10 Resep Sukses Bangsa Jepang

musashi.jpgSetelah Hiroshima dan Nagasaki luluh lantak terkena bom atom sekutu (Amerika), Jepang pelan tapi pasti berhasil bangkit. Mau tidak mau harus diakui saat ini Jepang bersama China dan Korea Selatan sudah menjelma menjadi macan Asia dalam bidang teknologi dan ekonomi. Alhamdulillah saya mendapat kesempatan 10 tahun tinggal di Jepang untuk menempuh studi saya. Dalam artikel sebelumnya saya mencoba memotret Jepang dari satu sisi. Kali ini, saya mencoba merumuskan 10 resep yang membuat bangsa Jepang bisa sukses seperti sekarang. Tentu rumusan ini di beberapa sisi agak subyektif, hanya dari pengalaman hidup, studi, bisnis dan bergaul dengan orang Jepang di sekitar perfecture Saitama, Tokyo, Chiba, Yokohama. Intinya kita mencoba belajar sisi Jepang yang baik yang bisa diambil untuk membangun republik ini. Kalau ditanya apakah semua sisi bangsa Jepang selalu baik, tentu jawabannya tidak. Banyak juga budaya negatif yang tidak harus kita contoh ;)

1. KERJA KERAS

Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan. Di kampus, professor juga biasa pulang malam (tepatnya pagi ;) ), membuat mahasiswa nggak enak pulang duluan. Fenomena Karoshi (mati karena kerja keras) mungkin hanya ada di Jepang. Sebagian besar literatur menyebutkan bahwa dengan kerja keras inilah sebenarnya kebangkitan dan kemakmuran Jepang bisa tercapai.

2. MALU

Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Bagaimana mereka secara otomatis langsung membentuk antrian dalam setiap keadaan yang membutuhkan, pembelian ticket kereta, masuk ke stadion untuk nonton sepak bola, di halte bus, bahkan untuk memakai toilet umum di stasiun-stasiun, mereka berjajar rapi menunggu giliran. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.

3. HIDUP HEMAT

Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00. Contoh lain adalah para ibu rumah tangga yang rela naik sepeda menuju toko sayur agak jauh dari rumah, hanya karena lebih murah 20 atau 30 yen. Banyak keluarga Jepang yang tidak memiliki mobil, bukan karena tidak mampu, tapi karena lebih hemat menggunakan bus dan kereta untuk bepergian. Termasuk saya dulu sempat berpikir kenapa pemanas ruangan menggunakan minyak tanah yang merepotkan masih digandrungi, padahal sudah cukup dengan AC yang ada mode dingin dan panas. Alasannya ternyata satu, minyak tanah lebih murah daripada listrik. Professor Jepang juga terbiasa naik sepeda tua ke kampus, bareng dengan mahasiswa-mahasiswanya.

4. LOYALITAS

Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan. Kota Hofu mungkin sebuah contoh nyata. Hofu dulunya adalah kota industri yang sangat tertinggal dengan penduduk yang terlalu padat. Loyalitas penduduk untuk tetap bertahan (tidak pergi ke luar kota) dan punya komitmen bersama untuk bekerja keras siang dan malam akhirnya mengubah Hofu menjadi kota makmur dan modern. Bahkan saat ini kota industri terbaik dengan produksi kendaraan mencapai 160.000 per tahun.

5. INOVASI

Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah. Mobil yang dihasilkan juga relatif lebih murah, ringan, mudah dikendarai, mudah dirawat dan lebih hemat bahan bakar. Perusahaan Matsushita Electric yang dulu terkenal dengan sebutan “maneshita” (peniru) punya legenda sendiri dengan mesin pembuat rotinya. Inovasi dan ide dari seorang engineernya bernama Ikuko Tanaka yang berinisiatif untuk meniru teknik pembuatan roti dari sheef di Osaka International Hotel, menghasilkan karya mesin pembuat roti (home bakery) bermerk Matsushita yang terkenal itu.

6. PANTANG MENYERAH

Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia. Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita ) Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo. Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen). Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan). Kapan-kapan saya akan kupas lebih jauh tentang ini )

7. BUDAYA BACA

Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institut penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan. Saya biasa membeli buku literatur terjemahan bahasa Jepang karena harganya lebih murah daripada buku asli (bahasa inggris).

8. KERJASAMA KELOMPOK

Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok”. Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.

9. MANDIRI

Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Irsyad, anak saya yang paling gede sempat merasakan masuk TK (Yochien) di Jepang. Dia harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Teman-temen seangkatan saya dulu di Saitama University mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.

10. JAGA TRADISI

Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini. Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan. Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” untuk apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena ”hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang ;) Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.

