Pelatihan Pemanfaatan Aplikasi Java untuk Pembelajaran Fisika SMA

 

1365569160317577066

Foto bersama (Tim Dosen Fisika UB Malang dan peserta)

Kata pepatah “Seperti gayung bersambut”. Begitulah kegiatan pelatihan yang telah kami laksanakan. Berawal dari rencana Kegiatan Tim Pengabdian Masyarakat Dosen Fisika Universitas Brawijaya (UB) Malang yang dikomandani oleh Bapak Ahmad Nadhir, Ph.D., untuk melakukan pelatihan Pemanfaatan Aplikasi Java kepada guru-guru Fisika SMA di Kabupaten Lombok Timur.

Rencana kegiatan dan jadwal kami diskusikan melalui SMS dan e-mail. Maklumlah, karena jarak kami cukup jauh. Seluruh Tim masih berada di Kota Malang, sedangkan saya selaku Ketua MGMP Fisika Kab. Lombok Timur berada di Kota Selong (ibukota Kabupaten Lombok Timur-NTB).

Akhirnya, jadwal pelatihan disepakati pada Hari Selasa, 2 April 2013. Juga bertepatan dengan jadwal rutin MGMP Fisika yang rutin kami adakan setiap hari selasa tiap bulannya.

Rombongan Tim Pengabdian Masyarakat Dosen Fisika UB Malang tiba di SMA Negeri 1 Selong pukul 08.30 dan acara dimulai pukul 09.00 wita. Acara agak molor dari rencana semula pukul 08.00 wita karena harus menunggu peserta yang masih banyak belum hadir. Anggota Tim Dosen Fisika UB Malang terdiri dari:

  1. Ahmad Nadhir, Ph.D (Ketua Tim)Dr-Ing Setyawan P Sakti, M.Eng
  2. Dr.Eng Didik R Santoso, M.Si
  3. Sukir Maryanto, Ph.D
  4. Gancang Saroja, S.Si, M.T
  5. Irwan, M.Sc

Kegiatan Pelatihan Pemanfaatan Aplikasi Java berlangsung dalam suasana yang akrab, serius tetapi sangat santai. Suasana jauh dari kesan bahwa ilmu fisika itu sulit dan tidak menyenangkan. Pada Sesi pertama, materi disampaikan oleh Bapak Dr. Setyawan. Diawali dengan perkenalan profil jurusan Fisika di Universitas Brawijaya Malang. Selanjutnya, beliau memaparkan bagaimana keterkaitan antara ilmu fisika dengan teknologi mutakhir serta aplikasinya di masyarakat. Para peserta yang terdiri dari guru-guru Fisika se-kabupaten Lombok Timur, begitu asyik mendengarkan materi, seolah seperti batre kosong yang siap di-charge. Apalagi, narasumber juga menceritakan bagaimana pengalaman beliau mempelajari aplikasi fisika pada Helicopter saat studi S3 di Jerman.

13655693991567689004

Dr. Setyawan menyampaikan materi

Pada Sesi kedua, materi disampaikan oleh Bapak Ahmad Nadhir, Ph.D (Ketua Tim). Beliau menjelaskan materi Aplikasi Java Applet dan Java Circuit. Materi ini sangat menarik perhatian peserta, sehingga semuanya begitu serius menyimak penjelasan dari narasumber. Materi sudah dibundel dalam 1 buah CD yang totalnya 500 MB, sehingga peserta cukup membuka folder yang sudah tersedia sambil dibimbing oleh pemateri.

13655697741983998962

Dr. Ahmad Nadhir sedang membimbing peserta pelatihan Java Applet dan Java Circuit

Materi yang menurut saya paling menarik karena masih baru dan komplit adalah Java Circuit. Java Circuit ini adalah sebuah software yang sangat komplit untuk belajar Rangkaian Elektronika. Mulai dari rangkaian yang paling sederhana hingga yang kompeks. Umumnya, materi listrik dan elektronika ini juga menjadi -materi yang rumit dan abstrak- untuk dijelaskan oleh sebagian guru-guru Fisika. Maka, dengan bantuan software Java Circuit ini, rasanya belajar elektronika menjadi lebih mudah. Dalam software ini, rangkaian listrik yang kita gambar bisa memvisualkan gerakan elektron seperti gerak nyata. Bahkan grafik arus dan tegangan bisa kita lihat langsung layaknya sebuah osiloskop nyata. Untuk menggambar kabel-kabel dan aneka komponen elektronik seperti resistor, induktor, kapasitor, tegangan, dll sangat mudah. Cukup dengan klik-kanan dan drag saja.

Sesi Ketiga, materinya adalah Phet Simulation Software. Materi disampaikan oleh Bapak Gancang Saroja, MT. PhET adalah singkatan dari Physics Education Technology. Software PhET ini dikembangkan oleh programmer dari University of Colorado, USA. Software ini juga tidak kalah bagusnya dengan Java Aplet dan Java Circuit. Bukan hanya simulasi fisika, tetapi ada ratusan simulasi matematika, kimia, biologi, kebumian, dll.

13655716461200791802

Bapak Gancang Saroja, MT sedang menjelaskan materi PhET

Simulasi dan animasi dalam PhET ini sangat interaktif, sehingga user bisa melakukan percobaan langsung di depan komputer. Inilah yang disebut Virtual Laboratory (Lab Maya). Pemateri dengan sabar membimbing peserta untuk mencoba berbagai macam judul animasi yang ada. Pesan beliau. “jangan takut mencoba”.

Untuk rekan-rekan guru Fisika atau IPA, software ini sangat bagus dan saya rekomendasikan untuk digunakan di dalam kelas. Saya sendiri sudah sering mencobanya dan kesan siswa sangat bagus.

Jika guru-guru Fisika atau IPA bisa menggunakan ICT dalam pembelajaran, tentunya dipilih materi yang memang bagus untuk digunakan, maka penulis yakin pembelajaran Fisika/IPA akan menjadi lebih menyenangkan bagi siswa. Sehingga pelajaran Fisika/IPA tidak lagi menakutkan dan menyulitkan.

136560790817587521

Tampilan Java Applet materi “Generator”

1365608257239759990

Tampilan softwae Java Circuit materi “Rangkaian RLC seri”

1365572126962608413

Tampilan website PhET (www.phet.colorado.edu)

Terima kasih kami sampaikan kepada para pemateri (Tim Dosen Fisika UB Malang), yang telah menginduksi guru-guru Fisika SMA/MA di Kabupaten Lombok Timur melalui pelatihan ini. Semoga sharing ilmu dan silaturrahim ini bisa bermanfaat bagi kami dan para siswa.

