPRS untuk setiap HP, padahal untuk bisa mensetting GPRS HP apapun, Anda cukup mengetahui 3 hal, untuk mengeset WAP hanya perlu tahu 1 hal, dan untuk mengeset MMS kita perlu tahu 5 hal.

Selain setting-setting yang ada di sini, Anda tidak perlu mengubah-ubah setting default yang sudah diberikan di setiap HP, biasanya setting-setting tersebut sudah baik untuk dipakai, dan sudah optimal.

Setting GPRS

Jika Anda hanya ingin memakai HP untuk koneksi Internet dari PC, Anda hanya perlu mengeset GPRS saja, tidak perlu set WAP ataupun MMS. Anda hanya perlu tahu 3 hal yaitu: Access point name, username, dan password, bahkan jika Anda memakai kartu pasca bayar Matrix, Anda cukup tahu nama Access Pointnya karena username dan passwordnya adalah kosong.

Provider APN Username Pasword
XL http://www.xlgprs.net xlgprs proxl
Telkomsel telkomsel wap wap123
Matrix satelindogprs.com - -
IM3 http://www.indosat-m3.net gprs im3

WAP

Jika Anda perlu browsing dari HP dengan WAP, selain mengeset GPRS, Anda perlu juga mengeset yang namanya wap gateway. WAP gateway adalah sebuah server yang akan menerjemahkan halaman wml ke format biner yang dikenali HP. Sebenarnya hanya ini saja yang Anda perlukan untuk WAP, tapi jika Anda ingin mengunjungi halaman default masing-masing provider, Anda juga perlu tahu alamatnya untuk menjadi homepage WAP. Tapi jika Anda tidak hafal alamat situs WAP masing-masing provider, isikan saja: www.google.com/wml atau wap.yahoo.com

Provider Alamat Gateway Homepage
ProXL 202.152.240.050 http://www.lifeinhand.com
Telkomsel 10.1.89.130 http//wap.telkomsel.com
Matrix 202.152.162.250 http://satwap
IM3 010.019.019.019 http://wap.indosatm3.net

MMS

Pertama Anda perlu tahu bahwa MMS bisa memakai CSD, tidak harus GPRS tapi umumnya kita memakai GPRS. Setting MMS sebenarnya terdiri atas dua hal, pertama adalah setting koneksi (bisa GPRS, bisa CSD, tapi settingnya berbeda dengan setting GPRS normal, agar provider bisa memberikan charge yang berbeda untuk MMS dan GPRS), lalu kedua kita perlu setting server MMS yang mirip dengan setting WAP.

Untuk setting koneksi MMS, kita perlu tahu tiga hal (sama seperti ketika menset GPRS kita juga perlu tahu 3 hal)

Provider APN Username Password
ProXL http://www.xlmms.net xlgprs proxl
Telkomsel mms wap wap123
Matrix mms.satelindogprs.com satmms satmms
IM3 mms.indosat-m3.net mms im3

Dan kemudian kita perlu setting server MMS, ini terdiri dari dua hal, yaitu gateway WAP, dan alamat MMS center

Provider Gateway MMSC/Homepage
ProXL 202.152.240.50 http://mmc.xl.net.id/servlets/mms
Telkomsel 10.1.89.150 http://mms.telkomsel.com
Matrix 202.152.162.88 http://mmsc.satelindogprs.com
IM3 010.019.019.019 http://mmsc.m3-access.com

Sumber: http://blog.compactbyte.com/2004/06/15/cara-mudah-setting-gprs-wap-dan-mms-untuk-semua-ponsel

KIRIM SMS GRATIS TANPA BATAS


Pakai Pulsa Bisa Jadi Kaya


Dalam sehari, rasanya gatel déh kalo kita gak SMS-an (Short Messages Services) sama temen atau doi. Biasanya setiap kali mengirim SMS, kita dipungut biaya sekitar 350 rupiah, bergantung provider GSM langganan kita.

Kini bagi kamu yang hobi internet, ada fasilitas yang bisa kamu gunakan untuk kirim-kirim SMS pada teman-teman kamu secara gratis. Untuk dapat memanfatkan fasilitas ini, kamu diharuskan registrasi terlebih dahulu. Biasanya, nomor ponsel kamu juga dicantumkan saat registrasi. Supaya saat mengirimkan SMS, yang tersimpan dalam INBOX adalah nomor ponsel kamu.

Pada situs penyedia jasa SMS tertentu, ada juga yang memungut biaya bagi netters yang menggunakan pelayanannya .Akan tetapi kalo diitung-itung, masih tetap hemat kok…

Berikut daftar situs SMS gratisan yang dapat kamu kunjungi :

Dalam Negeri

http://sms.cyberphreaking.com/ bisa ngirim SMS tanpa batas ke semua operator dunia
www.1rstwap.comsebelum kirim sms, harus download program kecil dulu
www.astaga.com harus register sebelum kirim sms
www.smsok.com bisa kirim sms lintas operator. Untuk penggunaannya menggunakan sistem kredit/ token. Gratis 20 token setiap daftar
www.duniamobile.combisa kirim sms lintas operator. Untuk penggunaannya menggunakan sistem kredit/ token. Token dapat di beli di sejumlah warnet dengan harga terjangkau

http://sindikat.net/sms/


Luar Negeri
www.quios.com harus sign up dulu!!
www.mtnsms.com boleh juga nih
www.winbox.com selain kirim pesan, bisa kirim logo, dan ringing tones, ada email gratisnya yg dilengkapi email alert via sms. yg asik dikirimi horoscope, words, joke tiap hari (kalo minta)
www.unimobiles.combisa kirim sms keseluruh dunia.
Selain itu, bisa juga kirim pesan ke pager dan berbagai aplikasi mobile lainnya. Ada fasilitas e-mailnya juga lo….
www.breathe.com bisa kirim sms keseluruh dunia. Ada juga fasilitas é-mailnya www.yourmobile.com selain sms, ada juga ringtones dan logo

www.smscity.com

http://www.agentsms.com/

http://gizmosms.com/

http://www.freesms.net/

http://www.free–sms.com/


noe

Sumber: www.isekolah.org

http://www.google.co.id

HP Anda Bisa Jadi SCANNER, Copy, dan FAX


Pakai Pulsa Bisa Jadi Kaya


Apakah Handphone anda punya kamera? Tahukah anda bahwa sekarang kamera HP anda sudah bisa dijadikan sebagai Scanner, mesin FAX atau Foto Copy. Ya..Teknologi yang Luar Biasa sudah ditemukan anak manusia !!! Tidak rugi Allah SWT bikinkan kita akal. Makanya…banyak-banyak ibadah Ya ???

Lalu bagaimana cara memanfaatkan kamera HP kita sebagai Scanner, FAx, copy ? Berikut penjelasannya.

Selamat Mencoba

scanR Scan Copy and Fax v. 2.0

Internet Murah & SMS Gratis via HP


Pakai Pulsa Bisa Jadi Kaya


Saat ini kemajuan teknologi sudah sedemikian pesatnya. Namun demikian, masih saja para operator seluler memberikan tarif yang mahal kepada pelanggan. Untungnya, Komisi Pengawasan persaingan Usaha (KPPU) berniat menuntut para operator seluler atas tindakan mereka melakukan kartel biaya SMS yang tinggi dari seharusnya Rp. 75/SMS. Bayangkan saja masih banyak operator yang mengenakan tarif Rp. 100,- s/d Rp. 2000/SMS. Ini namanya pembodohan canggih berbumbu “teknologi itu mahal”.

Tapi rekan-rekan nggak usah khawatir, saya pribadi sering menggunakan GPRS untuk sekedar SMS, yang tarifnya Rp. 10/KB (Kartu Bebas Pro XL), atau Rp. 1/KB (kartu Mentari Indosat).

Bahkan bukan sekedar SMS, kita bisa browsing internet, chatting dengan biaya hanya Rp. 1.000,- s/d Rp. 3.000 per jam. Cukup Murah khan ???

Lalu bagaimana sih caranya agar kita bisa SMS atau internetan gratis via Handphone ???

Langkah-langkah sebagai berikut:

1. Aktifkan GPRS pada HP anda. Contoh settingan GPRS:

  • Kartu Bebas Pro XL : kirim sms ke 9667 dengan format: GPRS<SPASI>MEREKHP<SPASI>TYPEHP , Contoh: untuk HP Nokia ketik sms: GPRS NOKIA N70 kemudian kirim ke 9667, untuk HP Sony Ericcson, ketik sms: GPRS SE K700i kirim ke 9667
  • Kartu IM3 atau Mentari dari Indosat, format SMS sama dengan point di atas, tapi sms dikirm ke 3000
  • Untuk setting Manual, silahkan LIHAT di http://www.mobile3845.com/index.php?go=news.gprs&sub=gprs
  • Setelah anda kirim SMS tadi, beberapa detik kemudian anda akan menerima sms balasan dengan tulisan setting install? , jawab Yes atau OK.
  • Matikan HP anda sekitar 5 menit
  • Kemudian coba pilih menu internet atau web browser pada HP Anda

2. Untuk mencoba ngenet, anda bisa buka browser yang dimiliki oleh HP Anda. Untuk HP versi baru biasanya sudah punya program ini.

  • Jika HP Anda ada fasilitas JAVA, lebih baik anda download dulu broswer Opera Mini dari HP Anda di http://mini.opera.com/
  • Pilih Download Opera Mini
  • Jawab Yes untuk menginstall secara langsung

3. Setelah anda download di HP, silahkan buka opera mini tadi. Tampilannya pun persis seperti browser opera mini standar, tentu saja ada keterbatasan jika di HP. Tapi lumayan kan anda bisa ngenet dimana saja anda mau, di kamar tidur sekalipun. Oke..selanjutnya program inilah yang anda gunakan untuk ngenet murah. Pengalaman saya ngenet sejam hanya Rp. 2.000,- per jam pake kartu Mentari.

3. Untuk mencoba SMS Gratis, silahkan anda download dulu software Cellity Free SMS dari HP Anda.

4. Langkahnya, buka dulu opera mini dari HP ANda, kemudian ketik alamat berikut: wap.GetJar.com

5. Pilih menu Quick Download -> masukkan kode download 16668

5. Jika selesai download, silahkan buka program cellty free SMS. Ya..dari program inilah anda bisa mengirim SMS, melihat SMS yang masuk, dll secara gratis.

“Yang anda bayar hanyalah biaya pemakaian GPRS.”

Sekian semoga bermanfaat.

Wassalam

Karakter Muslim Sejati

Oleh : Muhtadi kadi

Di saat mentari pagi menampakkan senyumnya di ujung timur, Umar bin Khathab masuk ke masjid. Dilihatnya ada seseorang sedang khusuk berdoa, menengadahkan kedua tangannya ke langit dengan suara agak keras dan diulang-ulang, ”Ya Allah, berilah hambamu ini rezeki yang melimpah.”

Umar mendekatinya seraya berkata dengan nada yang memendam kemarahan, ”Sungguh, engkau tahu bahwa langit tidak akan pernah menurunkan hujan emas ataupun perak!” Kemudian, Umar menyuruh orang ini keluar dari masjid untuk bekerja di ladang atau di pasar.

Indah nian kisah di atas. Sesungguhnya, Umar tidak melarang orang tersebut untuk berdoa kepada Allah. Umar tahu bahwa wajib hukumnya bagi setiap Muslim untuk berdoa kepada Allah. Doa adalah ”senjata orang mukmin”. Dan, dalam sebuah hadis shahih disebutkan bahwa Allah SWT akan murka kepada orang Muslim jika mereka enggan untuk meminta kepada-Nya. Lantas, mengapa Umar marah kepada orang yang berdoa kepada Allah dan menyuruhnya keluar dari masjid?

Pertama, Umar ingin menunjukkan bahwa rezeki dari Allah harus dicari dengan baik. Ia akan datang bersamaan dengan cucuran keringat dan kesungguhan. Dan, banyak sedikitnya rezeki yang didapatkan sesuai dengan usaha yang dilakukan. Kedua, Allah menciptakan waktu siang agar manusia mencari sebanyak-banyaknya karunia-Nya di bumi ini. Bukan untuk bermalas-malasan dengan dibungkus baju ketakwaan.