Mungkin seperti itu 10 resep sukses yang bisa saya rangkumkan. Bangsa Indonesia punya hampir semua resep orang Jepang diatas, hanya mungkin kita belum mengasahnya dengan baik. Di Jepang mahasiswa Indonesia termasuk yang unggul dan bahkan mengalahkan mahasiswa Jepang. Orang Indonesia juga memenangkan berbagai award berlevel internasional. Saya yakin ada faktor “non-teknis” yang membuat Indonesia agak terpuruk dalam teknologi dan ekonomi. Mari kita bersama mencari solusi untuk berbagai permasalahan republik ini. Dan terakhir kita harus tetap mau belajar dan menerima kebaikan dari siapapun juga.

Tetap dalam perdjoeangan !

Sumber: http://romisatriawahono.net/2007/06/13/10-resep-sukses-bangsa-jepang/

Gubernur Termuda di Indonesia Berumur 36 Tahun (dari NTB)

Sumber: Pelita, 8 Juli 2008

08/07/2008 14:17

Hasil penghitungan cepat (quick count) yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) bekerjasama dengan Jaringan Isu Publik (JIP), pasangan Tuan Guru Bajang KHM Zainul Majdi, MA – Ir H Badrul Munir, MM (Barru) yang dicalonkan PBB dan PKS, unggul dalam pemilihan gubernur (Pilgub) Nusa Tenggara Barat (NTB).

Gubernur Termuda di Indonesia Berumur 36 Tahun Calon PBB-PKS Ungguli Pilgub NTB Mataram, Pelita Hasil penghitungan cepat (quick count) yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) bekerjasama dengan Jaringan Isu Publik (JIP), pasangan Tuan Guru Bajang KHM Zainul Majdi, MA – Ir H Badrul Munir, MM (Barru) yang dicalonkan PBB dan PKS, unggul dalam pemilihan gubernur (Pilgub) Nusa Tenggara Barat (NTB).

Hasil quick count menempatkan pasangan Barru sebagai pemenang Pilgub NTB, hasil itu tidak akan jauh berbeda dengan hasil penghitungan KPUD, kata Manager Eksekutif LSI Denny JA, PhD kepada wartawan di Mataram, Senin (7/7). Menurut dia, Pilgub NTB yang dilaksanakan, Senin (7/7) baru akan diumumkan secara resmi oleh lembaga penyelenggara KPUD NTB beberapa hari atau pekan mendatang, sementara publik ingin mengetahui hasil Pilgub NTB secepatnya sehingga LSI bekerjasama dengan JIP melakukan penghitungan cepat.

LSI dan JIP menggunakan metoda sampel yakni sebanyak 320 sampel Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari total 7.210 TPS dengan jumlah pemilih 3.004.905 jiwa dalam pelaksanaan Pilgub NTB. Hasilnya, pasangan Barru meraih perolehan suara sebanyak 36,72 persen, disusul pasangan Drs H Lalu Serinata – Husni Jibril (Serius) dengan perolehan suara 28,75 persen, pasangan Dr Zaini Arony, MPd – Nurdin Ranggabarani, SH, MH (Zanur) 17,97 persen dan Ir H Nanang Samudera, MSc dan M Jabir, SH, MH (Najar) sebesar 16,56 persen.

Pasangan Barru diusung Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masing-masing memiliki enam kursi di DPRD NTB sehingga totalnya 12 kursi atau mencapai 21,81 persen dukungan. Serius diusung Partai Golkar yang memiliki 15 kursi dari total 55 kursi di DPRD NTB hasil Pemilu 2004, PDIP yang memiliki enam kursi, Partai Bintang Reformasi (PBR) lima kursi dan Partai Patriot satu kursi. Total kursi partai pendukung Serius sebanyak 27 kursi sehingga dukungannya mencapai 49,06 persen.

Zanur diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang memiliki tiga kursi di DPRD NTB dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang memiliki enam kursi sehingga totalnya sembilan kursi atau 16,36 persen dukungan. Pasangan Najar diusung oleh sembilan Parpol menggunakan prosentase jumlah suara sesuai hasil Pemilu 2004 yakni Partai Amanat Nasional (PAN) sebanyak 111.762 suara, Partai Demokrat 80.801 suara, Partai Keadilan dan Persatuan Bangsa (PKPB) 41.174 suara, Partai Persatuan Nahdatul Ulama (PPNU) 25.786 suara dan Partai Serikat Indonesia sebanyak 32.209 suara sehingga total suara sebanyak 291.462 suara.

Menurut dia, suara yang masuk pada 320 TPS sampel itu sebesar 96,88 persen atau masih ada tiga persen lebih suara belum masuk, namun jika terdistribusi sesuai pilihan tidak akan mempengaruhi peringkat perolehan suara. Nantinya KPUD NTB akan mengumumkan hasil penghitungan suara dari seluruh TPS yakni sebanyak 7.210 TPS, namun hasilnya tidak akan berbeda jauh dengan hasil quick count karena salah sampel tidak lebih dari satu persen, ujar Denny.