Salam Fisika
MGMP Fisika SMA/MA Lombok Timur

Sumber: http://www.kompasiana.com/subkioke

 

POS Ujian Nasional 2013

ujian-nasionalProsedur Operasional Standar (POS) UN 2013 sudah dirilis oleh BSNP melalui laman web http://www.bsnp-indonesia.org/ . Web BSNP sendiri sudah beberapa minggu ini tidak bisa diakses karena melebihi batas penggunaan bandwidth. Kemungkinan besar karena banyaknya pengunjung yang ingin mendownload POS UN terbaru pada tahun 2013 ini.

POS UN menjadi pedoman/rambu-rambu bagi seluruh pihak yang terkait dengan pelaksanaan UN, khususnya bagi Panitia UN di sekolah. Apalagi dengan adanya perubahan jumlah soal menjadi 20 butir soal, semakin menjadikan UN “monster”.

Berikut ini link untuk download. Semoga Bermanfaat!

* Permendikbud No. 3 Tahun 2013 tentang Kriteria Kelulusan dan UN Tahun 2012/2013
* POS UN SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB, SMK dan UNPK Tahun 2012/2013
* POS UN SD/MI/SDLB Tahun 2012/2013
* Tata Tertib Pengawas Ujian Nasional Tahun 2012/2013

Berlayar di Angkasa

Seri: Fisika Asyik

Berlayar kok di luar angkasa? Bagaimana caranya? Apakah di luar angkasa yang sepi dan gelap itu ada cukup angin yang dapat mengembangkan layar seperti angin laut yang mengembangkan layar dan mengarahkan kapal-kapal laut? Nah, di sinilah kunci utamanya! Menurut fisika, berlayar di luar angkasa tidak mustahil! Tetapi konsep yang digunakan berbeda dengan konsep berlayar menggunakan kapal laut. Di luar angkasa yang luas itu, ‘kapal layar’ tidak mengembang dan meluncur dengan bantuan angin. Ada sesuatu yang lain yang membantu pelayaran di dunia asing ini.

Satu perbedaan utama terletak pada layar yang digunakan. Kapal laut selalu menggunakan layar yang terbuat dari bahan kain yang cukup kuat untuk menerima terpaan angin selama berlayar. ‘Kapal layar luar angkasa’ justru menggunakan layar yang terbuat dari cermin! Kapal yang mengambang di ruang angkasa ini sama sekali tidak tergantung dari angin, tetapi justru sangat tergantung oleh cahaya yang dipancarkan oleh matahari. Karena itulah layar ini mendapat julukan solar sail (solar = matahari, sail = layar). Mau tahu cara kerja solar sail?

Ada tiga hal yang sangat dibutuhkan supaya pesawat luar angkasa yang menggunakan solar sail bisa mengarungi jagad raya dengan mulus. Yang pertama dan yang paling utama adalah sinar matahari. Yang kedua adalah cermin yang sangat besar (luasnya bisa sebesar luas lapangan sepak bola!) tetapi sangat tipis. Yang ketiga adalah roket yang bisa digunakan untuk melemparkan pesawat ke orbit di luar angkasa. Sesudah diluncurkan dan berhasil keluar dari atmosfer bumi, roket ini dilepaskan sehingga pesawat bisa melayang sendiri dengan layarnya yang unik. Layar ini adalah cermin yang sangat luas tadi. Di luar angkasa, cahaya matahari dapat menyerbu cermin itu (Gambar 1).

Solar Sail (perahu luar angkasa)


Sinar-sinar kuning pada Gambar 1 merupakan sinar matahari, sedangkan panah-panah biru menunjukkan lintasan-lintasan orbit pesawat. Panah merah menunjukkan arah gerak pesawat dan perubahannya akibat gaya tekan sinar matahari terhadap solar sail (cermin raksasa). Gambar 1-1 menunjukkan bahwa saat cermin berada pada posisi paralel dengan arah sinar matahari, Disini tidak ada perubahan arah gerak, solar sail tetap pada orbitnya. Ini mirip dengan bumi yang tidak kenal lelah mengorbit mengelilingi matahari. Jika kita mengubah posisi cermin menjadi tegak lurus terhadap serbuan sinar matahari (Gambar 1-2), gaya tekan sinar matahari menyebabkan pesawat terdorong (dipercepat) menjauhi matahari (Gambar 1-3) sehingga pesawat mengelilingi matahari pada orbit baru (lingkaran biru yang besar). Jika posisi cermin diubah lagi sehingga sinar matahari menerpa bagian belakang cermin pada sudut tertentu (Gambar 1-4), tekanan yang dirasakan solar sail menjadi kecil (pesawat diperlambat) sehingga pesawat seakan ditarik mendekati matahari (orbitnya pindah lagi ke lingkaran yang kecil).

Wah, bukankan itu berarti pesawat luar angkasa ini dikemudikan oleh sinar matahari? Tepat sekali! Posisi dan arah solar sail terhadap sinar matahari sangat mempengaruhi kecepatan dan pergerakannya di luar angkasa. Karena matahari tidak pernah berhenti bersinar, pasokan energi bagi pesawat pun semakin lama semakin banyak. Pesawat ini tidak membutuhkan bahan bakar karena bahan bakarnya adalah sinar matahari yang terus-menerus mendorongnya di luar angkasa. Semakin lama diserbu oleh sinar matahari (semakin banyak tekanan yang diterima cermin) semakin besar pula percepatan (dorongan) yang dihasilkan. Itulah sebabnya cermin yang digunakan sebagai layar harus berukuran super besar (Gambar2)!