Ketiga, Umar ingin mengaplikasikan makna yang terkandung dalam firman Allah SWT yang berbunyi, ”Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.” (QS Alfatihah [1]: 5). Kewajiban harus didahulukan daripada hak. Kita harus terlebih dahulu melakukan kewajiban kita kepada Allah, yaitu beribadah hanya kepada-Nya. Baru kemudian meminta hak kita, yaitu mendapatkan pertolongan-Nya. Kita harus berusaha semaksimal mungkin dalam mengais rezeki, baru kemudian meminta kepada Allah agar dimudahkan rezeki kita.

Sejatinya, Umar ingin menuntun kita semua untuk menjadi Muslim sejati. Yang berkepribadian pantang menyerah, suka bekerja keras, malu untuk meminta-minta, dan lebih suka untuk memberi. Bukankah tangan di atas lebih mulia daripada di bawah.

Sumber: http://www.republika.co.id

Membongkar Jaringan AKKBB (Bagian 3)

Kejadian rusuh yang diakibatkan provokasi massa AKKBB terhadap para laskar Islam siang itu (1/6) di Monas berlangsung cepat. Para korlap dari umat Islam berusaha menenangkan massanya yang marah. Untunglah korban luka hanya beberapa orang dan tidak ada yang parah. Namun oleh media massa cetak maupun teve yang dikuasai jaringan liberal Islam dan juga non-Muslim, peristiwa yang sebenarnya biasa saja ini diblow-up sedemikian rupa bagaikan sebuah peristiwa genosida yang memakan korban ratusan ribu nyawa. Penguasaan media massa, di sinilah titik lemah umat Islam Indonesia.

Sehari setelah peristiwa, Kuasa Usaha Kedubes Amerika Serikat John A Heffern menjenguk empat anggota AKKBB di RSPAD, Jakarta. Dalam kunjungannnya, John menyalami dan berbincang dengan mereka. Keempatnya adalah Manager Program Jurnal Perempuan Guntur Romli (salah satu pentolan JIL), Direktur ICIP Syafii Anwar, dan dua anggota kelompok sesat Ahmadiyah yakni Dedi C Ahmad dan Taher.

Pada hari yang sama, dan ini yang mengejutkan, Presiden SBY dengan amat cepat merespon peristiwa tersebut. Padahal presiden yang satu ini dikenal sebagai seseorang yang lamban dan peragu dalam mengambil sikap. Hanya sehari setelah kejadian, SBY menggelar jumpa pers mendadak di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta. Sebelumnya, Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng, adik dari tokoh JIL Rizal Mallarangeng mengingatkan para jurnalis untuk tidak memotong pernyataan presiden dalam medianya. “Karena ini menyangkut isu yang sensitif, ” demikian Andi.

Secara lengkap, ini adalah pernyataan SBY soal bentrokkan di Monas: “Saya sangat menyesalkan terjadinya kekerasan di Jakarta kemarin siang. Saya mengecam keras pelaku-pelaku tindak kekerasan itu yang menyebabkan sejumlah warga kita luka-luka.

Negara kita adalah negara hukum yang punya UUD, UU dan peraturan yang berlaku, bukan negara kekerasan. Oleh karena itu terkait insiden kekerasan kemarin, saya minta hukum ditegakkan. Pelaku-pelakunya diproses secara hukum diberikan sanksi hukum yang tepat.

Ini menunjukkan negara tidak boleh kalah dengan perilaku-perilaku kekerasan. Negara harus menegakkan tatanan yang berlaku untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia.

Saya meminta masyarakat luas mengingat akhir-akhir ini banyak kegiatan fisik di lapangan, sebagian adalah unjuk rasa sebagian lagi bukan. Tapi di satu kota bersamaan sering terjadi berbagai kegiatan fisik dengan tujuan, motif dan tema berbeda. Saya harap semua pihak tetap tertib mengendalikan diri. Apa yang disampaikan kepada kepolisian, itu dijalankan. Karena itu janjinya kepada kepolisian sehingga pengamanan bisa dilakukan.

Kalau ada masalah di antara komponen masyarakat, solusinya bukan dengan kekerasan, tapi solusi damai. Sesuai dengan semangat kita, UUD, UU dan peraturan yang berlaku.

Kepada kepolisian, saya meminta agar meningkatkan kinerjanya. Tantangannya tidak ringan, permasalahannya kompleks. Oleh karena itu kepolisian di seluruh tanah air khususnya Jakarta dan kota besar lain, lebih cepat dan profesional agar semua bisa ditangani dengan baik.

Memang ada dinamika, ada kegiatan yang tiba-tiba datang seperti kekerasan yang terjadi kemarin. Tapi kepolisian tetap melakukan pencegahan.

Tegas! Jangan memberikan ruang untuk keluar dari apa yang kita kehendaki. Kepada seluruh rakyat mari kita jaga baik-baik negeri ini, kita jaga kehormatan bangsa di negeri sendiri dan dunia internasional.

Tindakan kekerasan kemarin yang dilakukan oleh organisasi tertentu, orang-orang tertentu mencoreng nama baik negara kita di negeri sendiri maupun dunia.

Jangan mencederai seluruh rakyat Indonesia dengan gerakan-gerakan dan tindakan seperti itu. Demikian pernyataan saya, terima kasih.”

Sehari setelah SBY mengeluarkan Lalu (3/6/2008), Kedubes AS mengeluarkan rilis yang disampaikan kepada berbagai media massa Indonesia. Kedubes AS menyatakan jika tindak kekerasan seperti yang terjadi di Monas menimpa massa AKKBB akan memiliki dampak yang serius bagi kebebasan beragama dan berkumpul di Indonesia dan akan menimbulkan masalah keamanan. Kedubes AS juga prihatin terhadap para korban yang terluka dan pihaknya pun menyambut baik sikap SBY agar para pelaku tindak kejahatan segera ditindak secara hukum. Tidak sampai di sini, Kedubes AS pun mendesak pemerintah SBY untuk terus menjunjung kebebasan beragama bagi para warga negaranya sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia.

Di sebagian besar media massa, cetak maupun teve, peristiwa ini mendapat porsi pemberitaan yang sangat besar dengan pemihakan yang sangat kentara. Yang sangat kasar dalam hal ini adalah Metro TV. Dalam aneka acara, Metro TV menyebut Habib Rizieq hanya dengan “Rizieq Shihab”, sedangkan Abdurrahman Wahid dengan sebutan Gus Dur atau KH. Abdurrahman Wahid. Angle pemberitaan pun terasa sekali, bahkan kasar, mencitra-burukkan FPI sebagai organisasi massa yang haus darah, beringas bagaikan preman, dan wajib dibubarkan.

Apa yang dilakukan Metro TV sebenarnya tidaklah aneh karena stasiun teve ini memang sejak lama telah mengakomodir orang-orang dari kelompok liberal dan bukan rahasia umum lagi jika banyak siarannya sangat Americanized. Bagi sebagian kalangan, stasiun teve ini adalah CNN-nya Indonesia.

Lantas, di manakah letak hubungannya dengan kepentingan Zionis-Yahudi, apakah itu bernama Zionis Amerika atau Zionis Israel?

Jika kita jeli, maka AKKBB ini merupakan sebuah aliansi cair dari dua kubu yakni kaum Liberal seperti JIL dan juga kubu non-Muslim seperti KWI dan PGI. Bukan rahasia umum lagi jika JIL merupakan perpanjangan tangan kepentingan Zionis di Indonesia untuk menghancurkan Islam dari dalam. Keterangan tentang hal ini tidak perlu dibahas lagi. Salah satunya silakan lihat situs www.libforall.com dan juga tulisan di eramuslim.com, rubrik Nasional dengan judul “Di mana Habib Rizieq dan Abdurrahjan Wahid Sebelum Kasus Monas” (Ahad, 8/6) tentang Abdurrahman Wahid.

Arah dan strategi pemberitaan sebagian besar media massa kita—cetak maupun teve—secara kasar memang terlihat tidak profesional dan memihak kubu pro-Ahmadiyah. Hal ini sebenarnya berangkat dari strategi Rand Corporation, sebuah lembaga think-tank Amerika yang ingin menghancurkan Islam di Indonesia.

Dalam tulisan keempat akan dipaparkan isi dari strategi Rand Corporation yang ditulis oleh Cheryl Bernard. (bersambung/rizki)

Sumber: www.eramuslim.com

Para Pembela Kafirin Ahmadiyah, Perlukah Mayatnya Disholati?

Oleh Hartono Ahmad Jaiz

Para pembela kafirin Ahmadiyah dan semacamnya terdiri dari orang-orang yang mengaku Islam, dan ada juga yang kafir yakni non Islam. Persoalannya, mereka yang masih mengaku Islam, tetapi kenyataannya justru membela kafirin Ahmadiyah dan kekafiran-kekafiran lainnya, apakah mereka kalau mati, mayatnya perlu disholati?

Sebelum membahas masalah itu, perlu diketahui dulu anatomi gerombolan yang membela kafirin Ahmadiyah dan aneka kekafiran dan kemaksiatan yang orang-orangnya sebagian sudah ketahuan ya yang itu-itu juga.

Mereka yang tertipu Ahmadiyah

Mereka –para cendekiawan dan tokoh masyarakat– yang tertipu oleh penjelasan PB JAI (Pengurus Besar Jemaat Ahmadiyah Indonesia) antara lain bisa dilihat pada harian Media Indonesia edisi 26 Mei 2008 (hal. 13). Secara bersama-sama mereka pasang badan membela kesesatan Ahmadiyah seraya menakut-nakuti dan memprovokasi bahwa ummat Islam yang menolak keberadaan Ahmadiyah kelak akan “mengubah dasar negara Indonesia, Pancasila, mengabaikan konstitusi dan menghancurkan sendi kebersamaan…” melalui pemasangan iklan setengah halaman di media tersebut, dengan isi sebagai berikut:

MARI PERTAHANKAN INDONESIA KITA!

Indonesia menjamin tiap warga bebas beragama. Inilah hak asasi manusia yang dijamin oleh konstitusi. Ini juga inti dari asas Bhineka Tunggal Ika, yang menjadi sendi ke-Indonesiaan kita. Tapi belakangan ini ada sekelompok orang yang hendak menghapuskan hak asasi itu dan mengancam ke-bhineka-an. Mereka juga menyebarkan kebencian dan ketakutan di masyarakat. Bahkan mereka menggunakan kekerasan, seperti yang terjadi terhadap penganut Ahmadiyah yang sejak 1925 hidup di Indonesia dan berdampingan damai dengan ummat lain. Pada akhirnya mereka akan memaksakan rencana mereka untuk mengubah dasar negara Indonesia, Pancasila, mengabaikan konstitusi, dan menghancurkan sendi kebersamaan kita. Kami menyerukan, agar pemerintah, para wakil rakyat, dan para pemegang otoritas hukum, untuk tidak takut kepada tekanan yang membahayakan ke-Indonesia-an itu.

Marilah kita jaga republik kita.

Marilah kita pertahankan hak-hak asasi kita.

Marilah kita kembalikan persatuan kita.


Jakarta 10 Mei 2008

ALIANSI KEBANGSAAN untuk KEBEBASAN BERAGAMA dan BERKEYAKINAN

A. Mubarik Ahmad

A. RAHMAN TOLLENG

A. Sarjono

A. Suti Rahayu

A. SYAFII MAARIF

AA GN Ari Dwipayana

Aan Anshori

Abdul Moqsith Ghazali

Abdul Munir Mulkhan

Abdul Qodir Agil

Abdur Rozaki

Acep Zamzam Nur

Achmad Chodjim

Achmad Munjid

Ade Armando

Ade Rostina Sitompul

Adi Wicaksono

ADNAN BUYUNG NASUTION

Agnes Karyati

Agus Hamonangan

Agustinus

Ahmad Baso

Ahmad Fuad Fanani

Ahmad Nurcholish

Ahmad Sahal

Ahmad Suaedi

Ahmad Taufik

Ahmad Tohari

Akmal Nasery Basral

Alamsyah M. Dja’far

Albait Simbolon

Albertus Patty

Amanda Suharnoko

AMIEN RAIS

Ana Lucia

Ana Situngkir

Anak Agung Aryawan

ANAND KRISHNA

Andar Nubowo

Andreas Harsono

Andreas Selpa

Anick H. Tohari

Antonius Nanang E.P.

Ari A. Perdana

Arianto Patunru

ARIEF BUDIMAN

Arif Zulkifli

Asep Mr.