Empat sejarah Pada bagian lain, Denny JA mengatakan dirinya menemukan empat peristiwa bersejarah yang lahir dari proses Pilgub NTB ini. Empat peristiwa bersejarah itu yakni terpilihnya gubernur termuda di Indonesia yang baru berusia 36 tahun (kurang dari 40 tahun) dan satu-satunya gubernur terpilih dari kalangan ulama atau pemimpin Ormas keagamaan (Nahdlatul Wathan). Tuan Guru Bajang juga menciptakan sejarah sebagai kandidat dari partai kecil namun mampu mengalahkan dua partai besar yakni Golkar dan PDI Perjuangan.

Sementara itu, DPP PBB dalam siaran persnya yang dikirimkan kepada Pelita, semalam menyatakan ucapan syukur ke hadirat Allah SWT dan menyambut gembira serta mengucapkan terimakasih atas dukungan masyarakat NTB yang telah memilih calon gubernur yang diusung PBB. Pilihan masyarakat NTB kepada figur pemimpin muda yang memiliki integritas dan kapabilitas intelektual maupun spiritual serta mempunyai pengalaman politik juga akan menginspirasi rakyat Indonesia dalam menentukan kepemimpinan nasional tahun 2009 nanti, tulis pernyataan yang diteken Wakil Ketua Umum DPP PBB Hamdan Zoelva, SH, MH dan Sekjen DPP PBB Drs H Sahar L Hasan.

Sumber: http://www.lsi.co.id/artikel.php?id=942

Cagub Termuda dari PBB Ungguli Incumbent di Pilgub NTB

Sumber: Seputar Indonesia, 8 Juli 2008

08/07/2008 14:21

Hasil penghitungan cepat (quick count) Lingkaran Survei Indonesia (LSI) dan Jaringan Isu Publik menempatkan pasangan Tuan Guru Bajang KHM Zainul Majdi dan Badrul Munir (Barru) sebagai pemenang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Provinsi Nusa Tengara Barat (NTB).

Pasangan yang diusung koalisi Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu meraih 36,72% mengalahkan unggulan Partai Golkar yang berkoalisi dengan PDIP, PBR, dan Partai Patriot, yakni pasangan Lalu Serinata (incumbent)-Husni Jibril (Serius) yang hanya meraih 28,7%.

Kemenangan Zainul Majdi-Badrul Munir menambah daftar panjang kekalahan calon gubernur dari Partai Golkar di kandangnya. ’’Hasil quick count menempatkan pasangan Barru sebagai pemenang Pilgub NTB. Hasil itu tidak akan jauh berbeda dengan hasil penghitungan KPUD,” kata Manajer Eksekutif LSI Denny JA kepada wartawan di Mataram kemarin.

Kemenangan pasangan Barru, menurut Denny, mengantarkan Tuan Guru Bajang KHM Zainul Majdi sebagai gubernur termuda di Indonesia yang baru berusia 36 tahun (kurang dari 40 tahun). Anggota Fraksi Partai Bulan Bintang di Komisi X DPR itu juga merupakan satu-satunya gubernur terpilih dari kalangan ulama atau pemimpin ormas keagamaan (Nahdlatul Wathan).

Pilgub NTB diikuti empat pasangan cagub dan cawagub. Selain pasangan Barru dan Serius, bertarung juga pasangan Zaini Arony dan Nurdin Ranggabarani (Zanur) yang diusung koalisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Calon lainnya adalah pasangan Nanang Samudera dan M Jabir (Najar) yang diusung sembilan partai politik, di antaranya Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat, Partai Keadilan dan Persatuan Bangsa (PKPB), Partai Serikat Indonesia (PSI). Pasangan Zanur meraih 17,97% dan pasangan Najar 16,56%.

Rencananya, hasil Pilgub baru akan diumumkan secara resmi oleh KPUD NTB pekan mendatang. Diketahui, pada Pemilu Legislatif 2004 lalu, Partai Golkar merupakan pemenang pemilu legislatif di NTB. Golkar memperoleh 15 kursi dari total 55 kursi di DPRD NTB, PDIP 6 kursi, PPP 6 kursi, PBB 6 kursi, PKS 6 kursi, PBR 5 kursi, PKB 3 kursi, dan Partai Patriot 1 kursi.