Model Solar Sail

Semakin besar luas permukaan cermin, semakin banyak pula sinar matahari yang bisa diterima dan digunakan untuk mendorong pesawat luar angkasa masa depan ini. Inilah alasan utama NASA (National Aeronautics and Space Administration) mulai mengembangkan teknologi solar sail ini. Dengan menggunakan solar sail, pesawat luar angkasa yang dikirim untuk menjelajahi jagad raya yang sangat luas ini tidak lagi membutuhkan bahan bakar yang berat dan mahal seperti halnya pesawat luar angkasa yang selama ini digunakan. Ini merupakan penghematan yang luar biasa. Bahan bakar selalu merupakan masalah utama semua misi NASA di luar angkasa. Semakin jauh jarak yang ingin dicapai pesawat luar angkasa konvensional, semakin banyak bahan bakar yang dibutuhkan untuk meluncurkannya. Semakin banyak bahan bakar, semakin besar ukuran pesawat yang dibutuhkan untuk menyimpannya. Ini berarti semakin berat pula beban yang harus dibawa pesawat. Semakin berat bebannya, semakin banyak bahan bakar yang dibutuhkan. Dengan kata lain, semakin mahal biaya yang dibutuhkan untuk menjalankan misi-misi ke luar angkasa ini! Dengan solar sail, pemakaian bahan bakar bisa dihilangkan sehingga pesawat pun lebih kecil dan lebih ringan. Atau, dengan berat dan ukuran pesawat yang sama, ada lebih banyak peralatan yang bisa dibawa karena ada banyak ruang yang dapat ditempati. Ini berarti penelitian bisa dilakukan dengan lebih efisien. Misi ke luar angkasa pun bisa mencapai jarak yang selama ini hanya bisa dimimpikan manusia. Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai jarak yang sangat jauh pun bisa dipersingkat karena sinar matahari dapat mendorong pesawat sampai kecepatan lima kali lebih besar dari kecepatan roket konvensional. Bahkan pesawat yang menggunakan solar sail memang dikhususkan untuk menjalankan Deep Space Misions (petualangan menuju daerah yang sangat jauh, bahkan mencapai galaksi dan tatasurya lain).

Karena sangat tergantung pada sinar matahari, solar sail tidak bisa langsung meluncur sendiri dari bumi dan melesat ke luar angkasa begitu saja. Itulah sebabnya diperlukan roket yang bisa meluncurkannya ke luar angkasa untuk mencapai posisi yang ideal untuk mulai menerima serangan cahaya matahari. Bahan-bahan konstruksi yang digunakan pun harus super ringan supaya sinar matahari dapat mendorong pesawat dengan lebih mudah. Bahan-bahan yang super ringan tetapi super kuat ini sedang gencar dikembangkan menggunakan nanoteknologi. Inilah sebabnya NASA begitu antusias akan perkembangan nanoteknologi. Dengan nanoteknologi, kita bisa membuat material yang memiliki karakteristik yang sesuai dengan keinginan kita karena kita bisa menyusunnya atom per atom. Karena itu, jika kita menginginkan material yang setipis satu helai rambut, tetapi memiliki kekuatan 100 kali lebih kuat dari baja, nanoteknologi dapat menyediakannya untuk kita. Karakteristik optik cermin yang digunakan pun bisa ditingkatkan karena kita bisa merancang struktur atom yang menyusun cermin itu supaya sesuai dengan kebutuhan kita.

Pesawat luar angkasa masa depan yang dilengkapi solar sail ini akan menjadi mata bagi kita yang ingin mengintip jagad raya ini. Pesawat ini akan dilengkapi dengan berbagai kamera, peralatan elektronika, alat komunikasi, dan komputer yang sangat canggih sehingga dapat merekam dan melaporkan hasil intipannya itu kembali ke bumi. Para peneliti yang terus memantau perjalanan pesawat ini pun dapat ikut menikmati semua yang berhasil direkam oleh kamerakamera tadi sepanjang perjalanan pesawat menembus galaksi, tanpa perlu khawatir bahwa pesawat akan kehabisan energi. (Yohanes Surya).

Sumber: http://www.yohanessurya.com

Frekuensi Indosiar yang Baru (Oktober 2012)

Saluran Indosiar termasuk saluran TV yang menjadi favorit banyak orang, karena acaranya banyak yang menarik seperti Film-film Drama Korea, Laga Silat Tutur Tinular, dll. Sayangnya tiba-tiba siarannya menghilang dari Parabola. Setelah lama saya mencari di Internet sulit ketemunya, dan baru saja saya menemukan settingan yang baru di alamat ini dan saya coba berhasil. Indosiar aktif lagi. Saya lupa kalau sebenarnya semua channel Satelit bisa kita lihat updatenya di www.lyngsat.com, dan khusus untuk Indonesia di http://www.lyngsat.com/Palapa-D.html atau http://www.lyngsat.com/Telkom-1.html. Kedua alamat ini adalah update langsung dari 2 satelit milik Indonesia.

Silahkan anda coba setting baru Indosiar (update 30 September 2012)

LNB                  : LNB 1 (Satelit Palapa D)

Frekuensi       : 3998/4000

Symbol Rate : 6500

Posisition        : H

VPID                : 4368

APID                 : 4625

PCR                    : 512

Film Baru “Perempuan Sasak Terakhir”

13485828762101570351
Film

Sore Kamis yang lalu (13 September 2012) saya sempatkan menonton Film Baru berjudul “Perempuan Sasak Terakhir“. Film ini ditayangkan selama seminggu di Sport Hall GOR Selaparang Selong, Kab. Lombok Timur NTB. Film yang disutradarai oleh putra asli Sasak (suku di Lombok) Sandy Amaq Rinjani ini mengambil tema tentang pengaruh modernisasi yang sudah mulai mengikis dan menggerus budaya dan adat istiadat suku Sasak Lombok.

 

1348582975636319477
Gala Premiere Film PST

 

13485841271833358951
Wawancara Sutradara, produser, pemain utama di Metro TV (sumber: http://www.metrotvnews.com)

Sasak adalah nama suku utama yang ada di Pulau Lombok. Lombok sendiri merupakan sebuah pulau kecil yang indah, tepatnya di sebelah timur Pulau Dewata Bali. Pulau ini sering dijuluki Pulau Seribu Masjid, karena mayoritas penduduknya adalah Muslim dan di setiap kampung pasti terdapat Masjid untuk tempat ibadah. Bahkan saat ini, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Kyai Haji Zainul Majdi, MA adalah putra sasak yang juga alumnus doktor tafsir di Universitas Al Azhar Mesir.

Namun, di balik kebanggaan itu semua, sebagai seorang putra sasak yang menimba ilmu perfilman di Jakarta, Sandy Amaq Rinjani merasa prihatin, bahwa adat dan budaya sasak hari ini sudah tergerus begitu jauh oleh tikaman modernisasi di segala bidang. Mulai dari persoalan kehidupan agamis suku sasak, Perempuan yang kurang mendapatkan edukasi, hingga persoalan dominannya warga suku sasak Lombok yang menjadi TKI dan TKW.  Berangkat dari berbagai persoalan inilah sutradara muda Sandi Amaq Rinjani, berupaya mengungkapkan kegelisahannya tentang persoalan yang dihadapi perempuan melalui film Perempuan Sasak Terakhir. Sinopsis, scene, trailer, dan lain-lainnya bisa langsung dibaca di websitenya www.perempuansasakterakhir.com.