Asfinawati

Asman Aziz

ASMARA NABABAN

Atika Makarim

Atnike Nova Sigiro

Ayu Utami

AZYUMARDI AZRA

Bachtiar Effendy

Benny Susetyo, SJ

Bivitri Susanti

Bonnie Tryana

BR. Indra Udayana

Budi Purwanto

Butet Kertaredjasa

CHRISTIANTO WIBISONO

Christina Sudadi

Cosmas Heronimus

Daddy H. Gunawan

Daniel Dhakidae

Daniel Hutagalung

Djaposman S

DJOHAN EFFENDI

Doni Gahral Adian

Donny Danardono

Eep Saefulloh Fatah

Eka Budianta

Eko Abadi Prananto

Elga J. Sarapung

Elizabeth Repelita

Elza Taher

Endo Suanda

Erik Prasetya

EVA SUNDARI

F. Wartoyo

Fadjroel Rahman

Fajrime A. Goffar

Farid Ari Fandi

Fenta Peturun

FIKRI JUFRI

Franky Tampubolon

Gabriella Dian Widya

Gadis Arivia

Garin Nugroho

Geovanni C.

Ging Ginanjar

GOENAWAN MOHAMAD

Gomar Gultom

Gus TF Sakai

Gustaf Dupe

GUSTI RATU HEMAS

Hadi Nitihardjo

Hamid Basyaib

Hamim Enha

Hamim Ilyas

Hamka Haq

Haryo Sasongko

Hasif Amini

Hendardi

Hendrik Bolitobi

Herman S. Endro

Heru Hendratmoko

HS DILLON

I Gede Natih

ICHLASUL AMAL

Ifdal Kasim

Ihsan Ali-Fauzi

Ika Ardina

Ikravany Hilman

Imam Muhtarom

Ilma Sovri Yanti

Imadun Rahmad

Indra J. Piliang

Isfahani

J. Eddy Juwono

Jacky Manuputty

Jaduk Feriyanto

Jajang Pamuntjak

Jajat Burhanudin

Jaman Manik

Jeffri Geovanie

Jeirry Sumampow

JN. Hariyanto, SJ

Johnson Panjaitan

JORGA IBRAHIM

Josef Christofel Nalenan

Joseph Santoso

Judo Puwowidagdo

JULIA SURYAKUSUMA

Jumarsih

Kadek Krishna Adidarma

Kartini

Kartono Mohamad

Kautsar Azhari Noer

KEMALA CHANDRA KIRANA

KH. ABDUD TAWWAB

KH. ABDUL A’LA

KH. ABDUL MUHAIMIN

KH. ABDURRAHMAN WAHID

KH. HUSEIN MUHAMMAD

KH. IMAM GHAZALI SAID

KH. M. IMANUL HAQ FAQIH

KH. MUSTOFA BISRI

KH. NURIL ARIFIN

KH. NURUDIN AMIN

KH. RAFE’I ALI

KH. SYARIF USMAN YAHYA

Kristanto Hartadi

L. Ani Widianingtias

Laksmi Pamuntjak

Lasmaida S.P.

Leo Hermanto

LIES MARCOES-NATSIR

Lily Zakiyah Munir

LIN CHE WEI

Lisabona Rahman

Luthfie Assyaukanie

M. Chatib Bisri

M. DAWAM RAHARDJO

M. Guntur Romli

M. Subhan Zamzami

M. Subhi Azhari

M. Syafi’i Anwar

Marco Kusumawijaya

Maria Astridina

Maria Ulfah Anshor

Mariana Amirudin

MARSILAM SIMANJUNTAK

Martin L. Sinaga

Martinus Tua Situngkir

Marzuki Rais

Masykurudin Hafidz

MF. Nurhuda Y

Mira Lesmana

MOCHTAR PABOTTINGI

MOESLIM ABDURRAHMAN

Moh. Monib

Mohammad Imam Aziz

Mohtar Mas’oed

Monica Tanuhandaru

Muhammad Kodim

Muhammad Mawhiburrahman

Mulyadi Wahyono

MUSDAH MULIA

Nathanael Gratias

Neng Dara Affiah

Nia Sjarifuddin

Nirwan Dewanto

Noldy Manueke

Nong Darol Mahmada

NONO ANWAR MAKARIM

Noorhalis Majid

Novriantoni

Nugroho Dewanto

Nukila Amal

Nur Iman Subono

Pangeran Djatikusumah

Panji Wibowo

Patra M. Zein

Permadi

Pius M. Sumaktoyo

Putu Wijaya

Qasim Mathar

R. Muhammad Mihradi

R. Purba

Rachland Nashidik

Rafendi Djamil

Raharja Waluya Jati

Raja Juli Antoni

Rasdin Marbun

RATNA SARUMPAET

Rayya Makarim

Richard Oh

Rieke Dyah Pitaloka

RIZAL MALARANGENG

Robby Kurniawan

Robertus Robett

Rocky Gerung

Rosensi

Roslin Marbun

Rumadi

Saiful Mujani

Saleh Hasan Syueb

Sandra Hamid

Santi Nuri Dharmawan

Santoso

Saor Siagian

Sapardi Djoko Damono

Sapariah Saturi Harsono

SAPARINAH SADLI

Saras Dewi

Save Degun

SHINTA NURIYAH WAHID

Sijo Sudarsono

Sitok Srengenge

Slamet Gundoro

Sondang

Sri Malela Mahargasari

St. Sunardi

Stanley Adi Prasetyo

Stanley R. Rambitan

Sudarto

Suryadi Radjab

SUSANTO PUDJOMARTONO

Syafiq Hasyim

Syamsurizal Panggabean

Sylvana Ranti-Apituley

Sylvia Tiwon

Tan Lioe Ie

Tatik Krisnawaty

TAUFIK ABDULLAH

Taufik Adnan Amal

TGH Imran Anwar

TGH Subki Sasaki

Tjiu Hwa Jioe

Tjutje Mansuela H.

TODUNG MULYA LUBIS

Tommy Singh

Toriq Hadad

Tri Agus S. Siswowiharjo

Trisno S. Sutanto

Uli Parulian Sihombing

ULIL ABSHAR-ABDALLA

Usman Hamid

Utomo Dananjaya

Victor Siagian

Vincentius Tony V.V.Z

Wahyu Andre Maryono

Wahyu Effendi

Wahyu Kurnia I

Wardah Hafiz

Wiwin Siti Aminah Rohmawati

WS RENDRA

Wuri Handayani

Yanti Muchtar

Yayah Nurmaliah

Yenni Rosa Damayanti

YENNY ZANNUBA WAHID

Yohanes Sulaiman

Yosef Adventus Febri P.

Yosef Krismantoyo

Yudi Latif

Yuyun Rindiastuti

Zacky Khairul Umam

Zaim Rofiqi

Zen Hae

Zainun Kamal

Zakky Mubarok

Zuhairi Misrawi

Zulkifli Lubis

Zuly Qodir

Di bagian paling bawah iklan pendukung kesesatan itu tercantum undangan untuk menghadiri APEL AKBAR yang diselenggarakan tanggal 1 Juni 2008, pukul 13.00 – 16.00 WIB di Lapangan MONAS-JAKARTA.

Setidaknya kita tahu, itulah nama-nama para tokoh yang berhasil ditipu mentah-mentah oleh Ahmadiyah yang sesat dan menyesatkan, serta berhasil menipu rakyat miskin yang kurang bekal iman.

Setelah muncul iklan yang sifatnya provokatif itu kemudian terjadi bentrokan di Monas Jakarta, Ahad 1 Juni 2008. Untuk mengetahui para pendukung Ahmadiyah itu ada netter yang menulis sebagai berikut:

Membongkar Jaringan AKKBB

Nama Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) menjadi buah bibir setelah peristiwa rusuh di silang Monas pada hari ahad siang, 1 Juni 2008. Sebelumnya, aliansi ini sering kali diidentikan dengan gerakan pembelaan terhadap kelompok sesat Ahmadiyah, sebuah kelompok yang mengaku bagian dari Islam namun memiliki kitab suci Tadzkirah—bukan al-Qur’an—dan Rasul Mirza Ghulam Ahmad, bukan Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Jika menilik perjalanan historis dan ideologi kelompok sesat Ahmadiyah dengan AKKBB, maka akan bisa ditemukan benang merahnya, yakni permusuhan terhadap syariat Islam, pertemanan dengan kalangan Zionis, mengedepankan berbaik sangka terhadap non-Muslim dan mendahulukan kecurigaan terhadap kaum Muslimin.

Ketika Ahmadiyah lahir di India, Mirza Ghulam Ahmad mengeluarkan seruan agar umat Islam India taat dan tsiqah kepada penjajah Inggris, dan mengharamkan jihad melawan Inggris. Padahal saat itu, banyak sekali perwira-perwira tentara Inggris, para penentu kebijakannya, terdiri dari orang-orang Yahudi Inggris seperti Jenderal Allenby dan sebagainya. Dengan kata lain, seruan Ghulam Ahmad dini sesungguhnya mengusung kepentingan kaum Yahudi Inggris.

Bagaimana dengan AKKBB? Aliansi cair ini terdiri dari banyak organisasi, lembaga swadaya masyarakat, dan juga kelompok-kelompok “keagamaan“, termasuk kelompok sesat Ahmadiyah. Mereka yang tergabung dalam AKKBB adalah:

- Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP)

- National Integration Movement (NIM)

- The Wahid Institute

- Kontras

- LBH Jakarta

- Jaingan Islam Kampus (JIK(

- Jaringan Islam Liberal (JIL(

- Lembaga Studi Agama dan Filsafat (LSAF)

- Generasi Muda Antar Iman (GMAI)

- Institut Dian/Interfidei

- Masyarakat Dialog Antar Agama

- Komunitas Jatimulya

- eLSAM

- Lakpesdam NU

- YLBHI

- Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika

- Lembaga Kajian Agama dan Jender

- Pusaka Padang

- Yayasan Tunas Muda Indonesia

- Konferensi Waligereja Indonesia (KWI)

- Crisis Center GKI

- Persekutuan Gereja-gereeja Indonesia (PGI)

- Forum Mahasiswa Ciputat (Formaci)

- Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI)

- Gerakan Ahmadiyah Indonesia

- Tim Pembela Kebebasan Beragama

- El Ai Em Ambon

- Fatayat NU

- Yayasan Ahimsa (YA) Jakarta

- Gedong Gandhi Ashram (GGA) Bali

- Koalisi Perempuan Indonesia

- Dinamika Edukasi Dasar (DED) Yogya

- Forum Persaudaraan antar Umat Beriman Yogyakarta

- Forum Suara Hati Kebersamaan Bangsa (FSHKB) Solo

- SHEEP Yogyakarta Indonesia

- Forum Lintas Agama Jawa Timur Surabaya

- Lembaga Kajian Agama dan Sosial Surabaya

- LSM Adriani Poso

- PRKP Poso

- Komunitas Gereja Damai

- Komunitas Gereja Sukapura

- GAKTANA

- Wahana Kebangsaan

- Yayasan Tifa

- Komunitas Penghayat

- Forum Mahasiswa Syariah se-Indonesia NTB

- Relawan untuk Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (REDHAM) Lombok

- Forum Komunikasi Lintas Agama Gorontalo

- Crisis Center SAG Manado

- LK3 Banjarmasin

- Forum Dialog Antar Kita (FORLOG-Antar Kita) Sulsel Makassar

- Jaringan Antar Iman se-Sulawesi

- Forum Dialog Kalimantan Selatan (FORLOG Kalsel) Banjarmasin

- PERCIK Salatiga

- Sumatera Cultural Institut Medan

- Muslim Institut Medan

- PUSHAM UII Yogyakarta

- Swabine Yasmine Flores-Ende

- Komunitas Peradaban Aceh

- Yayasan Jurnal Perempuan

- AJI Damai Yogyakarta

- Ashram Gandhi Puri Bali

- Gerakan Nurani Ibu

- Rumah Indonesia

Menurut data yang ada, AKKBB merupakan aliansi cair dari 64 organisasi, kelompok, dan lembaga swadaya masyarakat. Banyak, memang. Tapi kebanyakan merupakan organisasi ‘ladang tadah hujan’ yang bersifat insidental dan aktivitasnya tergantung ada ‘curah hujan’ atau tidak. Maksudnya, kelompok atau organisasi yang hanya dimaksudkan untuk menampung donasi dari sponsor asing, dan hanya bergerak jika ada dana keras yang tersedia. (lebih lengkapnya lihat: rz/eramuslim)

Tentang demo di Monas Jakarta yang AKKBB tidak mendapatkan izin lokasi di Monas namun tetap ke sana, kemudian terjadi bentrok dengan FPI (Front Pembela Islam) 1 Juni 2008, ada yang mengaku dibayar. Berikut ini beritanya:

Anggota AKK-BB Mengaku Dibayar Saat Demo

Seorang anggota AKK-BB, Asep, sungkem ke markas FPI Jalan Petamburan,

Jakarta. Katanya, dia tak tau apa-apa. Diajak demo, dibayar Rp. 25 ribu

Hidayatullah. com—Asep (30) seorang pemuda Matraman, Jakarta, mendatangi Habib Rizieq di kantornya, Jalan Petamburan, Jakarta Barat.