Sisanya direbut partai lain. Denny menjelaskan, LSI dan JIP menggunakan metode sampel, yakni 320 tempat pemungutan suara (TPS) dari total 7.210 TPS dengan jumlah pemilih 3.004.905 jiwa dalam pelaksanaan Pilgub NTB. Suara yang masuk pada 320 TPS sampel itu sebesar 96,88% atau masih ada 3% lebih suara belum masuk.

Tetapi jika terdistribusi sesuai pilihan, tidak akan memengaruhi peringkat perolehan suara. Koordinator Wilayah Bali, NTB, dan NTT DPP Partai Golkar Enggartiasto Lukita mengaku terkejut dengan hasil Pilkada NTB. Namun, pihaknya akan menerima fakta politik tersebut. ”Artinya, incumbent kalau tidak punya prestasi yang membanggakan pasti ditinggalkan,” katanya kepada SINDO kemarin.

Sementara itu,Wakil Ketua Umum DPP PBB Hamdan Zoelva mengatakan, kemenangan pasangan Barru sudah diprediksi sebelumnya. ‘’Tapi yang agak mengejutkan adalah jumlah suara yang kami raih ternyata melampaui hasil survei LSI sebesar 30,1%. Ini sangat luar biasa,” ujar Hamdan di Jakarta kemarin.

Yang menjadi kebanggaan PBB, lanjut Hamdan, Tuan Guru Bajang KH Zainul Majdi nantinya akan menjadi gubernur termuda di Indonesia dalam usia 36 tahun. Ketua Badan Pemenangan Pemilu PKS Muhammad Razikun, juga menyambut gembira kemenangan pasangan Barru. Menurut dia, hasil penghitungan cepat yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia itu menunjukkan kekuatan PKS di wilayah tersebut.

Sumber: http://www.lsi.co.id/artikel.php?id=944

Hasil Quick Count PILKADA NTB – ada Wajah dan Semangat BARU


Quick Count PILGUB NTB
Hari/ Tgl: Senin, 7 Juli 2008
Pukul: 13.00 – 18.00 WITA

Pelaksana:
Lingkaran Survei Indonesia (LSI) bekerjasama dengan TV ONE

Hasil Sementara:

  1. Naja: 16, 66 %
  2. Baru: 37,06 %
  3. Serius: 28,68 %
  4. Zanur: 17,67 %

Sample Suara yang masuk: 99,38 %

Sumber grafik: http://www.sasak.org

Semoga ada semangat BARU dari wajah BARU, dan NTB siap maju di bawah pemimpin yang BARU.
Semoga. Insya Allah

Gedung MPR/DPR Mirip “Kutang Wanita”

Beberapa minggu ini kita selalu tercengang dengan banyaknya berita seputar korupsi dan Skandal Seks yang dilakoni oleh oknum anggota DPR.

Akhirnya saya merenung sejenak…..ada apa kemungkinan penyebabnya?

Dari hasil renungan pribadi kemudian saya dapatkan jawaban (ini pendapat pribadi),
bahwa ternyata DISAIN ATAP GEDUNG MPR/DPR MIRIP SEKALI DENGAN ‘MAAF’ “KUTANG WANITA”

Saya juga tidak tahu, siapa arsitek dari Gedung MPR/DPR ini

Kemudian saya coba bantuan mbah “Google” yang pinter. Saya gunakan keyword “siapa arsitek gedung MPR/DPR RI?”. Dan ternyata saya mendapatkan hasil lumayan banyak yaitu 160.000 alamat pencarian.

Saya tertarik kemudian dengan artikel di website BaliPost 10 oktober 2004. Berikut ini potongan artikelnya mengenai siapa arsitek dan pencetusnya.

Berdirinya gedung parlemen Indonesia yang kini disebut Gedung Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ini, diawali dengan semangat revolusioner untuk menyelenggarakan konferensi internasional “Conference of the New Emerging Force” (Conefo). Konperensi internasional yang diprakarsai Presiden Soekarno ini dimaksudkan untuk menggalang kekuatan di kalangan negara-negara baru untuk membentuk tatanan dunia baru. Untuk melaksanakan konperensi inilah perlu dirancang dan dibangun sebuah gedung konferensi. Presiden Soekarno kemudian menyampaikan kriteria perancangan, bahwa kompleks bangunan yang akan dibangun harus memiliki ciri khas kepribadian Indonesia. Selain itu, bangunan itu juga harus sanggup menjawab tantangan zaman beberapa tahun ke depan. Ada lagi persyaratan tambahan, Gedung Conefo harus menampilkan kemegahan, agar bisa ditampilkan sebagai teladan dan keunggulan karya rancang bangun teknisi Indonesia.