 

Selain mengangkat tema benturan budaya, film ini juga banyak mengekspose keindahahan dan keunikan Pulau Lombok. Dari awal hingga akhir film, tampak sekali ditayangkan keindahan panorama gunung dan pantai yang menjadi ikon pariwisata Lombok. Memang benar, bahwa saat ini, para turis mancanegara banyak sekali bertandang ke Lombok. Terlebih karena keindahan Gili Terawangan, Gili Nanggu, Pantai Kuta, dan Gunung Rinjani sudah menjadi ikon pariwisata dunia yang dibalut dalam promo wisata visit lombok sumbawa 2012 oleh Gubernur NTB.

 

13485832202130704456
Suasana sehabis nonton Film PST di luar stadion (dokumen pribadi)

Setelah menonton film ini, setidaknya ada beberapa hal penting yang bisa kita ambil intisari dan pesannya:

 

  1. Pemerintah Pusat dan Daerah perlu menyadari bahwa memang benar telah terjadi distorsi budaya (tidak hanya budaya sasak bahkan budaya di seluruh Indonesia) oleh pengaruh globalisasi dan modernisasi. Jadi diperlukan tindakan nyata untuk konservasi budaya ini.
  2. Modernisasi semu yang ada tidak menjamin rakyat akan sejahtera. Banyaknya TKI/TKW bisa menjadi indikator nyata bahwa rakyat belum hidup sejahtera di negeri sendiri.
  3. Budaya Sasak yang baik-baik (bernuansa etnis dan agamis) sudah kehilangan jati dirinya dan sudah tergantikan oleh budaya asing yang banyak merugikan.
  4. Perempuan Sasak dan juga perempuan lainnya di Indonesia masih dalam posisi marginal. Perlu upaya serius semua pihak untuk mereposisikan kembali peran perempuan baik di sektor publik maupun di ranah keluarga agar perempuan lebih dihargai dan diberdayakan.
  5. Keindahan dan keunikan Pulau Lombok dan pulau lainnya di Indonesia sangat perlu dipromosikan lewat Film, sehingga lebih banyak orang Indonesia  yang akan mengenal negaranya sendiri daripada lebih mengenal negara asing.
  6. Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki daerah seperti Sutradara Film ini perlu didukung penuh oleh pemerintah daerah demi majunya suatu daerah.

 

http://www.kompasiana.com/subkiraz

Gili Terawangan: Setetes Surga di Pulau Lombok

Pernahkah anda mendengar obyek wisata Gili Terawangan di Pulau Lombok? Mungkin sebagian orang masih asing mendengarnya. Gili dalam bahasa sasak Lombok berarti pulau kecil. Gili terawangan ini merupakan salah satu dari tiga gili di area Lombok bagian Utara yaitu: Gili Air, Gili Meno, dan Gili Terawangan. Pulau kecil ini sebenarnya sudah banyak dikenal oleh para selebriti papan atas dan pejabat dari Jakarta. Sebut saja, pasangan Anang-Ashanti. Pasangan baru ini katanya berbulan madu juga ke tempat ini, ada juga Nikita Willy bersama Diego sang pacar pernah ke sini, dan juga artis-artis lainnya. Dikabarkan juga Bapak Menteri M. Nuh pernah ke sini dalam kunjungan kerjanya di Lombok.

Ketika pertama kali berkunjung ke pulau eksotis ini, serasa sayaberada di Eropa. Betapa tidak, di sini lebih banyak hilir mudik turis Mancanegara dari Amerika dan  Eropa ketimbang turis lokal seperti saya. Bahkan ada juga yang menjuluki pulau ini sebagai Kampung Bule karena banyaknya bule yang berseliweran di sini.

Untuk mencapai Gili Terawangan ini, kita menempuh perjalanan sekitar 45 menit dari Kota Mataram ibukota propinsi NTB atau sekitar 2 jam dari Bandara Internasional Lombok (BIL) yang baru di Pujut, Lombok Tengah. Butuh waktu sekitar 1 jam untuk sampai di Pelabuhan Bangsal di Pemenang Lombok Utara. Sebelum sampai di Pelabuhan Bangsal, anda akan melewati hutan pusuk. Di area ini ada ratusan monyet berjejer di pinggir jalan menanti belas kasih buah tangan anda. Maka jangan segan untuk turun memberikan makanan ringan yang anda punyai. Tetapi harus tetap siaga, jangan sampai isi tas anda dicuri oleh monyet-monyet yang nakal. Di hutan Pusuk ini anda bisa beristirahat menikmati buah Durian yang masih segar, tetapi tentu pada musim Durian saja (sekitar Desember-Pebruari).

 

13472855861252084829
Hutan Pusuk (dok. pribadi)

Setelah sampai di Pelabuhan Bangsal, perjalanan anda harus menggunakan perahu berukuran sedang (kira-kira bisa memuat hingga 25 orang). Waktu tempuh dari Bangsal menuju Gili Terawangan sekitar 30 menit. Harga Tiket penyeberangan Rp. 10.000, -. Tetapi perahu akan berangkat jika sudah penuh atau hampir penuh. Jadi harus sabar sedikit menunggu penumpangnya penuh. Lain ceritanya kalau lagi peak season yakni Bulan Juni-Juli dan Desember-Januari. Wisatawan tentu saja sangat ramai.

Selama perjalanan laut ini, kita akan disuguhkan pemandangan yang begitu indah. Tampak di hadapan kita lukisan Tuhan yang Maha Agung yakni gugusan Gunung Rinjani berpadu dengan birunya air laut, sehingga kita bisa ambil gambarnya sebagai wallpaper. “Alloh memang Maha Indah dan Dia Mencintai Keindahan”.


Keunikan Gili Terawangan

Gili Terawangan memiliki pemandangan yang romantis. Pasir putihnya berpadu dengan air laut yang berwarna biru kehijau-hijauan, menambah eksotisnya pemandangan pantai. Maka jangan heran, di sepanjang pantai ini berjejer ikan-ikan, eh maaf maksudnya berjejer para bule berjemur menikmati hangatnya sinar matahari. Atau istilah kerennya Sunbathing (Mandi Matahari). Tetapi di sini para bule dilarang berbuka ria seenaknya. “Naked Sunbathing prohibited” alias dilarang telanjang bulat tanpa sehelai benangpun.