Pria yang mengaku anggota Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama

dan Berkeyakinan (AKKBB), Asep mendatangi markas FPI untuk menyampaikan penyesalanya ikut aksi di Monas.

Saya menyesal dan insyaf dan tidak mau demo lagi. Saya juga tidak mau

dendam terhadap laskar Islam,” ujar Asep kepada wartawan di Markas FPI

Petamburan, Jakarta Selasa siang (3/6).

Mengenakan kaos biru dan kedua tanganya masih diperban, Asep menjelaskan, perihal keikutsertaan dalam aksi di Monas, Ahad (1/6) lalu. Menurut Asep, dirinya hanyalah pemuda kampung yang tidak mengetahui tentang AKK-BB. Sebab, dirinya saat melakukan demo hanya dibayar. Saya dibayar 25 ribu untuk aksi ini dan ditambah 15 ribu karena luka-luka,” ungkapnya.

Pria lugu ini tak tahu-menahu jika AKK-BB merupakan pihak yang mendukung Ahmadiyah. Saat dirinya di taman air mancur Monas, dirinya dan temannya, Junaidi untuk ikut aksi AKK-BB. Akhirnya, dirinya dan temannya pun langsung mengiyakan ajakan anggota AKK-BB.

Kedatangan Asep ke kantor FPI setelah bertemu temannya. “Saya ke sini setelah bertemu Nouval. Saya insyaf, “ ujar Asep. Kami bersama dari rerekan -rekan laskar lain telah meminta maaf kepada Asep dan telah menyiapkan dokter ortopedi. Sebenarnya masih ada sembilan

orang lagi, yang siap mengaku karena dibayar oleh AKK-BB,” ujar Habib Rizieq. [cha, berbagai sumber/www.hidayatu llah.com &lt;http://hidayatullah .com/> ]


Perlukah mereka kalau mati disholati?

Di antara yang nama-namanya diiklankan dan pasang badan (298 orang) untuk membela Ahmadiyah itu ada nama-nama yang memang bukan Islam alias kafir. Tetapi kebanyakan mengaku beragama Islam, bahkan pakai sebutan KH alias Kyai Haji.

Adapun yang jelas-jelas kafir maka tentu saja tidak ada urusan dengan Islam. Yang jadi masalah adalah priyantun-priyantun (orang-orang) yang mengaku Islam, bahkan gelar kedoktorannya di bidang ilmu Islam atau bekerja bahkan memimpin perguruan tinggi Islam, atau menyandang gelar Kyai Haji (KH) yang otomatis citranya adalah ulama Islam.

Bal’am-Bal’am (nama ulama yang jadi pembela kekafiran) baru ini telah mengabdikan diri mereka untuk kekafiran, dan memojokkan ummat Islam sejadi-jadinya, bahkan memojokkan para ulama yang telah memfatwakan murtadnya kaum Ahmadiyah dan haramnya sepilis (sekulerisme, pluralisme agama, dan liberalisme). Itu semua jelas membela kekafiran bahkan kemurtadan (murtad lebih buruk dibanding kafir biasa).

Di dalam Islam, amalan yang tertinggi adalah jihad fi sabilillah, li I’la-I kalimatillah, berjihad di jalan Allah untuk meninggikan kalimah (agama) Allah. Ini sebaliknya, yang mereka perjuangkan justru meninggikan kalimah syaithon. Berarti bertabrakan secara diametrical, maka kesimpulannya pun berbalikan. Kalau jihad fi sabilillah itu mendapatkan kedudukan yang mulia di dalam Islam, sebaliknya menjunjung kalimah syaithon dan membela kekafiran itu sangat hina.

أُولَئِكَ الَّذِينَ اشْتَرَوُا الضَّلَالَةَ بِالْهُدَى فَمَا رَبِحَتْ تِجَارَتُهُمْ وَمَا كَانُوا مُهْتَدِينَ(16)

Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk. (QS Al-Baqarah: 16).

أُولَئِكَ الَّذِينَ اشْتَرَوُا الضَّلَالَةَ بِالْهُدَى وَالْعَذَابَ بِالْمَغْفِرَةِ فَمَا أَصْبَرَهُمْ عَلَى النَّارِ(175)

Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk dan siksa dengan ampunan. Maka alangkah beraninya mereka menentang api neraka! (QS Al-Baqarah: 175).

] لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَى لِسَانِ دَاوُدَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ ! كَانُوا لاَ يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوهُ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ ! تَرَى كَثِيرًا مِنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنْفُسُهُمْ أَنْ سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَفِي الْعَذَابِ هُمْ خَالِدُونَ[

“Telah dila`nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan `Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu. Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan. “ (Al-Maidah : 78 s.d. 80).

Kalau kita perhatikan, maka yang banyak terjadi adalah sikap Mudahanah yaitu menjilat orang-orang kafir untuk mendapatkan kucuran dunia, bahkan lebih dari itu adalah sikap muwalat kepada mereka; setia kepada mereka dan kepada agama mereka dengan mengorbankan Islam dan umat Islam. Inilah suatu kekufuran yang dilakukan oleh orang-orang rendah. Mereka suka berkomentar buruk tentang Islam dan orangnya, menuduh dan menyudutkannya. Semua itu demi menyenangkan hati majikan yang kafir atau demi ambisi pribadi. Mereka suka berkumpul dengan orang kafir untuk membicarakan orang Islam atau untuk merajut ukhuwah dan mahabbah di antara mereka. Bagi mereka, dekat dengan orang kafir lebih menguntungkan dari pada dekat dengan orang muslim. Prilaku ini adalah prilaku munafik murni, Allah berfirman:

] وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَى مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ رَأَيْتَ الْمُنَافِقِينَ يَصُدُّونَ عَنْكَ صُدُودًا[

“Apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul”, niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu.” (an-Nisa’: 61)

Inilah sebab kekacauan dan kehancuran, karena keselamatan dari fitnah hanya bisa dicapai dengan menegakkan aqidah Wala’ dan Bara’. Perhatikanlah firman Allah berikut ini:

] وَالَّذِينَ كَفَرُوا بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ إِلَّا تَفْعَلُوهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ[

Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (al-Anfal: 73)

Ibnu Katsir berkata: “Kalau kamu menjauhi orang-orang musyrik dan berwala’ kepada orang-orang mukmin, jika tidak maka terjadilah fitnah, yaitu campur baurnya orang mukmin dan orang kafir, sehingga terjadilah kerusakan yang besar dan berkepanjangan.” (Makalah AQIDAH WALA’ DAN BARA’ Oleh: Ust. Agus Hasan Bashari Lc, M. Ag).

Bila kecenderungan mereka justru membela orang kafir dalam melawan Islam, maka mereka itu dikhawatirkan akan tergolong dalam barisan kafirin. Karena Nabi Muhammad shallallah ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ *. (أبو داود).

“Man tasyabbaha biqoumin fahuwa minhum.”

“Barangsiapa menyerupai dengan suatu kaum maka dia termasuk mereka.” (Hadits riwayat Abu Daud, dan At-Thabrani dalam al-Ausath, dari Hudzaifah, berderajat hasan/ baik).

Keadaan orang yang membela orang kafir (Yahudi, Nasrani, musyrikin, komunis, sekuler, nasionalis yang meremehkan Islam, kelompok sesat yang telah masyhur keluar dari Islam seperti Ahmadiyah, Baha’I, Syi’ah ghulat, Lia Eden dan pengikutnya, nabi-nabi palsu seperti Ahmad Moshaddeq, Abdurrahman –nabi palsu mengaku reinkarnasi/ perwujudan kembali Nabi Muhammad saw dari kelompok Lia Eden, gerombolan musyrikin baru dengan nama pluralisme agama yang ada di berbagai perguruan tinggi Islam dan lembaga-lembaga yang biasanya didanai kafirin dan lain-lain) ini bisa dibandingkan dengan orang Islam, yang karena bergabung dengan kepentingan kafirin, maka mereka dimasukkan ke neraka jahannam.

إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ قَالُوا فِيمَ كُنْتُمْ قَالُوا كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِي الْأَرْضِ قَالُوا أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُوا فِيهَا فَأُولَئِكَ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَسَاءَتْ مَصِيرًا(97).

“Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya: “Dalam keadaan bagaimana kamu ini?” Mereka menjawab: “Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Makkah)”. Para malaikat berkata: “Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?” Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS An-Nisaa’:/ 4:97).

أنَّ ناسا من المسلمين كانوا مع المشركين ، يُكَثِّرُونَ سوادَ المشركِينَ على عهد رسولِ الله صلى الله عليه وسلم : يأتي السَّهْمُ يُرْمَى به ، فيُصيبُ أَحَدَهُمْ فيقتُله،أو يُضْرَبُ فَيُقتَلُ، فأنزل اللهُ {إنَّ الذين تَوَفَّاهُم الملائكةُ ظالمِي أَنفُسِهم… } [ النساء : 97 ]. أَخرجه البخاري.

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa di antara pasukan musyrikin terdapat Kaum Muslimin Makkah (yang masih lemah imannya, tidak ikut berhijrah padahal mereka mampu berhijrah ke Madinah) yang turut berperang menentang Rasulullah SAW sehingga ada yang terbunuh karena panah atau pedang pasukan Rasulullah. Maka turunlah ayat ini (QS 4:97) sebagai penjelasan hukum bagi Muslimin yang lemah imannya, yang menganiaya dirinya (mampu membela Islam tetapi tidak melakukannya). (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari bersumber dari Ibnu Abbas).

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa nama orang-orang yang menambah jumlah musyirkin itu antara lain Qais bin Walid bin

Mughirah, Abu Qais bin al-Faqih bin Mughirah, Walid bin ‘Uthbah bin Rabi’ah, ‘Amr bin Umayyah bin Sufyan, dan Ali bin ‘Umayyah bin Khalaf. Dan selanjutnya dikemukakan bahwa peristiwanya terjadi pada peperangan Badr, di saat mereka melihat jumlah Kaum Muslimin sangat sedikit, timbullah rasa keragu-raguan pada mereka dan berkata: “Tertipu mereka (orang-orang Muslim) dengan agamanya”. Orang tersebut di atas mati terbunuh di perang Badr itu. (Diriwayatkan oleh Ibnu Marduwaih, lihat KHQ Shaleh dkk, Asbabun Nuzul, CV Diponegoro, cet 7, 1985, hal 152).

Di sini jelas, orang yang mengaku Islam namun membela orang kafir, matinya masuk neraka jahannam. Karena sebenarnya mereka yang Islam itu mampu untuk berhijrah namun enggan berhijrah, akibatnya mereka dipaksa oleh kafirin untuk membela orang kafir, hingga matinya tergolong kafir maka masuk neraka jahannam.

Bagaimana pula orang-orang sekarang yang tidak dipaksa oleh kafirin, dan tidak di negeri kafir, sedang mereka mampu untuk bergabung dengan Muslimin untuk membela Islam, namun pilih bergabung dengan kafirin (Yahudi, Nasrani, komunis, sekuler, nasionalis yang meremehkan Islam, kelompok sesat yang telah masyhur keluar dari Islam seperti Ahmadiyah, Baha’I, Syi’ah ghulat, Lia Eden dan pengikutnya, nabi-nabi palsu seperti Ahmad Moshaddeq, Abdurrahman –nabi palsu mengaku reinkarnasi/ perwujudan kembali Nabi Muhammad saw dari kelompok Lia Eden, gerombolan musyrikin baru dengan nama pluralisme agama yang ada di berbagai perguruan tinggi Islam dan lembaga-lembaga yang biasanya didanai kafirin dan lain-lain) untuk melawan Islam?

Kalau mereka beralasan bahwa dukungannya terhadap kafirin itu hanya sikap politiknya, sikap pergaulannya, sedang agamanya tetap Islam, maka ada ayat yang bisa jadi rujukan untuk mengkaji masalah itu.