Sejak 8 Maret 1965, diadakan sayembara perancangan Gedung Conefo oleh pemerintah Indonesia. Penyelenggaraan sayembara ini merupakan kesempatan pertama bagi konsultan teknik serta arsitek Indonesia, untuk merancang gedung konperensi yang bisa manandingi Gedung PBB di New York, AS. Sayembara ini diikuti tiga konsultan perencanaan dan peserta perseorangan. Tetapi justru peserta dari unsur peroranganlah yang terpilih sebagai pemenang, yaitu Soejoedi Wirjoatmodjo, Dipl. Ing. Keikutsertaan Soejoedi sebenarnya atas dorongan Menteri PUT Soeprajogi, yang telah mengenalnya sebagai arsitek berprestasi, yang senantiasa bekerja sama dengan Ir. Sutami, teknisi muda yang handal menghitung konstruksi bangunan.

Kemenangan rancangan Soejoedi sangat dibantu dengan pembuatan maket yang melengkapi gambar rancangannya. Keberadaan maket ini sangat memudahkan tim penilai memahami wujud tiga dimensi, bila bangunannya telah selesai. Selain itu, rancangan Soejoedi sangat memudahkan pelaksanaan pembangunan gedung ini, karena bisa dikerjakan secara terpisah-pisah — namun jika bangunannya telah jadi semua, setiap unit akan saling berkaitan dalam satu kesatuan. Batas akhir penyelesaian proyek Gedung Conefo adalah 17 Agustus 1966. Menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-20, seluruh struktur berbagai bangunan telah bisa terwujud. Namun sentuhan akhir pembangunan proyek, terganggu oleh peristiwa G30S/PKI. Menjelang akhir 1966, pasca peristiwa G30S/PKI, berlangsung pembicaraan antara pihak pemerintah dengan pimpinan DPR, untuk membahas gedung yang akan digunakan DPR. Ketua Presidium Kabinet Ampera, Jenderal Soeharto, kemudian mengunjungi bangunan utama Conefo. Sesudah melihat kenyataan di lapangan, Soeharto kemudian memutuskan untuk menggunakan Gedung Conefo menjadi Gedung MPR/DPR, melalui SK Nomor 79/U/Kep/11/1966, tanggal 9 November 1966. Selanjutnya Panitia Proyek Pembangunan Conefo dibubarkan.

Keunikan Atap
Keunikan dari arsitektur Gedung MPR/DPR RI ini adalah pada bentuk atap gedung ruang sidang utamanya. Atap gedung ini mirip dengan prinsip struktur sayap pesawat terbang. Ide bentuk ini justru muncul pada saat pelaksanaan sayembara perancangan gedung Conefo sudah hampir habis. Dalam situasi terburu-buru, Soejoedi Wiroatmodjo yang sudah hampir menyelesaikan gambar rancangan dan maket gedung, ternyata belum memiliki rancangan atap ruang sidang utama, yang menjadi induk dari kompleks gedung rancangannya.”

Tapi satu hal yang kurang jeli dalam tulisan di atas. Yang menurut saya bisa menjadi dasar “Mengapa Banyak terjadi skandal seks di gedung dewan itu”.

TERNYATA RANCANGAN/ARSITEKTUR GEDUNG MPR/DPR RI ‘MAAF’ MIRIP “KUTANG WANITA
Lihat saja gambar karikatur di bawah ini yang saya ambil dari Harian Lombok Post tanggal 6 Juli 2007.

GAMBAR DI ATAS MIRIP CARA IBU-IBU YANG MASUKKAN UANG KE DALAM KUTANGNYA”
arti filosofisnya : “GEDUNG ITU SUKA DUIT JUGA SUKA SEKS”

Renungan terakhir saya “saya teringat dengan mantan Presiden Soekarno, dimana beliau adalah seorang arsitek/insinyur alumni ITB. Juga pengagum keindahan terutama keindahan tubuh wanita. tercatat pak karno punya 9 istri, yaitu: Siti Utari Tjokroaminoto, Inggit Garnasih, Fatmawati, Hartini, Kartini Manopo, Ratnasari Dewi, Haryati, Yurike Sanger, dan Heldy Djafaar.(http://www.ambarrukmo.com/?x=Catalogue&pid=1184058021).

Dan konon Pak Karno senang dengan ruangan yang beraroma seks, bahkan ada cerita pernah suatu ketika dia meminta pelukis terkenal Affandi untuk melukis “wanita telanjang” di depannya. Masih ingat pose bugil mantan istri Pak Karno dari Jepang itu? Ratnasari dewi ?

Bahkan ada orang-orang iseng membuat akronim sebagai berikut:

SUKARNO = SUKA NONA    (Pak Karno punya banyak isteri cantik)

SUHARTO = SUKA HARTA  (pak Harto punya harta banyak/terkaya di asia tenggara)

Kira-kira ada benarnya gak ya ???