 

 

13472860051655599025
Pasir Putih Gili Terawangan (dok. pribadi)

Di pulau kecil ini tidak ada polusi udara dari mesin kendaraan, ya karena mobil atau sepeda motor dilarang di sini. Yang banyak tersedia di sini adalah Cidomo (sejenis Delman di Jawa), dan persewaan Sepeda. Tetapi nanti jangan kaget, di sini banyak bule bersepeda hanya mengenakan bikini saja.

Di sepanjang pantai banyak tersedia cafe-cafe, dan juga Hotel, Bungalow, Losmen, dan sejenisnya. Hotel-hotel didesain alami ala rumah adat Sasak Lombok.

Di Gili ini, terkenal juga akan keindahan terumbu karang di bawah lautnya. Sehingga banyak para turis mancanegara yang tertarik untuk diving dan snorkling di sini. Beraneka ragam ikan hias bisa anda saksikan sambil berenang. Anda bisa menyewa alat selam (snorkling) hanya dengan uang Rp. 15 ribu. Tidak ada salahnya anda berkenalan dengan turis mancanegara khususnya anda yang ingin melatih skill Bahasa Inggris anda dan nikmati pantai yang indah seharian penuh di sini.

 

13472861652049700972
Mandi Matahari (dok. pribadi)

Pulau ini jauh dari keramaian kota, dan tentu saja sangat cocok untuk honey moon atau liburan bersama keluarga tercinta yang menginginkan suasana baru.

Selamat berkunjung ke Gili Terawangan. Nikmati Setetes Surga Dunia di sini. Jangan lupa kalau sendiri, ingat anak, suami dan istri. Hehe.

Salam Hangat dari Lombok

Mr.Q
www.subkioke.wordpress.com

Belajar Fisika Melalui Tablet

Sesungguhnya banyak cara, banyak media, dan banyak strategi untuk belajar. Selama ratusan tahun semenjak ditemukannya kertas oleh bangsa China hingga saat ini pun, mayoritas orang masih menggunakan media kertas yang disusun dalam bentuk “Buku” untuk belajar (paper based learning).

Namun, perkembangan teknologi informasi saat ini sedang melaju kencang. Dunia elektronika dan komputer telah banyak mengalami revolusi. Hampir setiap hari kita menyimak lahirnya seri-seri baru dari peralatan elektronik, seperti komputer, laptop, netbook, hingga Tablet. Mau tidak mau otak kita pun rupanya juga harus selalu sigap menyesuaikan diri dengan banjirnya informasi yang kita terima. Termasuk bentuk penyesuaian itu adalah lahirnya Gaya Belajar kita. Semula informasi itu hanya kita peroleh dari buku, koran, majalah, atau televisi. Namun kini, internet telah banyak memberikan kemudahan dalam pencarian informasi itu. Sehingga hampir semua media elektronik itu menawarkan koneksi internet dalam bundel penjualannya.

Salah satu media elektronik populer (gadget) yang saat ini lagi nge-trend adalah PC Tablet atau Tablet. Tablet ini bukanlah tablet obat, tetapi menjadi nama baru di dunia komputer. Alat ini merupakan “perkawinan” antara Komputer dan Handphone. Tablet sering juga disebut SmartPhone atau telpon pintar, karena kepintarannya dalam memberikan banyak informasi bagi penggunanya. Ciri utama dari tablet ini adalah kemampuan touch screen (layar sentuh). Sehingga seolah-olah pemakainya ikut terlibat atau merasakan respon dari perintah yang diberikan jika si tablet disentuh (tap).

Fasilitas Tablet

Beberapa minggu ini, saya sedang asyik menikmati ilmu baru yang ada di Tablet Huawei Ideos S7 Slim milik saya. Ternyata, memang benda berukuran 7 inch itu benar-benar smart (pintar) untuk ukuran saya. Karena hampir semua kebutuhan sehari-hari yang bersifat mobile tersedia dalam Tablet yang bersistem operasi Android itu. Beberapa diantaranya adalah bawaan Huawei saat baru pertama kali beli dan ada yang baru saja saya install dari Android Market (Google Play Store milik Google). Fasilitas dalam Tablet diantaranya:

  1. Tablet bisa Untuk Call, SMS, dan Internet (3G)
  2. Muslim Pro (program sholat yang selalu adzan 5 kali sehari dan saya tunggu-tunggu saat Maghrib). Bisa juga untuk menentukan arah Qiblat
  3. Alarm Clock Plus, yang selalu membangunkan saya sahur
  4. Al Qur’an plus suara qori internasional, yang selalu saya stel untuk memperdalam ilmu al quran saya.
  5. Camera dan Video Recorder, yang selalu menemani setiap saat untuk menangkap momen yang indah
  6. Compas, yang menjadi pemandu arah dimana saja saya berada
  7. Google Earth dan Google Maps, yang memandu perjalanan saya ke Jawa seminggu yang lalu
  8. Facebook dan twitter, untuk update status
  9. GPS, yang realtime membuat jejak perjalanan ke mana saja anda pergi
  10. Indonesian News, untuk selalu membaca berita koran nasional
  11. Indo TV, agar anda selalu menyimak tayangan TV meskipun anda tidak punya TV
  12. Kamus, agar anda selalu faham makna-makan baru dan kata-kata asing
  13. Memo dan Evernote, agar anda selalu bisa mencatat semua kejadian dan menuliskannya detik itu juga
  14. Music, agar anda selalu fresh dan tidak stress
  15. Ramadhan Guide, agar anda punya ilmu lengkap tentang ibadah Ramadhan
  16. Smart Measure, agar anda tahu jarak anda dengan teman, atau mengukur tinggi pohon, rumah, dll
  17. dan masih banyak lagi (ada ratusan ribu software).

Di website Android Market atau Google Play Store https://play.google.com tersedia ribuan software, baik yang FREE maupun yang harus kita Beli. Software itu bisa kita install dari laptop atau langsung dari Tablet itu sendiri.