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللَّهِ وَءَايَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ(65). لاَ تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ إِنْ نَعْفُ عَنْ طَائِفَةٍ مِنْكُمْ نُعَذِّبْ طَائِفَةً بِأَنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ(66).

“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab: Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja. Katakanlah: Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya, Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok? Tidak usah kamu meminta maaf, karena kamu kafir setelah beriman…” (QS At-Taubah/ 9: 65-66).

Orang-orang yang telah kafir akibat membela kafirin dalam melawan Islam itu, ketika mati hukumnya seperti orang murtad. Yaitu jangan dimandikan, jangan dishalati atau dikubur di pekuburan Muslimin.

Allah SWT berfirman:

وَلاَ تُصَلِّ عَلَى أَحَدٍ مِنْهُمْ مَاتَ أَبَدًا وَلَا تَقُمْ عَلَى قَبْرِهِ إِنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَاتُوا وَهُمْ فَاسِقُونَ(84).

“Dan janganlah kamu sekali-kali menshalati (jenazah) seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik (keluar dari tha’at).” (QS At-Taubah/ 9:84).

Ayat-ayat dan hadits telah menjelaskan dalam masalah ini. Ancaman-ancamannya telah jelas. Bahayanya pun nyata, sangat merugikan Islam. Apabila mereka mati dan disholati maka akan mengakibatkan bahwa membela kekafiran dan menghalangi Islam pun masih dihargai oleh Islam, maka akan terjadi kecenderungan orang akan tidak takut menghujat Islam; di samping itu akan campur aduk antara yang haq dengan yang batil. Sedangkan itu merupakan larangan. Oleh karena itu bagi mereka yang telah terbukti sah benar-benar nyata membela kekafiran dan menyerang Islam serta tidak ada halangan lagi (sudah memenuhi syarat-syaratnya) secara syar’I untuk dinyatakan kekafirannya, maka bangkainya tidak perlu disholati.

Sumber:http://www.nahimunkar.com

Membongkar Jaringan AKKBB (Bagian 2)

Bulan Mei lalu, ada dua isu panas di tengah masyarakat kita. Pertama soal rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Yang kedua, soal kelompok sesat Ahmadiyah yang hendak dibubarkan namun mendapat dukungan dari koalisi liberal dan kelompok non-Muslim.

Di saat itulah, Abdurrahman Wahid terbang ke Amerika Serikat memenuhi undangan Shimon Wiesenthal Center (SWC) untuk menerima Medal of Valor, Medali Keberanian. Selain untuk menerima medali tersebut, Durahman juga menyatakan ikut merayakan hari kemerdekaan Israel, sebuah hari di mana bangsa Palestina dibantai besar-besaran dan diusir dari tanah airnya.

Medali ini dianugerahkan kepada mantan presiden RI ini dikarenakan Durahman dianggap sebagai sahabat paling setia dan paling berani terang-terangan menjadi pelindung kaum Zionis-Yahudi dunia di sebuah negeri mayoritas Muslim terbesar seperti Indonesia.

Acara penganugerahan medali tersebut dilakukan dalam sebuah acara makan malam istimewa yang dihadiri banyak tokoh Zionis Amerika dan Israel, termasuk aktor pro-Zionis Will Smith (The Bad Boys Movie), di Beverly Wilshire Hotel, 9500 Wilshire Blvd., Beverly Hills, Selasa (6 Mei), dimulai pukul 19.00 waktu Los Angeles.

Lazimnya acara penganugerahan penghargaan, maka dalam acara ini pun selain medali, ada juga sejumlah dollar yang dihadiahkan Shimon Wiesenthal Center kepada sang penerima. Hanya saja, berapa besar jumlah hadiah berupa uang ini tidak disebutkan dalam situs resmi Wiesenthal Center tersebut (www.wiesenthal.com).

Dalam acara dinner yang dihadiri tokoh-tokoh Zionis Amerika dan Israel, di antaranya C. Holland Taylor (CEO LibForAll), Rabbi Marvin Hier (Pendiri SWC, dinobatkan oleh Newsweek Magazines sebagai Rabbi paling berpengaruh nomor satu di AS tahun 2007-2008), Rabbi Abraham Cooper (menempati urutan ke-25 Rabbi paling berpengaruh di AS tahun 2008), CEO Sony Corporation, dan lainnya, antara penerima penghargaan dengan tuan rumah—para Zionis Amerika dan Israel tersebut—berlangsung obrolan santai namun serius.

Selain isu Ahmadiyah, topik kontroversi kenaikan harga BBM yang tengah hangat di dalam negeri (Indonesia) diduga kuat menjadi salah satu bahan pembicaraan mereka mengingat kebijakan pemerintahan SBY tersebut sesungguhnya mengikuti Grandesign Washington agar harga minyak di Indonesia bisa sama dengan harga minyak di New York, sesuai Letter of Intent (LOI) dengan IMF pada tahun 1999. DI tahun 2000, USAID pun telah mengucurkan dollar dalam jumlah besar kepada pemerintah RI untuk memuluskan liberalisasi sektor Migas (silakan baca wawancara eramuslim dengan Revrisond Baswir dalam rubrik bincang-bincang).

Target IMF untuk menyamakan harga BBM di New York dengan di Indonesia sebenarnya sudah harus tercapai pada tahun 2005, namun tersendat-sendat karena penolakan dari rakyat Indonesia sangat kuat. Sebab itu, di tahun 2008 ini Amerika agaknya tidak mau hal tersebut tersendat lagi. “Penyesuaian” harga BBM harus terus jalan. Zionis-Amerika sangat berkepentingan dengan hal ini, sebab itu mereka mendesak pemerintahan SBY yang memang sangat takut dan tunduk tanpa reserve pada AS agar segera menaikkan harga BBM. Bagaimana takutnya SBY terhadap AS bisa kita lihat sendiri saat Presiden Bush datang ke Bogor, 20 November 2006, di mana persiapan yang dilakukan pemerintah ini sangat keterlaluan berlebihan dan cenderung paranoid.

Pada tanggal 24 Mei 2008, pemerintah menaikkan harga BBM. Abdurrahman Wahid sudah tiba di tanah air. Untuk menekan penolakan, pemerintah SBY (lagi-lagi) memberi ‘permen’ kepada sebagian rakyat miskin bernama Bantuan Langsung Tunai (BLT). Namun Social bumper ini malah menjadi bulan-bulanan kecaman ke pemerintah. Gelombang unjuk rasa dilakukan mahasiswa dan elemen-elemen rakyat. Tokoh-tokoh nasional seperti Amien Rais dan Wiranto pun sudah terbuka menyatakan ‘perang’ terhadap sikap pemerintah menaikkan harga BBM. Banyak kalangan berfikir, demo-demo ini akan meningkat eskalasinya hingga jadi besar, bahkan bukan mustahil rusuh Mei 1998 terulang kembali. Teriakkan “Turunkan SBY-JK!” sudah terdengar di mana-mana. Pihak kepolisian menerapkan status Siaga Satu saat itu.

Sejak itu tiada hari tanpa demo. Istana merupakan tempat paling favorit para pendemo. Hari ahad, 1 Juni 2008, sejumlah elemen masyarakat termasuk massa dan anggota PDIP dan elemen umat Islam seperti FUI, HTI, dan FPI, sudah mengantungi izin untuk melakukan aksi unjuk rasa di Monas, Jakarta. Sedangkan AKKBB menurut laporan ke pihak kepolisian hanya melakukan aksi unjuk rasa di Bundaran HI, sekitar tiga kilometer dari kawasan Silang Monas.

Jalur Demo dan Polisi Yang Aneh

Dari Bundaran HI, tiba-tiba massa AKKBB bergerak long-march ke kawasan silang Monas yang sudah dipenuhi massa umat Islam yang tengah berdemo. Padahal pemberitahuannya hanya ke Bundaran HI. Aparat kepolisian berusaha mencegah massa AKKBB yang sebagiannya merupakan pendemo bayaran yang sesungguhnya tidak tahu apa-apa menuju silang Monas di mana massa elemen umat Islam tengah melakukan demo, agar tidak terjadi bentrok.

Namun massa AKKBB membandel dan polisi (anehnya) tidak mampu menghalangi massa AKKBB mendekati massa umat Islam. Setelah berdekatan, orator dari massa AKKBB memprovokasi massa umat Islam yang banyak terdiri dari para laskar meneriakkan, “Laskar setan!” dan sebagainya. Terang, mendapat provokasi seperti ini anak-anak muda dari massa Islam marah. Apalagi di antara massa AKKBB yang berada di dekat massa Islam ada yang membawa-bawa spanduk besar berisi penolakan SKB Ahmadiyah. Ini jelas provokasi. Anak-anak Laskar Islam pun menyerbu massa AKKBB. Dan terjadilah rusuh Monas.

Dalam tulisan ketiga, akan dipaparkan keanehan lainnya ba’da peristiwa Monas yaitu sikap SBY yang tiba-tiba cepat tanggap (biasanya peragu dan lamban), respon Kedubes AS dan pejabat Kedubes AS yang menjenguk korban, plintiran media massa baik itu cetak maupun teve, dan sebagainya.

Apa pun itu, semua ini telah berhasil membelokkan isu utama negeri ini dari yang tadinya menyoroti kenaikan BBM dan penolakan Ahmadiyah, menjadi isu sentral pembubaran FPI. Baik SBY maupun para liberalis dan non-Muslim yang tergabung dalam AKKBB (termasuk kelompok sesat Ahamdiyah) diuntungkan.

Sumber: www.eramuslim.com

Membongkar Jaringan AKKBB (Bagian 1)

Nama Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) menjadi buah bibir setelah peristiwa rusuh di silang Monas pada hari ahad siang, 1 Juni 2008. Sebelumnya, aliansi ini sering kali diidentikan dengan gerakan pembelaan terhadap kelompok sesat Ahmadiyah, sebuah kelompok yang mengaku bagian dari Islam namun memiliki kitab suci Tadzkirah—bukan al-Qur’an—dan Rasul Mirza Ghulam Ahmad, bukan Rasulullah Muhammad SAW.

Jika menilik perjalanan historis dan ideologi kelompok sesat Ahmadiyah dengan AKKBB, maka akan bisa ditemukan benang merahnya, yakni permusuhan terhadap syariat Islam, pertemanan dengan kalangan Zionis, mengedepankan berbaik sangka terhadap non-Muslim dan mendahulukan kecurigaan terhadap kaum Muslimin.

Ketika Ahmadiyah lahir di India, Mirza Ghulam Ahmad mengeluarkan seruan agar umat Islam India taat dan tsiqah kepada penjajah Inggris, dan mengharamkan jihad melawan Inggris. Padahal saat itu, banyak sekali perwira-perwira tentara Inggris, para penentu kebijakannya, terdiri dari orang-orang Yahudi Inggris seperti Jenderal Allenby dan sebagainya. Dengan kata lain, seruan Ghulam Ahmad dini sesungguhnya mengusung kepentingan kaum Yahudi Inggris.