Satu lagi. Coba perhatikan disain Tugu MONAS, anda akan melihat dia mirip dengan Celana Dalam.

Siapakah perancangnya saat itu. Tidak lain adalah Mantan Presiden Soekarno.

Wallohu ‘alam

Seks dan Politik

Oleh
Tjipta Lesmana

Menanggapi kasus video porno yang menimpa rekannya, Ketua Departemen Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan DPP Partai Golkar, Yuddy Chrisnadi, mengimbau agar masyarakat tidak membesar-besarkan kasus ini. Alasannya, “Beliau (Yahya Zaini) juga manusia, tidak bedanya dengan lainnya. Hal seperti ini bisa menimpa siapa saja. Bisa menimpa anggota DPR, wartawan, anggota KPK, dan pemimpin umat sekali pun!”
Artinya? Siapa pun dia, kemungkinan melakukan apa yang dilakukan oleh YZ selalu ada. Jadi, kenapa harus diributkan?
Bagi Chrisnadi, perselingkuhan antara Yahya dan Maria Eva tampaknya tidak bisa dikategorikan dalam domain moralitas. Jika Chrisnadi ditanya soal moralitas, mungkin ia akan balik bertanya: Moralitas? “Politics has no relation to morals!” Ia akan meminjam kata-kata Nicolo Machiavelli, seorang pemikir Italia yang hidup pada pertengahan abad ke-15.
Tulisan-tulisan Machiavelli begitu kesohor sehingga di kemudian hari muncul apa yang disebut “politik Machiavellisme”, suatu konsep yang sederhana saja: tujuan menghalalkan cara.
Hari-hari ini masyarakat kita seperti diguncangkan oleh beredarnya rekaman video cabul yang dilakonkan oleh seorang wakil rakyat dengan WIL-nya (wanita idaman lain), penyanyi dangdut yang dikabarkan juga fungsionaris salah satu organisasi kemasyarakatan yang bernaung di bawah bendera Partai Golkar. Ribuan, bahkan puluhan ribu orang, sudah menyaksikan video tersebut. Kalau tidak salah, inilah peristiwa paling menghebohkan di gedung parlemen Indonesia—semenjak bangsa kita merdeka—dilihat dari perspektif moral.
Dikatakan menghebohkan, bahkan spektakuler, sebab (1) perempuannya sudah membeberkan kepada publik semua yang tersiar di media massa. Ya, semua diakui kebenarannya. (2) Wakil rakyat yang terhormat (?) itu di partainya menjabat Ketua bidang Kerohanian (!), pernah pula menjabat Ketua Umum sebuah organisasi kemahasiswaan beken “berstempel” sebuah agama; (3) menurut WIL-nya, hubungan asmara mereka berlangsung cukup lama, dan para petinggi partai terkait pun sejak awal sudah tahu; (4) Masih menurut pengakuan sang WIL, ia sempat hamil dan kemudian menggugurkan kandungannya atas permintaan “yang terhormat” dan istrinya. (5)

Cacat Moral
Rekaman video cabul yang beredar itu dibuatnya sendiri. Setelah itu, setelah semua fakta dibeberkannya, si WIL dengan suara terisak-isak (impression management?) memohon kepada masyarakat luas agar “nama baik saya dibersihkan dan mencari siapa yang menyebarkan (rekaman tersebut)”. Nama baik? Mengertikah dia apa sesungguhnya makna “nama baik”? Barangkali, ME juga mempunyai pandangan yang sama dengan Chrisnadi: kejadian seperti ini biasa, dilakukan oleh setiap orang. Kebetulan saja, YZ lagi sial, tertangkap basah (kuyup).
Almarhum Prof Dr Driyarkara, dalam suatu tulisannya, mengemukakan bahwa manusia—dari segi moral—harus dilihat secara utuh, tidak boleh sepotong-potong. Sekali sepak-terjang Anda cacat morally, Anda itu habis. Itulah yang dimaksud oleh Driyarkara “dilihat secara utuh”, tidak boleh parsial.
“Tapi, ini politik, Bung!” kata para politisi. ”There are no morals in politics! There is only expediency,” ucap Lenin. Pada kurun waktu yang hampir sama (awal abad ke-19), William E Gladstone, Perdana Menteri Inggris ketika itu, mengakui bahwa sejarah pemerintahan manusia yang paling kotor, ya, dunia politik, dunia pemerintahan.
Machiavelli, Lenin, dan Gladstone, rupanya, satu “geng” dalam pemikiran politik. Intinya, jangan kaitkan poltik dengan moral, sebab ini memang dua “barang” yang tidak bisa disatukan.
Tapi, pandangan mereka bukan pandangan yang bisa diterima oleh semua orang, politisi, apalagi akademisi. Karl Popper, seorang ahli filsafat politik dari Inggris yang sangat dihormati oleh kalangan ilmuwan seantero dunia, menulis bahwa politik harus dimoralkan; bukan sebaliknya: moral dipolitisasikan!
Sebab permainan politik tanpa diberikan lapisan moral menjadi permainan binatang yang ganas, padahal manusia tidak suka, bahkan marah jika dicap “binatang”. Theodore Roosevelt, Presiden Amerika ke-26 percaya bahwa siapa pun dia, termasuk politisi, tidak bisa dibenarkan jika melakukan perbuatan “evil” semata-mata atas dasar kepentingan.
Maka, kita harus menolak dan melawan keras pandangan yang mengatakan bahwa urusan politik tidak boleh dicampuradukkan dengan moral; bahwa kejadian di DPR itu “biasa”, tidak usah dihebohkan.
Justru aspek moral menjadi lebih penting lagi bagi para pemimpin, elite politik, dan wakil-wakil rakyat. Logikanya sangat sederhana: Jika Anda tidak mampu memimpin diri sendiri—dalam arti hidup baik secara moral—bagaimana mungkin Anda bisa memimpin bangsa dan negara?
Moralitas berarti konsisten berpegang pada pedoman hidup, terutama yang digariskan oleh agama. Lagipula, pemimpin di mana-mana menjadi panutan bagi orang-orang yang dipimpin.