Tablet Sebagai Media Belajar Fisika

Selama eksplorasi saya menggunakan tablet, ternyata banyak sekali software yang Free untuk kita jadikan Bahan Belajar. Sambil menunggu waktu berbuka puasa, saya pelajari beberapa software untuk belajar termasuk software untuk anak-anak yang berguna buat anak-anak kita di rumah. Untuk belajar fisika misalnya, tersedia beberapa software diantaranya:

1. Mathlab Calc, untuk menggambar grafik fungsi dan grafik persamaan gelombang

1344662557749790136

2. Sound Meter, untuk mengajarkan Taraf Intensitas Bunyi

1344667988902915164

3. Smart Distance, untuk mengukur jarak dan ketinggian suatu tempat

13446680571727457704

4. Compas untuk menentukan arah

1344668092404166280

5. Speed View, untuk menentukan kecepatan kita di atas sepeda motor atau mobil

13446681432005745705

6. Google Earth dan Google Maps, untuk belajar peta, lintang, bujur, penentuan jarak, luas, dll

13446682071158797704

7. Physics Reference, sebagai referensi lengkap belajar fisika

8. Physics Beta, memuat ringkasan rumus-rumus fisika

9. Hybrid Stopwatch, sebagai stop watch 3 dimensi yang berguna untuk percobaan di Lab. Fisika

1344668282282192840

10. Gravity Meter, untuk mengetahui besar percepatan gravitasi (g) di tempat kita berada

11. Mathematics, software lengkap untuk menyelesaikan fungsi, konversi satuan, grafik komplek, matrik dan vektor, polinomial, sistem numerik, dll

1344668432308972132

12. Magnetic Field: Metal Detector, untuk mendeteksi adanya logam dan medan magnet

13. Periodic Table, untuk belajar sistem periodik khususnya pada materi fisika atom

14. Physics Formula Calculator, untuk menyelesaikan persamaan fisika

15. PhysicsPack, berisi kumpulan rumus-rumus fisika, konstanta, simbol, dll

16. Motion Physics Flashcard, berisi materi fisika tentang gerak

17. Info BMKG, untuk memantau cuaca Indonesia, cuaca dunia, dan info Gempa

1344668466898288788

18. Science eBooks, untuk belajar ilmu IPA: astronomi, biologi, kimia, fisika, matematika, dll

19. Science Bank, berisi materi IPA

20. Physics World, versi android dari majalah Physics World di USA

21. A Science Explore, berisi kamus, para ilmuwan/penemu, fakta sains, tabel periodik, tata surya, proyek IPA, rumus-rumus, kuis, dll.

22. Thermometer. Dengan mengaktifkan internet mobile atau WIFI plus sensor, maka suhu di sekitar kita bisa dideteksi.

1344668502384426177

23. Dan lain-lain masih banyak lagi (ada ratusan software)

Demikianlah beberapa software yang bisa kita install di tablet dan menjadi Bahan Ajar untuk belajar fisika khususnya. Mari kita jadikan Tablet atau Smartphone yang pintar agar kita menjadi lebih pintar.

Catatan: semua gambar software di atas adalah dokumen pribadi yang saya capture dengan software Screenshot dari tablet.


Salam Smart
Mr. Q

www.subkioke.wordpress.com

Uji Kompetensi Guru (UKG) 2012: Pedoman, Kisi-kisi, dan video tutorial

Semua informasi di bawah ini berdasarkan info dalam laman web

http://bpsdmpk.kemdikbud.go.id/ukguru/index.php?pg=home

A. Pedoman UKG,

Download Pedoman UKG revisi 12072012

B. Daftar Kisi-kisi UKG

 Untuk mendownload kisi-kisi UKG silakan klik tautan berikut!

C. Interface UKG (Tampilan Halaman Ujian)

interfaceukgonline2012

D. Waktu & Tempat, baca pedoman yang didownload di bagian A di atas

E. Simulasi Ujian UKG Online

Kunjungi laman web http://ukgonline.com/

Aplikasi Teknologi Digital untuk Indonesia yang Lebih Maju

Pengantar

Tidak dipungkiri bahwa penetrasi internet di Indonesia saat  ini sudah merambah ke seluruh wilayah Indonesia. Dari data yang dilansir oleh situs http://www.internetworldstats.com, pengguna internet di Indonesia terus menerus mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Data hingga 31 Desember 2011, Indonesia menempati rangking ke 4 di Asia dengan jumlah pengguna internet sebanyak 55 juta orang. Urutan pertama adalah China sebanyak 513 juta user, disusul oleh India 101 juta user, dan Jepang 101 juta user. Bahkan pengguna jejaring sosial facebook di Indonesia menempati urutan ke-2 di Asia sebanyak 43,5 juta user, hanya berpaut sedikit di bawah India dengan 45 juta user. Ini tentu saja menjadi modal serta ada harapan besar, bahwa  ke depannya, Indonesia akan bisa lebih maju dalam segala aspek yang berhubungan dengan penggunaan teknologi digital ini. Namun, yang menjadi pertanyaan penting adalah apakah kuantitas penggunaan teknologi digital ini bisa menjadi motor penggerak untuk memajukan Indonesia ? Tulisan ini akan mencoba menjawab dari berbagai aspeknya.

Analisis SWOT untuk Indonesia yang lebih Maju

Untuk membangun Indonesia yang lebih maju dengan pemakaian teknologi digital nantinya, maka harus dilakukan analisis SWOT (Strengths, Weakness, Opportunities, Threats). Analisis SWOT ini akan mengkaji bagaimana kekuatan (strengths), kelemahan (weakness), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dari berbagasi aspeknya. Analisisnya seperti pada bagan di bawah ini

Untuk mewujudkan Negara Indonesia menjadi Negara Maju, maka faktor Kekuatan dan Peluang harus benar-benar dimanfaatkan secara maksimal dan faktor Kelemahan serta Ancaman harus bisa diatasi sedini mungkin. Pemanfaatan Teknologi Digital sangat berperan dalam meningkatkan pemanfaatan kekuatan dan peluang itu, serta menjadi katalisator dalam mengatasi Kelemahan dan Ancaman yang ada.

Mengapa harus Teknologi Digital?