Bagaimana dengan AKKBB? Aliansi cair ini terdiri dari banyak organisasi, lembaga swadaya masyarakat, dan juga kelompok-kelompok “keagamaan”, termasuk kelompok sesat Ahmadiyah. Mereka yang tergabung dalam AKKBB adalah:

  • Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP)
  • National Integration Movement (IIM)
  • The Wahid Institute
  • Kontras
  • LBH Jakarta
  • Jaingan Islam Kampus (JIK)
  • Jaringan Islam Liberal (JIL)
  • Lembaga Studi Agama dan Filsafat (LSAF)
  • Generasi Muda Antar Iman (GMAI)
  • Institut Dian/Interfidei
  • Masyarakat Dialog Antar Agama
  • Komunitas Jatimulya
  • eLSAM
  • Lakpesdam NU
  • YLBHI
  • Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika
  • Lembaga Kajian Agama dan Jender
  • Pusaka Padang
  • Yayasan Tunas Muda Indonesia
  • Konferensi Waligereja Indonesia (KWI)
  • Crisis Center GKI
  • Persekutuan Gereja-gereeja Indonesia (PGI)
  • Forum Mahasiswa Ciputat (Formaci)
  • Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI)
  • Gerakan Ahmadiyah Indonesia
  • Tim Pembela Kebebasan Beragama
  • El Ai Em Ambon
  • Fatayat NU
  • Yayasan Ahimsa (YA) Jakarta
  • Gedong Gandhi Ashram (GGA) Bali
  • Koalisi Perempuan Indonesia
  • Dinamika Edukasi Dasar (DED) Yogya
  • Forum Persaudaraan antar Umat Beriman Yogyakarta
  • Forum Suara Hati Kebersamaan Bangsa (FSHKB) Solo
  • SHEEP Yogyakarta Indonesia
  • Forum Lintas Agama Jawa Timur Surabaya
  • Lembaga Kajian Agama dan Sosial Surabaya
  • LSM Adriani Poso
  • PRKP Poso
  • Komunitas Gereja Damai
  • Komunitas Gereja Sukapura
  • GAKTANA
  • Wahana Kebangsaan
  • Yayasan Tifa
  • Komunitas Penghayat
  • Forum Mahasiswa Syariahse-Indonesia NTB
  • Relawan untuk Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (REDHAM) Lombok
  • Forum Komunikasi Lintas Agama Gorontalo
  • Crisis Center SAG Manado
  • LK3 Banjarmasin
  • Forum Dialog Antar Kita (FORLOG-Antar Kita) Sulsel Makassar
  • Jaringan Antar Iman se-Sulawesi
  • Forum Dialog Kalimantan Selatan (FORLOG Kalsel) Banjarmasin
  • PERCIK Salatiga
  • Sumatera Cultural Institut Medan
  • Muslim Institut Medan
  • PUSHAM UII Yogyakarta
  • Swabine Yasmine Flores-Ende
  • Komunitas Peradaban Aceh
  • Yayasan Jurnal Perempuan
  • AJI Damai Yogyakarta
  • Ashram Gandhi Puri Bali
  • Gerakan Nurani Ibu
  • Rumah Indonesia

Menurut data yang ada, AKKBB merupakan aliansi cair dari 64 organisasi, kelompok, dan lembaga swadaya masyarakat. Banyak, memang. Tapi kebanyakan merupakan organisasi ‘ladang tadah hujan’ yang bersifat insidental dan aktivitasnya tergantung ada ‘curah hujan’ atau tidak. Maksudnya, kelompok atau organisasi yang hanya dimaksudkan untuk menampung donasi dari sponsor asing, dan hanya bergerak jika ada dana keras yang tersedia.

Namun ada beberapa yang memang memiliki ideologi yang jelas dan bergerak di akar rumput. Walau demikian, yang terkenal hanya ada beberapa dan inilah yang menjadi motor penggerak utama dari aliansi besar ini.

Keseluruhan organisasi dan kelompok ini sebenarnya bisa disatukan dalam satu kata, yakni: Amerika. Kita tentu paham, Amerika adalah gudang dari isme-isme yang “aneh-aneh” seperti gerakan liberal, gerakan feminisme, HAM, Demokrasi, dan sebagainya. Ini tentu dalam tataran ide atau Das Sollen kata orang Jerman.

Namun dalam tataran faktual, yang terjadi di lapangan ternyata sebaliknya. Kalangan intelektual dunia paham bahwa negara yang paling anti demokrasi di dunia adalah Amerika, negara yang paling banyak melanggar HAM adalah Amerika, negara yang merestui pasangan gay dan lesbian menikah (di gereja pula!) atas nama liberalisme adalah Amerika, dan sebagainya. Dan kita tentu juga paham, ada satu istilah yang bisa menghimpun semua kebobrokkan Amerika sekarang ini: ZIONISME.

Bukan kebetulan jika banyak tokoh-tokoh AKKBB merupakan orang-orang yang merelakan dirinya menjadi pelayan kepentingan Zionisme Internasional. Sebut saja Abdurrahman Wahid, ikon Ghoyim Zionis Indonesia. Lalu ada Ulil Abshar Abdala dan kawan-kawannya di JIL, lalu Goenawan Muhammad yang pada tahun 2006 menerima penghargaan Dan David Prize dan uang kontan senilai US$ 250, 000 di Tel Aviv (source: indolink.com), dan sejenisnya. Tidak terhitung berapa banyak anggota AKKBB yang telah mengunjungi Israel sambil menghujat gerakan Islam Indonesia di depan orang-orang Ziuonis Yahudi di sana.

Mereka ini memang bergerak dengan mengusung wacana demokrasi, HAM, anti kekerasan, pluralitas, keberagaman, dan sebagainya. Sesuatu yang absurd sesungguhnya karena donatur utama mereka, Amerika, terang-terangan menginjak-injak prinsip-prinsip ini di berbagai belahan dunia seperti di Palestina, Irak, Afghanistan, dan sebagainya.

Jelas, bukan sesuatu yang aneh jika kelompok seperti ini membela Ahmadiyah. Karena Ahmadiyah memang bagian dari mereka, bagian dari upaya pengrusakkan dan penghancuran agama Allah di muka bumi ini.

Bagi yang ingin mengetahui ideologi aliansi ini maka silakan mengklik situs-situs kelompok mereka seperti libforall.com, Islamlib.com. dan lainnya.

Walau demikian, tidak semua simpatisan maupun anggota AKKBB yang sebenarnya menyadari ‘The Hidden Agenda’ di balik AKKBB, karena agenda besar ini hanya diketahui oleh pucuk-pucuk pimpinan aliansi ini, sedangkan simpatisan maupun anggota di tingkat akar rumput kebanyakan hanya terikat secara emosionil kepada pimpinannya dan tidak berdasarkan pemahaman dan ilmu yang cukup.(bersambung/rz)

Sumber: www.eramuslim.com

Mengenal Kitab Dusta Tadzkirah AHMADIYAH

Ahmadiyah Melaknat dan Memusuhi Ummat Islam

Oleh Hartono Ahmad Jaiz

“Kitab Suci” Ahmadiyah yang bernama Tadzkirah memang benar-benar sesat menyesatkan, di luar Islam, dan ajarannya sangat bertentangan dengan Islam. Tadzkirah itu disebut sebagai Wahyu Muqoddas (Wahyu yang disucikan) –tertulis di dalam kitab itu sendiri pada halaman pertama–. Sedang menurut sampulnya, tadzkirah itu disebut sebagai kumpulan ilham (majmu’ah ilhaamaat) Hadzrat Masih Mau’ud (Isa yang dijanjikan) alaihis salam, maksudnya adalah Mirza Ghulam Ahmad (1835-1908M) yang mengaku dan dipercayai oleh pengikutnya sebagai nabi dan rasul sesudah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam,.

Kitab kumplan wahyu disucikan yang disebut Tadzkirah ini dikeluarkan tanggal 29 Oktober 1956M, bertepatan dengan 23 Rabiul Awwal 1346H oleh pengedarnya, As-Syirkah Al-Islamiyah.

Kitab Ahmadiyah bernama Tadzkirah ini setebal 840 halaman ukuran quarto, + 3 halaman pengantar berbahasa Urdu, dan diakhiri dengan 4 halaman ralat. (Wahyu disucikan tetapi ada ralatnya, karena dianggap ada yang salah cetak, dan ralatnya itu sampai 4 halaman folio atau tiga halaman lebih).

Tadzkirah ini sampai 31 halaman dari awal berbahasa Urudu, baru kemudian ada sedikit-sedikit Bahasa Arab, lalu selang seling kedua bahasa itu.

Ayat-ayat yang berbahasa Arab kebanyakan diterjemahkan ke bahasa Urdu dengan tulisan Arab Parsi/ Pakistani, dan kadang diberi penjelasan dengan Bahasa Urdu.

Tadzkirah berisi kebohongan dan merusak Islam

Isi Tadzkirah itu benar-benar merusak Islam, karena menegaskan kebohongan yang sangat bertentangan dengan aqidah Islam secara nyata, di antaranya:

  1. Menjajakan kemusyrikan nyata, Mirza Ghulam Ahmad mengaku berkedudukan pada keesaan Allah.
  2. Mengaku berkedudukan sebagai anak Allah.
  3. Mengaku sebagai Rasul.
  4. Mengaku sebagai Nabi.
  5. Mengaku sebagai Isa bin Maryam.
  6. Mengaku dipersilahkan Allah untuk tinggal di surga.
  7. Mengaku diberi khabar gembira Allah sebagai orang yang jadi tujuan Allah.
  8. Mengaku namanya sempurna, sedang nama Allah tak sempurna.
  9. Mengaku kedua bibirnya penuh rahmat.
  10. Menganggap orang yang tidak mengikutinya itu kafir dan terlaknat.
  11. Mengecam orang yang tidak mengakuinya sebagai Rasul itu musuh.

Masih banyak kebohongan yang tertera dalam “Kitab Suci” Ahmadiyah bernama Tadzkirah ini. Mari kita simak cuplikan-cuplikan kesesatannya yang sangat menjerumuskan dan merusak Aqidah Islam sebagai berikut:

Menyebar kemusyrikan dengan mengaku berkedudukan pada keesaan Allah. Ditekankan berkali-kali:

اَنْتَ مِنِّى بِمَنْزِلَةِ تَوْحِيْدِىْ وَتَفْرِيْدِىْ فَحَانَ اَنْ تُعَانَ وَتُعْرَفَ بَيْنَ النَّاسِ

Kamu di hadapanku pada kedudukan tauhid-Ku dan ke-Esaan-Ku, maka waktunya untuk ditolong dan dikenal di kalangan manusia. (Tadzkirah, halaman 246, 276, 395).

Menyebar kemusyrikan dengan mengaku sebagai Anak-anak Allah. Jadi Allah dianggap punya banyak anak:

اَنْتَ مِنِّىْ بِمَنْزِلَةٍ اَوْلاَدِيْ

Kamu disisi-Ku pada kedudukan anak-anak-Ku.(Tadzkirah, halaman 436)

Mengaku bahwa Allah itu berasal dari Mirza Ghulam Ahmad

اَنْتَ مِنِّىْ وَاَناَ مِنْكَ

Kamu berasal dari-Ku dan Aku darimu. (Tadzkirah, halaman 436).

Mengaku berkedudukan sebagai anak Allah. Ini Allah dianggap punya anak:

اَ نْتَ مِنِّى بِمَنْزِلَةِ وَلَدِىْ

Kamu di sisi-Ku pada kedudukan anak-Ku. (636).

Berdusta dengan pengakuan sebagai nabi, pada kedudukan Musa as pada zaman seperti zaman Musa. Mirza mengaku Allah utus sebagaimana Allah utus Musa kepada Fir’aun. Kedustaan itu tertuang dalam Tadzkirah, halaman 651:

يَانَبِىَّ اللهِ كُنْتُ لاَ اَعْرِفُكَ

لاَ تَثْرِيْبَ عَلَيْكُمُ الْيَوْمَ يَغْفِرُ اللهُ لَكُمْ وَهُوَ اَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ

تَلَطَّفْ بِالنَّاسِ وَتَرَحَّمْ عَلَيْهِمْ

اَنْتَ فِيْهِمْ بِمَنْزِلَةِ مُوْسَى

يَاْتِىْ عَلَيْكَ زَمَنٌ كَمِثْلِ زَمَنِ مُوْسَى

اِنَّا اَرْسَلْنَا اِلَيْكُمْ رَسُوْلاً شَاهِدًا عَلَيْكُمْ كَمَا اَرْسَلْنَا اِلَى فِرْعَوْنَ رَسُوْلاً

Wahai Nabi Allah, aku tidak mengenalmu

Pada hari ini tidak ada celaan terhadap kalian, Allah meng-ampuni kalian, dan Dia Maha Penyayang diantara para penyayang

Bersikap ramahlah kamu ter-hadap manusia dan sayangilah mereka

Kamu dikalangan mereka seperti kedudukan Musa

Akan datang kepadamu suatu zaman yang seperti zamannya Musa

Sesungguhnya Kami telah mengutus kepada kalian seorang Rasul, yang menjadi saksi atas kalian, sebagaimana Kami telah mengutus (dahulu) seorang Rasul kepada Fir’aun

Melaknat orang yang dianggap kafir dan mengangkat diri sebagai Imam yang diberkahi dengan ungkapan berulang-ulang. Yang diberkahi hanyalah orang yang bersama Mirza Ghulam Ahmad dan sekitarnya, sedang yang dilaknat adalah orang kafir. Artinya, orang yang tidak bersama mirza Ghulam Ahmad alias tidak mempercayainya maka dilaknat atas nama laknat Allah, karena dianggap kafir. Ini tertuang dalam Tadzkirah, halaman 748-749:

Laknat Allah ditimpakan atas orang yang kufur

لَعْنَةُ اللهِ عَلَى الَّذِىْ كَفَرَ

Kamu adalah Imam yang di-berkahi, Laknat Allah ditimpa-kan atas orang yang kufur

َانْتَ اِمَامٌ مُّبَارَكٌ لَعْنَةُ اللهِ عَلَى مَنْ كَفَرَ

Kamu adalah Imam yang di-berkahi, Laknat Allah ditimpa-kan atas orang yang kufur

َانْتَ اِمَامٌ مُّبَارَكٌ لَعْنَةُ اللهِ عَلَى مَنْ كَفَرَ

Kamu adalah Imam yang di-berkahi, Laknat Allah ditimpa-kan atas orang yang kufur

َانْتَ اِمَامٌ مُّبَارَكٌ لَعْنَةُ اللهِ عَلَى مَنْ كَفَرَ

Orang yang bersamamu dan orang yang disekitarmu di-berkahi.