Kejahatan Susila
Korupsi susah diberantas, sebab sang pemimpin terus berkorupsi, bahkan “korupsi berjamaah”. Maka, kasus perselingkuhan yang menimpa anggota DPR-RI tidak bisa dipandang enteng, apalagi dengan alasan itu masuk dalam domain pribadi. Dalam konteks ini, kita tidak paham apa sebab Partai Golkar masih setengah hati menjatuhkan sanksi berat kepada YZ.
Mestinya, pimpinan DPR secara cepat memecat YZ, tidak usah menunggu tindakan yang diambil partainya, atau klarifikasi dari yang bersangkutan segala. Simak baik-baik persyaratan menjadi anggota DPR yang diatur dalam Tata Tertib Dewan Perwakilan Rakyat.
Di situ jelas diatur apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan oleh setiap anggota Dewan. Polisi juga keliru ketika mengatakan bahwa kepolisian tidak bisa bertindak, jika tidak ada pihak yang melaporkan kasus ini.
Ingat, kejahatan susila bukanlah delik aduan. Jika urusan susila dipermainkan seenaknya, bangsa dan negara ini tinggal menunggu kehancurannya. Jangan pula ada pihak-pihak yang bertanya dan menyelidiki siapa yang dengan sengaja membocoran rekaman video cabul tersebut.
Setelah 8 tahun hidup dalam era reformasi, rupanya, paradigma sebagian manusia Indonesia—khususnya para elitenya—dalam menghadapi persoalan kritik dan sejenisnya tidak juga berubah.
Kalau ada kritik atau kecaman, yang dicari selalu identitas dan motivasi pengkritik. Mestinya, substansi kritik yang diselidiki. Siapa pengedar atau pembocor video cabul adalah masalah sekunder atau tertier. Yang jauh lebih penting adalah menyelidiki dan menindak orang-orang yang menjadi pelakunya!
Di Rusia, seorang menteri langsung mundur setelah video cabulnya (bersama WIL) beredar ke publik. Wakil Menteri Kehakiman Korea Selatan, Kim Sang-hee langsung mundur dari jabatannya setelah rekaman video berisikan adegan ia menerima suap beredar luas. DPR harus dibersihkan dari orang-orang cacat moral.

Penulis adalah Pengajar Universitas Pelita Harapan.

Sumber: http://www.sinarharapan.co.id/berita/0612/08/opi01.html

Cara Mudah Setting GPRS, WAP, dan MMS untuk semua ponsel

Catatan: PELUANG BISNIS

Setting GPRS Otomatis

Cara tercepat adalah mengirim SMS ke provider yang Anda miliki, tarifnya bervariasi antar provider, dan pesan yan harus dikirim juga berbeda-beda, dan tidak semua HP didukung. Jangan lupa sebelum mensetting, beberapa operator meminta aktivasi gprs secara terpisah seperti halnya telkomsel, yakinkan bahwa layanan grps sudah aktif untuk kartu gsm Anda.

Nomor Pesan Tarif (pra/pasca)
ProXL 9667 GPRS[spasi]<merkponsel>[spasi]<tipe/seri ponsel> 350/350 + PPN 10%
Telkomsel 5432 S[spasi]<Merk>[spasi]<Tipe> 350/250
Matrix 3000 GPRS[spasi]<Merek Ponsel>[spasi]
<Tipe Ponsel>
2000/2000
Im3 3939 GPRS[spasi]<Merek Ponsel>[spasi]
<Tipe Ponsel>
2000/2000

Setting MMS Otomatis

Cara tercepat adalah mengirim SMS ke provider yang Anda miliki,tarifnya bervariasi antar provider, dan pesan yang harus dikirim juga berbeda-beda, dan tidak semua HP didukung.