Teknologi Digital memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan teknologi biasa (tradisional). Keunggulannya antara lain:

  1. Hemat Biaya (low cost). Misalkan saja sebuah e-book (buku elektronik). Sebuah buku berbahan kertas (saya sebut saja buku kertas) setebal 200 halaman bisa dijual seharga Rp. 50.000,-, sementara jika buku tersebut dicetak dalam bentuk file e-book berukuran 5 MB, harganya mungkin hanya Rp. 5.000,-. Di samping hemat dalam biaya produksi, teknologi digital juga hemat dalam hal biaya distribusi. Biaya distribusi sebuah buku kertas memakan hampir 50% dari harga buku, sementara sebuah ebook bisa dikirim lewat email yang nyaris tanpa biaya.
  2. Hemat Tempat (low space). Buku kertas sebanyak satu lemari bisa disimpan dalam satu hardisk kecil saja.
  3. Hemat Waktu (time efficiency). Untuk mengirim sebuah surat penting dari Papua ke Jakarta bisa memakan waktu satu minggu. Sementara, jika surat itu dikirim via email hanya memakan waktu 1 sampai 3 detik saja.
  4. Bersih dan ramah lingkungan (clean anda green). Teknologi digital bisa dikatakan 100% bersih dan bebas polusi. Tidak adanya asap dan debu menjadikan teknologi digital ini benar-benar bersih dan ramah lingkungan. Semangat Go Green yang dikampanyekan saat ini sangat sesuai dengan sifat  teknologi digital. Bandingkan saja dengan sebuah pabrik yang membuang asap dan gas CO setiap hari.
  5. Menjangkau seluruh dunia (global). Karena medianya adalah internet, maka teknologi ini bisa menjangkau seluruh dunia pada waktu yang bersamaan. Perkembangan dari detik ke detik di suatu negara bisa dipantau dari negara manapun di seluruh dunia. Dahsyatnya Tsunami di Aceh dengan cepat bisa diketahui dari seluruh dunia.
  6. Mudah berbagi-pakai data (data sharing). Dengan adanya jaringan internet, maka satu data bisa dipakai secara bersama-sama pada saat yang sama pula. Misalkan saja, kegiatan Pemilu di 33 propinsi di Indonesia. Data hasil pemilu dari semua propinsi itu bisa dikirim ke pusat data (data center) yang ada di Jakarta, sehingga hasil pemilu bisa cepat diketahui.

Bentuk-bentuk Pemanfaatan Teknologi Digital di Indonesia

Teknologi Digital bisa dimanfaatkan dalam segala bidang. Bidang-bidang strategis bisa menjadi prioritas yang harus dikembangkan dan didukung sepenuhnya oleh pemerintah dalam rangka mewujudkan Indonesia menjadi Negara Maju. Indonesia yang tersebar di 13.000  pulau dan 33 propinsi ini sangat urgen dan kondusif untuk memanfaatkan teknologi digital ini.

Berikut ini beberapa bidang yang bisa dikembangkan di Indonesia:

A.      Bidang Pendidikan

  1. Belajar jarak jauh (e-learning). Beberapa perguruan tinggi besar di Indonesia seperti UI, UGM, ITB, UNY, ITS, UM, UT, dll sudah mulai menggunakan e-learning pada beberapa fakultasnya. Tentu usaha ini perlu diperluas ke perguruan tinggi lain dan juga ke sekolah-sekolah. Sehingga seorang mahasiswa bisa saja kuliah jarak jauh dari Papua sementara dosennya ada di Jakarta. Pengalaman pak Andi Arsana dari UGM yang sedang studi doktor di Australia patut ditiru oleh dosen lainnya. Beliau bisa mengajar secara interaktif kepada mahasiswa ITS dari apartemennya di Wollongong, Australia. Berbekal software Tiem Viewer, Skype, dan koneksi internet yang memadai, perkuliahan jarak jauh (e-learning) itu bisa terlaksana dengan baik. Kemdikbud selaku pemegang kuasa di bidang ini diharapkan menjadi motor penggeraknya dengan memberikan kemudahan sarana dan dana yang memadai.
  2. Buku elektronik (e-book). Usaha pemerintah (Kemdikbud) memberikan akses buku gratis (ebook) Buku Sekolah Elektronik (BSE) patut kita acungi jempol. Dengan sarana ebook yang bisa diunduh gratis ini, maka siswa dari seluruh Indonesia dan siswa Indonesia di luar negeri bisa mendapatkannya dengan mudah dan cepat.
  3. Program Aplikasi Sekolah (PAS) Online. Dimotori oleh Direktorat PSMA, program ini bermanfaat untuk memperoleh data sekolah SMA/MA di seluruh Indonesia dengan cepat. Keberadaan proyek Jaringan Pendidikan Nasional (Jardiknas) perlu terus didukung oleh pemerintah dan DPR. Sehingga akses internet sebagai media belajar tidak terputus dalam memberikan informasi kepada sekolah-sekolah yang ada di seluruh Indonesia.

B. Bidang Pemerintahan

Jika menggunakan teknologi digital, maka pemerintah akan dimudahkan dalam berbagai hal menyangkut urusan pemerintahan, baik dalam negeri maupun luar negeri. Berikut ini jenis teknologi yang bisa dimanfaatkan.

  1. E-government  (sistem pemerintahan elektronik). Pemerintah bisa membuat jaringan terpadu dengan membuat sistem data online yang akan menghubungkan kecamatan, kabupaten/kota, dan propinsi di seluruh wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Pemerintah bisa juga mengakses data digital dari seluruh potensi yang dimiliki oleh seluruh kabupaten se-Indonesia. Tak luput pula, pemerintah dengan mudah bisa mengetahui data warga Indonesia yang tersebar di penjuru dunia.
  2. E-KTP (KTP elektronik). Dengan sistem e-KTP  ini, maka pemerintah dengan mudah mengakses informasi rinci seluruh rakyat Indonesia. Kelebihannya adalah bisa menghilangkan adanya data penduduk ganda (dobel KTP).
  3. Sistem Administrasi Badan Hukum (Sisminbakum). Dengan sistem yang sudah berjalan ini, dirasakan banyak manfaatnya terutama dalam hal pengurusan Badan Hukum sebuah perusahaan.

 

C. Bidang Perdagangan

  1. Jual beli online (e-commerce). Kemajuan internet saat ini disambut positif oleh para pelaku bisnis di Indonesia. Saat ini sudah ada ratusan website untuk jual beli di internet (e-commerce). Jika kita tulis kata kunci “toko online” dengan kriteria laman Indonesia di Google, maka kita menemukan ada 2 juta lebih hasil pencarian. Sebut saja beberapa situs e-commerce yang besar antara lain: Kaskus, berniaga.com, tokobagus.com, bhinneka.com, tokopedia.com, dinomarket.com, lazada.com, blibli.com, dan lain-lainnya. Teknologi digital ini sangat cocok untuk Indonesia yang tersebar di banyak pulau, sehingga penduduk yang nun jauh di Papua atau Aceh misalnya, bisa dengan mudah berbelanja barang yang ada di Jakarta. Tak ketinggalan pula banyak Usaha kecil dan menengah (UKM) membuka lapak jualan di internet. Belum lagi individu-individu yang berjualan via blog pribadi semacam blogspot maupun wordpress.
  2. Pengendalian distribusi barang dan harga oleh pemerintah. Masalah yang sering dihadapi masyarakat adalah mudahnya para penjual memainkan harga barang di pasaran. Sehingga pembeli atau konsumen seringkali dirugikan karena tidak punya daya tekan terhadap harga itu. Maka, pemerintah sudah seharusnya bisa mengendalikan harga-harga barang di seluruh Indonesia. Dengan adanya internet, maka pemerintah bisa memantau secara online dan real time terhadap harga-harga di seluruh pasar yang ada di setiap propinsi dan kabupaten.