بُوْرِكَ مَنْ مَّعَكَ وَمَنْ حَوْلَكَ.

Akhir dari Kitab Tadzkirah ini adalah kutukan kepada orang kafir, dan keberkahan bagi orang yang mengikuti Mirza Ghulam Ahmad. Ini jelas, yang tidak mngikuti, atau tidak beserta Mirza Ghulam Ahmad dinyatakan kafir dan dilaknat. Tidak ada makna lain dari pernyataan itu. Maka sudah jelas, Mirza Ghulam Ahmad melaknat dan mengkafirkan siapa saja yang tidak mengikutinya.

Di samping dianggap kafir, orang yang tidak mempercayai Mirza Ghulam Ahmad sebagai Rasul itu dianggap sebagai musuh. Lihat Tadzkirah halaman 402. Anehnya, para pembela Ahmadiyah mengatakan bahwa orang Ahmadiyah itu sama dengan kita (kaum Muslimin), hanya beda penafsiran. Itu kata Dawam Rahardjo, pembela gigih Ahmadiyah sejak lama. Padahal dalam Kitab Tadzkirah halaman 402 jelas:

سَيَقُوْلُ الْعَدُوُّ لَسْتَ مُرْسَلاً

Musuh akan berkata: kamu bukanlah orang yang diutus (Rasul). (Tadzkirah halaman 402)

Oleh karena itu, semua orang Muslim karena tidak percaya Mirza Ghulam Ahmad sebagai rasul maka dianggap musuh. Maka berbohonglah orang yang membelanya dengan mengatakan bahwa Ahmadiyah itu sama dengan kita, hanya beda penafsiran. Sebab Ahmadiyah dalam kitab suci mereka sendiri telah menyatakan musuh.

Sumber: http://www.nahimunkar.com

“Ringan Berbobot”

Oleh Ihsan Tandjung

Orang beriman sibuk bukan untuk masa tuanya di dunia. Tapi ia sibuk mempersiapkan berbagai investasi berupa ’amal ’ibadah dan ’amal sholeh untuk masa hidupnya yang sejati, yakni akhirat.

الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ
(الترمذي)

“Orang yang paling cerdas ialah barangsiapa yang menghitung-hitung/evaluasi/introspeksi (‘amal-perbuatan) dirinya dan ber’amal untuk kehidupan setelah kematian.”(At-Tirmidzi 8/499 )

Ia sangat terobsesi akan keberhasilannya di akhirat sehingga keberhasilannya di dunia menjadi sesuatu yang ia kejar secukupnya. Ia sangat sibuk menghindari kegagalan dan penderitaan di akhirat sehingga berbagai kegagalan dan penderitaan di dunia ia hadapi sewajarnya. Ingatannya akan akhirat sangat dominan sehingga ingatannya akan dunia menjadi sebatas ”asal tidak lupa” bahwa ia masih hidup di dunia.

وَابْتَغِ فِيمَا آَتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآَخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni`matan) duniawi..” (QS Al-Qashash 77)

Ia sadar bahwa kemampuannya bersyukur akan ni’mat Allah tidak akan pernah seimbang apalagi melebihi banyaknya ni’mat yang Allah berikan kepada dirinya. Sehingga ia berusaha sekuat mungkin untuk cerdas dalam memilih ‘amal sholeh dan ‘amal ibadah yang dikerjakannya. Ia pelajari sebanyak mungkin pesan-pesan Nabi Muhammad shollallahu ’alaihi wa sallam yang menyebutkan bentuk-bentuk ’amal yang sepertinya sederhana namun mempunyai multiplying effect yang dahsyat. Ia berusaha untuk menjadikan setiap gerak hidupnya memperoleh barokah dari Allah subhaanahu wa ta’aala. Orang yang tidak memahami motivasi di belakang setiap perbuatannya menyangka apa yang dilakukan si muslim tersebut ringan saja padahal di sisi Allah sungguh ia sangat berbobot.

Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam bersabda:

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ صَدَقَةٌ جَارِيَةٌ وَعِلْمٌ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٌ صَالِحٌ يَدْعُو لَهُ (الترمذي)

“Bila manusia meninggal putuslah ‘amalnya kecuali dari tiga perkara (1) shodaqoh jariyah (2) ilmu bermanfaat dan (3) anak sholehnya yang mendo’akannya.” (Tirmidzi 5/243)

Setiap mu’min yang menyadari makna hadits di atas niscaya akan berusaha sekuat mungkin untuk memenuhi ketiga hal di atas sebelum ajal menjemputnya. Ia akan berusaha untuk menjadi orang yang rajin bershodaqoh. Setiap kali ia mengeluarkan shodaqoh justru ia hayati sebagai suatu usaha investasi jangka panjang, yakni menyimpan kekayaan hakiki untuk kehidupan sejatinya di akhirat kelak.

Selain itu ia juga akan sangat serius terlibat di dalam aktifitas mengajar. Sebab ia sadar bahwa penyebaran ilmu yang bermanfaat pada hakikatnya justru akan menjadi sebab terus mengalirnya rekening pahala kebaikannya. Apalagi bila murid-muridnya menyebarluaskan ilmu tersebut lebih lanjut kepada masyarakat luas. Bayangkan betapa banyaknya pahala yang terus mengalir kepada Imam Bukhari, seorang ahli hadits yang hingga saat ini kitab-kitabnya masih dirasakan manfaatnya oleh banyak orang. Pantas bilamana Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam bersabda:

إِنَّ الدُّنْيَا مَلْعُونَةٌ مَلْعُونٌ مَا فِيهَا إِلَّا ذِكْرُ اللَّهِ وَمَا وَالَاهُ وَعَالِمٌ أَوْ مُتَعَلِّمٌ (الترمذي)

“Sesungguhnya dunia tercela. Tercela apa-apa yang ada di dalamnya,
kecuali mengingat Allah dan apa-apa yang menyertainya serta penyebar ilmu dan penuntut ilmu.” (HR Tirmidzy 8/302)

Jadi, seorang muslim yang peduli dengan hadits ini pasti sangat gemar menuntut ilmu dan kemudian menyebarluaskannya. Maka ia akan berusaha melengkapi dirinya dengan segenap bekal yang diperlukan untuk mampu belajar dan mengajar.

Kemudian yang berikutnya Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam bersabda bahwa anak sholeh yang mendoakan orangtuanya juga termasuk perkara yang menyebabkan pahala seseorang tetap mengalir walau ia telah wafat. Berarti seorang muslim pasti akan menyibukkan dirinya dalam program tarbiyatul aulad (pendidikan anak). Ia akan berusaha keras untuk memastikan bahwa anak-anaknya tumbuh menjadi orang sholeh. Dan urusan ini tidak sepatutnya didelegasikan kepada fihak lain. Sebab jelas Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam bersabda:

كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ (البخاري)

“Tiap anak yang lahir dilahirkan dalam keadaan fitrah (bersih, suci, tanpa dosa), maka kedua orangtuanyalah yang menjadikannya yahudi, nashrani atau majusi (penyembah berhala api).” (HR Bukhary 5/182)

Sumber: http://www.eramuslim.com

Hari yang Lamanya Lima Puluh Ribu Tahun

Oleh Ihsan Tandjung

Tokoh penuh hikmah Luqmanul Hakim pernah menasihati anaknya. ”Anakku, hiduplah untuk duniamu sesuai porsi yang Allah berikan. Dan hiduplah untuk akhiratmu sesuai porsi yang Allah berikan.” Tak seorangpun tahu berapa lama jatah hidupnya di dunia fana ini. Ada yang mencapai 60, 70 atau 80-an tahun. Ada yang bahkan berumur pendek. Wafat saat masih muda beliau. Yang pasti tak seorangpun bisa memastikan porsi umurnya di dunia. Pendek kata Wallahu a’lam, Allah saja yang Maha Tahu.

Adapun jatah hidup kita kelak di akhirat adalah tidak terhingga. Kita insyaAllah bakal hidup kekal selamanya di sana.

خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا

Alangkah senangnya bila hidup kekal tersebut dipenuhi dengan kenikmatan surga. Namun, sebaliknya, alangkah celakanya bila kehidupan abadi tersebut diisi dengan siksa neraka yang menyala-nyala. ”Ya Allah, kami mohon kepadaMu surgaMu dan apa-apa yang mendekatkan kami kepadanya, baik ucapan maupun perbuatan. Ya Allah, kami berlindung kepadaMu dari siksa nerakaMu dan apa-apa yang mendekatkan kami kepadanya, baik ucapan maupun perbuatan.”

Artinya, jika kita bandingkan lama hidup di dunia dengan di akhirat, maka jatah hidup di dunia sangatlah sedikit. Sedangkan hidup manusia di akhirat sangat luar biasa lamanya. Praktis, hidup manusia di dunia seolah zero time (nol masa waktu) dibandingkan hidup di akhirat kelak. Wajar bila Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam sampai mengibaratkan dunia bagai sebelah sayap seekor nyamuk. Artinya sangat tidak signifikan. Dunia sangat tidak signifikan untuk dijadikan barang rebutan.

Orang beriman kalaupun turut berkompetisi atau berjuang di dunia hanyalah sebatas mengikuti secara disiplin aturan main yang telah Allah subhaanahu wa ta’aala gariskan. Mereka tidak mengharuskan apalagi memaksakan hasil. Sehingga bukanlah menang atau kalah yang menjadi isyu sentral, melainkan konsistensi (baca: istiqomah) di atas jalan Allah. Berbeda dengan orang-orang kafir dan para hamba dunia lainnya. Mereka tidak pernah peduli dengan aturan main Allah subhaanahu wa ta’aala. Yang penting harus menang. Prinsip hidup mereka adalah It’s now or never (Kalau tidak sekarang, kapan lagi…?!). Sedangkan prinsip hidup orang beriman adalah If it’s not now then it will be in the Hereafter (Kalaupun tidak sekarang, maka masih ada nanti di akhirat). Sehingga orang beriman akan selalu tampil elegan, tidak norak ketika terlibat dalam permainan kehidupan dunia. Sebab kalaupun ia kalah di dunia, ia sadar dan berharap segala usahanya yang bersih tersebut tidak menyebabkan kekalahan di akhirat. Sementara kalau ia menang di dunia ia sadar dan berharap segala amal ikhlasnya bakal menyebabkan kemenangan di akhirat yang jauh lebih menyenangkan.