Nomor Pesan Tarif (pra/pasca)
ProXL 9667 MMS[spasi]<merkponsel>[spasi]<tipe/seri ponsel> 350/350 + PPN 10%
Telkomsel 5432 S[spasi]<Merk>[spasi]<Tipe> 350/250
Matrix 3000 GPRS[spasi]<Merek Ponsel>[spasi]
<Tipe Ponsel>
2000/2000
Im3 3939 <Merek Ponsel>[spasi]GPRS 2000/2000

Setting Manual

Sebenarnya mengatur GPRS sangat mudah, namun bagi sebagian orang terkesan sangat sulit, bahkan di hampir semua majalah dan tabloid yang berhubungan dengan ponsel selalu mencantumkan cara spesifik setting GPRS untuk setiap HP, padahal untuk bisa mensetting GPRS HP apapun, Anda cukup mengetahui 3 hal, untuk mengeset WAP hanya perlu tahu 1 hal, dan untuk mengeset MMS kita perlu tahu 5 hal.

Selain setting-setting yang ada di sini, Anda tidak perlu mengubah-ubah setting default yang sudah diberikan di setiap HP, biasanya setting-setting tersebut sudah baik untuk dipakai, dan sudah optimal.

Setting GPRS

Jika Anda hanya ingin memakai HP untuk koneksi Internet dari PC, Anda hanya perlu mengeset GPRS saja, tidak perlu set WAP ataupun MMS. Anda hanya perlu tahu 3 hal yaitu: Access point name, username, dan password, bahkan jika Anda memakai kartu pasca bayar Matrix, Anda cukup tahu nama Access Pointnya karena username dan passwordnya adalah kosong.

Provider APN Username Pasword
XL http://www.xlgprs.net xlgprs proxl
Telkomsel telkomsel wap wap123
Matrix satelindogprs.com - -
IM3 http://www.indosat-m3.net gprs im3

WAP

Jika Anda perlu browsing dari HP dengan WAP, selain mengeset GPRS, Anda perlu juga mengeset yang namanya wap gateway. WAP gateway adalah sebuah server yang akan menerjemahkan halaman wml ke format biner yang dikenali HP. Sebenarnya hanya ini saja yang Anda perlukan untuk WAP, tapi jika Anda ingin mengunjungi halaman default masing-masing provider, Anda juga perlu tahu alamatnya untuk menjadi homepage WAP. Tapi jika Anda tidak hafal alamat situs WAP masing-masing provider, isikan saja: www.google.com/wml atau wap.yahoo.com

Provider Alamat Gateway Homepage
ProXL 202.152.240.050 http://www.lifeinhand.com
Telkomsel 10.1.89.130 http//wap.telkomsel.com
Matrix 202.152.162.250 http://satwap
IM3 010.019.019.019 http://wap.indosatm3.net

MMS

Pertama Anda perlu tahu bahwa MMS bisa memakai CSD, tidak harus GPRS tapi umumnya kita memakai GPRS. Setting MMS sebenarnya terdiri atas dua hal, pertama adalah setting koneksi (bisa GPRS, bisa CSD, tapi settingnya berbeda dengan setting GPRS normal, agar provider bisa memberikan charge yang berbeda untuk MMS dan GPRS), lalu kedua kita perlu setting server MMS yang mirip dengan setting WAP.

Untuk setting koneksi MMS, kita perlu tahu tiga hal (sama seperti ketika menset GPRS kita juga perlu tahu 3 hal)

Provider APN Username Password
ProXL http://www.xlmms.net xlgprs proxl
Telkomsel mms wap wap123
Matrix mms.satelindogprs.com satmms satmms
IM3 mms.indosat-m3.net mms im3

Dan kemudian kita perlu setting server MMS, ini terdiri dari dua hal, yaitu gateway WAP, dan alamat MMS center

Provider Gateway MMSC/Homepage
ProXL 202.152.240.50 http://mmc.xl.net.id/servlets/mms
Telkomsel 10.1.89.150 http://mms.telkomsel.com
Matrix 202.152.162.88 http://mmsc.satelindogprs.com
IM3 010.019.019.019 http://mmsc.m3-access.com

Sumber: http://blog.compactbyte.com/2004/06/15/cara-mudah-setting-gprs-wap-dan-mms-untuk-semua-ponsel

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 71 pengikut lainnya.