Di antara perkara yang selalu membuat orang beriman berlaku wajar di dunia adalah ingatannya akan hari ketika manusia dibangkitkan. Saat mana setiap kita bakal dihidupkan kembali dari kubur masing-masing lalu dikumpulkan di Padang Mahsyar. Tanpa pakaian apapun di badan dengan matahari yang jaraknya sangat dekat dengan kepala manusia. Seluruh manusia bakal hadir semua sejak manusia pertama, Adam alaihis-salaam, hingga manusia terakhir. Semua menunggu giliran diperiksa dan diadili orang per orang. Sebuah proses panjang serta rangkaian episode harus dilalui sebelum akhirnya tahu apakah ia bakal senang selamanya di akhirat dalam surga Allah ataukah sengsara berkepanjangan di dalam api neraka. Proses panjang tersebut akan berlangsung lima puluh ribu tahun sebelum jelas bertempat tinggal abadi di surgakah atau neraka. Laa haula wa laa quwwata illa billah…! Begitulah gambaran yang diberikan oleh Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ صَاحِبِ كَنْزٍ لَا يُؤَدِّي حَقَّهُ إِلَّا جُعِلَ صَفَائِحَ يُحْمَى عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَى بِهَا جَبْهَتُهُ وَجَنْبُهُ وَظَهْرُهُ حَتَّى يَحْكُمَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ بَيْنَ عِبَادِهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ ثُمَّ يُرَى سَبِيلَهُ إِمَّا إِلَى الْجَنَّةِ وَإِمَّا إِلَى النَّارِ (أحمد)

Abu Hurairah r.a.berkata bahwa, Rasulullah saw. bersabda, “Tidak seorang pun pemilik simpanan yang tidak menunaikan haknya (mengeluarkan hak harta tersebut untuk dizakatkan) kecuali Allah akan menjadikannya lempengan-lempengan timah yang dipanaskan di neraka jahanam, kemudian kening dan dahi serta punggungnya disetrika dengannya hingga Allah SWT berkenan menetapkan keputusan di antara hamba-hambaNya pada hari yang lamanya mencapai lima puluh ribu tahun yang kalian perhitungkan (berdasarkan tahun dunia). (Baru) setelah itu ia akan melihat jalannya, mungkin ke surga dan mungkin juga ke neraka.” (HR Ahmad 15/288)

Sungguh, suatu hari yang sulit dibayangkan! Apalagi -karena matahari begitu dekat dari kapala manusia- selama hari itu berlangsung manusia bakal basah dengan keringat masing-masing sebanding dosa yang telah dikerjakannya sewaktu di dunia. Ada yang keringatnya hanya sampai mata kakinya. Ada yang mencapai pinggangnya. Ada yang mencapai lehernya. Bahkan ada yang sampai tenggelam dalam keringatnya. Hari itu sedemikian menggoncangkan sehingga para sahabatpun sempat resah. Mereka meminta kejelasan kepada Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Mereka tidak bisa membayangkan bagaimana akan sanggup melewati hari yang begitu lamanya, yakni hingga lima puluh ribu tahun. Maka Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam menenteramkan hati mereka dengan menjanjikan adanya dispensasi khusus dari Allah subhaanahu wa ta’aala bagi orang beriman pada hari itu:

قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ مَا أَطْوَلَ هَذَا الْيَوْمَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنَّهُ لَيُخَفَّفُ عَلَى الْمُؤْمِنِ حَتَّى يَكُونَ أَخَفَّ عَلَيْهِ مِنْ صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ يُصَلِّيهَا فِيَّ الدُّنْيَا(أحمد)

Sahabat bertanya kepada Rasulullah saw:”Sehari seperti lima puluh ribu tahun… Betapa lamanya hari itu!” Maka Rasulullah saw bersabda:”Demi jiwaku yang berada di dalam genggaman-Nya, sesungguhnya hari itu dipendekkan bagi mu’min sehingga lebih pendek daripada sholat wajibnya sewaktu di dunia.” (HR Ahmad 23/337)

Alhamdulillahi rabbil ‘aalamiin. Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam golongan orang beriman sejati sehingga kami sanggup menjalani hari yang tidak ada naungan selain naunganMu. Amin.-

Sumber: http://www.eramuslim.com

Media Massa Tidak Adil Memberitakan FPI

Akhir-akhir ini kita melihat bagaimana serunya berita dan gambar yang memberitakan kejadian di MONAS 1 Juni 2008. Bagaimana digambarkan oleh surat kabar, radio dan Televisi mengulang-ulang tayangan ‘kekerasan’ yang dilakukan oleh Front Pembela Islam (FPI). Seolah-olah semua kejadian dan kesalahan itu dilakukan oleh FPI. Inilah yang tidak adil dilakukan oleh media massa.

Media massa sengaja membuat opini yang salah di masyarakat. dan menyalahkan 100% FPI.

Tulisan ini tidak bermaksud membela FPI. Tapi lebih menyoroti gaya media massa Indonesia yang tidak adil dalam membuat berita.

Padahal, semua kejadian tentu ada latar belakang yang mendahuluinya. Media massa hanya menampilkan gambar-gambar yang sensasional dan “bagus” untuk ditampilkan seperti aksi pemukulan.

Tidakkah juga seharusnya diberitakan bagaimana kronologis kejadian itu.

Sebut saja media massa Tempo, Jawa Pos, Kompas, RCTI, SCTV, ANTV, TVOne, dll. Hampir semuanya menampilkan adegan kekerasan yang ‘hanya’ dilakukan oleh FPI. Pantas saja Habib Riziq mengkritik media massa yang tidak fair dan adil dalam pemberitaan.

Pangkal dari semua kejadian itu sebenarnya bermula dari Kelambanan Pemerintah (Presiden SBY) dalam hal pelarangan AHMADIYAH. Presiden SBY juga kita ragukan komitmennya terhadap Islam dan keamanan umat Islam. atau jangan-jangan SBY sudah dapat bisikan dari Amerika Serikat sang cukongnya.

Saat kejadian dikomandoi oleh AKKBB terdapat juga elemen Ahmadiyah, yang sebenarnya masih bermasalah dengan umat Islam.

Mengapa FPI Anarkis ???

Assalamualaikum Wr. Wb.

Ustadz, saya mau menanyakan mengenai masalah FPI. Saya sebenarnya salut terhadap pergerakan merekayanglangsung terjun memberantas kemaksiatan dimasyarakat.

Tetapi saya melihat di media TV kelompok tersebut tidak terkendali sampai melakukan tindakan anarkis seperti merusak bus/kendaraan yang dikendarai oleh sebuah kelompok partai yang dianggap beraliran Komunis.

Ustadz, apakah FPI itu sebenarnya dan apakah jalur dakwah mereka baik?

Akhwat

Jawaban

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,or

Sebenarnya yang paling berhak untuk menjawab pertanyaan anda adalah teman-teman dari FPI sendiri, bukan kami. Namun kalau sekedar memberi komentar sekilas yang mungkin benar dan mungkin tidak, kira-kira jawabannya begini:

Apa yang anda lihat tentang ‘aksi-aksi anarkis’ Front Pembela Islam (FPI) di media, tidak pernah lepas dari penilaian subjektif dan objektif media itu sendiri. Kalau kesannya aksi-aksi itu anarkis, memang liputanya memang dibuat sedemikian rupa, setidaknya kesan anarkis itu memang diekspose, entah tujuannya untuk memojokkan posisi FPI, atau untuk menggambarkan betapa umat Islam itu anarkis atau memang sekedar kerjaan insan media yang haus sensasi.

Yang terakhir itu dimungkinkan karena karekteristik media, terutama televisi memang butuh liputan dan gambar yang sensasional. Gambar-gambar yang menampilkan proses awal di mana para anggota FPI sedang melakukan negosiasi kepada para pemilik tempat hiburan yang secara hukum memang melanggar peraturan resmi, nyaris tidak menarik untuk ditampilkan.

Tetapi ketika pihak pengelola tempat hiburan melakukan pelemparan dan provokasi, lalu FPI mempertahankan diri atau balas menyerang, secara gambar memang merupakan momen yang cukup menarik. Gambar para aktifis merusak tempat hiburan itulah yang dinaikkan di layar kaca. Karena secara visual, gambar itu lebih menarik ketimbang gambar orang sedang diskusi yang terlihat hanya pasif dan itu-itu saja.

Namun tidak tertutup kemungkinan ada unsur kesengajaan dalam penayangan gambar anarkisme yang terjadi. Sangat dimungkinkan bahwa pihak media dimanfaatkan oleh para cukong pemilik tempat hiburan yang bergelimang dengan harta itu untuk menampilkan kesan seolah-olah FPI itu tidak lebih dari segerombolan orang yang bertindak anarkis.

Mengapa analisa itu muncul?

Karena tindak anarki yang ditampilkan berulang-ulang di media itu nyaris tidak pernah menyentuh akar masalah. Tidak pernah diulas kenapa sampai terjadi tindakan itu. Media seolah-olahbagai macan ompong ketika harus bicara tentang para pengusaha tempat hiburan yang melanggar Perda dan perundangan. Yang dimunculkan selalu kesan bahwa FPI adalah pelaku tindak anarki. Namun pengusaha tempat maksiat yang jelas-jelas melanggar hukum negara dan sekaligus hukum agama, sama sekali tidak pernah diungkap.

Mengapa tidak pernah diungkap?

Karena para cukong itu punya uang tak terhingga jumlahnya untuk bisa membuat para wartawan, jurnalis bahkan pemred media sekalipun untuk duduk manis dan tenang, tidak mengorek kesalahan para pengusaha maksiat. Sebaliknya, uang juga bisa membuat mereka lebih fasih untuk mengatakan bahwa biang keroknya adalah FPI.

Bahkan uang mereka bisa membuat pihak aparat kepolisian pun duduk manis, diam seolah-olah tidak tahu bahwa ada pelanggaran berat yang sedang terjadi di depan hidungnya.

Di negeri kita, kebanyakan mediadan dan institusi kepolisian memang masih belum bisa gagah seperti yang sering kita lihat di film-film idealis. Mungkin semua itu masih ada di ‘Republik Mimpi’.

Dan kekuatan rakyat yang diwakili oleh organisasi semacam FPI masih harus terus menerima nasib buruk, yaitu dipelintir posisinya di media. Sayangnya, FPI sendiri juga tidak punya kekuatan media yang kuat untuk menangkis fitnah yang selalu memojokkan posisi mereka. Ini kritik positif buat teman-teman di FPI untuk punya perhatian lebih dari sisi media center.

Niat, tujuan dan idealisme mereka untuk beramar makruf dan nahi mungkar tidak pernah ada yang menyangsikan, kecuali oleh mereka yang suka maksiat dan berlumur dosa. Tinggal bagaimana mereka sering-sering duduk bersama dengan elemen lain umat Islam, bertukar pikiran dan berdiskusi, sebelum melakukan aksi dan tindakan. Agar tindakan mereka tidak terkesan bersifat individualis dan jalan sendiri, melainkan hasil dari musyawarah dengan banyak unsur dan elemen umat.

Ajaklah ormas-ormas Islam untuk mengupas semua masalah yang ada, tampilkan data dan fakta, beri informasi dan bangkitkan semangat perjuangan para petinggi ormas dan orsospol yang punya perhatian dalam masalah ini. Dan minta masukan dari masing-masing mereka dan jadikan masalah ini menjadi masalah bersama, bukan hanya masalah buat FPI saja.

Dan jangan lupa, FPI perlu menggandeng secara lebih serius teman-teman jusnalis muslim termasuk media-media yang konsern dengan amar makruf nahi mungkar. Agar tindakan mereka diback-up oleh kekuatan media tandingan.

Kalau dijelek-jelekkan oleh media tertentu, setidaknya ada media lain yang bisa memberi second opinion yang berbeda.

Nah, bola ada di tangan anda teman-teman FPI, semoga Allah SWT selalu membimbing niat dan tujuan anda menjadi sebuah solusi yang baik dan jauh dari fitnah.

Sekedar membuat press release tentu teramat lemah, karena pembentukan opini pada dasarnya adalah sebuah medan jihad tersendiri. Kita tidak bisa hanya sekedar melakukan klarifikasi. Kita butuh dukungan dari opini yang kita bentuk sejak awal leat jaringan pers yang kuat, kokoh dan didukung oleh seua elemen umat.

Kenapa tidak dibuat media massa khusus yang selalu mengangkat dasar tindakan dan asal muasal suatu tindakan, jauh sebelum tindakan itu diambil? Mengapa FPI tidak punya 100-an situs yang bekerja keras 24 jam untuk mengundang simpati dan membentuk opini?

Mengapa FPI tidak berpikir mendirikan sebuah stasiun radio yang akan menggiring opini umat Islam agar berpikir kritis dan menyampaikan informasi yang sebenarnya-benarnya? Atau setidaknya mengapa FPI tidak menggandeng umat Islam yang lain yang punya radio-radio? Banyak radio milik umat Islam dibiarkan ‘nganggur’ tidak punya konten, yang pada akhirnya cuma menyetel lagu dangdung. Sayang sekali bukan?

Ketika Amerika menyerbu Iraq kemarin, apa yang dilakukan oleh TV Aljazeera sudah sangat luar biasa. Opini bahwa Amerika itu penjahat perang berhasl dibentuk. Hampir semua mata tidak lagi mempedulikan TV asing lainnya. Yang mereka tonton hanya satu, Aljazeera.

Sangat berbeda ketika dahulu di zaman Iraq vs Kuwait yang masih dikuasai CNN. Umat Islam saat itu belum punya kekuatan pers yang berani mengatakan tidak ketika dipaksa bilang iya.

Nah, sudah saatnya teman-teman FPI membentuk jaringan pers yang kuat dan mantap, mencakup semua jaringan pers yang milik umat Islam yang ada.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Sumber: www.eramuslim.com

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 70 pengikut lainnya.