Jadi, dengan adanya teknologi digital, banyak hal akan menjadi lebih efisien, efektif, dan menguntungkan. Terlebih lagi,  Indonesia yang begitu luas membentang sepanjang 6000 km dan terdiri atas 13.000 pulau, tentu sangat cocok untuk mengembangkan teknologi ini.

Demikianlah, beberapa aplikasi pemanfaatan teknologi digital untuk kemajuan Indonesia. Dengan teknologi digital itu, maka masalah jarak yang jauh, biaya yang mahal, dan waktu yang lama bisa teratasi.


Budaya Kita, Tidak Suka Membaca dan Susah Menulis


Mendengar kata “menulis” atau “mengarang” bagi murid-murid di sekolah agaknya masih menakutkan. Tidak jelas mengapa muncul perasaan seperti itu. Pengalaman pahit saya sewaktu di sekolah dasar agaknya mungkin bisa menjadi salah satu alasan mengapa ilmu mengarang atau menulis malah membikin siswa takut dan phobi.

Saya teringat ketika SD dulu. Ketika itu saya duduk di kelas 6 dan diwajibkan untuk mengarang oleh guru saya. Saya mulai mengarang dengan diawali kata “pada suatu hari ….dst“. Dalam karangan saya, sangat banyak tanda hubung. Seperti ini kalimatnya, “setelah bangun tidur saya mandi, setelah mandi saya gosok gigi, setelah gosok gigi saya pakai handuk, setelah itu saya pakai baju,……dst”. Karena karangan saya ini dinilai jelek oleh guru saya, maka saya pun dimarahi dan dipermalukan oleh wali kelas di depan kelas hari itu. Karena malu, saya tak kuasa menahan tangis waktu itu. Maka, sejak saat itulah, saya paling benci yang namanya pelajaran Bahasa Indonesia. Sejak itu pula “mengarang” adalah kegiatan yang paling tidak saya sukai. Tetapi untunglah, akhirnya saya bisa lulus SD.

Motivasi menulis muncul saat SMA dulu. Ketika kelas 3 saya diwajibkan membuat karya tulis sebagai syarat untuk mengikuti Ujian Nasional (saat itu namanya EBTANAS = evaluasi belajar tahap akhir nasional). Saya tidak tahu kalau ternyata karya tulis saya dan teman-teman kelas 3 ikut dilombakan untuk tingkat propinsi. Saya baru tahu ketika wali kelas mengumumkan bahwa saya terpilih sebagai Juara III Lomba Menulis Tingkat Propinsi tentang Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH). Saya pun sempat tidak percaya, karena karya tulis itu saya buat seadanya semampu saya dan waktu itu saya harus meminjam mesin ketik kepada teman kos. Tetapi memang karya tulis itu saya susun rapi mengikuti kaidah penulisan yang formal. Saya diuntungkan bisa meminjam banyak buku di perpustakaan sekolah, karena saya termasuk anggota Pustakawan Sekolah di SMA Negeri 1 Mataram. Dengan menjadi juara tingkat propinsi itulah, akhirnya saya bisa mentraktir bakso kepada teman sekelas saya. Dan dengan hadiah itu pula saya bisa melanjutkan kuliah (sebagai biaya awal) ke tanah Jawa. Sejak saat itulah motivasi menulis saya bangkit kembali.

Saya sempat tertegun pada suatu kesempatan. Ketika itu saya sedang di atas kapal dalam perjalanan pulang kampung dari Jawa menuju Lombok. Seperti biasanya, setiap ketemu turis asing dan kiranya bisa diajak ngobrol, saya langsung membuka obrolan dengan turis-turis di atas kapal. Ketika saya tanyakan “what is your job?”. Si turis menjawab, “penulis”. Ya, baru kali ini saya tanya seseorang lalu dijawab pekerjaannya sebagai penulis atau pengarang. Si turis yang ternyata pintar berbahasa Indonesia ini menceritakan kalau dia sudah 3 tahun berada di Denpasar Bali, dan hari itu dia mau berlibur ke Pulau Lombok.

Seringkali saya perhatikan di atas kapal, kalau bulu-bule itu selalu membawa buku dan bolpoin. Bahkan ada bule perempuan menghabiskan sebungkus rokok sambil asyik membaca di atas kapal yang bergoyang-goyang karena ombak Selat Lombok. Sementara penumpang dari Indonesia asyik tidur dan makan. Sangat kontras melihat pemandangan itu.

Budaya membaca dan menulis bagi warga Indonesia memang masih dikatakan rendah. Budaya menulis masih lebih kecil lagi dari budaya membaca. Ini adalah tantangan berat bagi Indonesia jika ingin maju dan bergaul di kancah Internasional.

Menurut Nasir (www.kabarindonesia.com 7 Januari 2012), Kemampuan membaca (Reading Literacy) anak-anak Indonesia sangat rendah bila dibandingkan dengan negara-negara berkembang lainnya, bahkan dalam kawasan ASEAN sekali pun. International Association for Evaluation of Educational (IEA) pada tahun 1992 dalam sebuah studi kemampuan membaca murid-murid Sekolah Dasar Kelas IV pada 30 negara di dunia, menyimpulkan bahwa Indonesia menempati urutan ke 29 setingkat di atas Venezuela yang menempati peringkat terakhir pada urutan ke 30.

Blog Kompasiana sebagai Media Membaca dan Menulis

Rendahnya budaya membaca dan menulis di kalangan masyarakat, khususnya siswa dan guru sebenarnya mudah diatasi untuk saat ini. Kehadiran internet sebagai media digital sangatlah membawa banyak keuntungan. Cukup dngan sekali klik, semua informasi di seluruh penjuru dunia bisa kita baca. Misalnya saja kita buka http://www.kompas.com, maka segudang berita dan informasi terkini bisa kita dapatkan. Asalkan ada kemauan untuk membaca. Selanjutnya agar terjadi keseimbangan informasi dan memperkaya konten di media digital, maka kita harus bisa memberikan sesuatu dalam bentuk tulisan. Kalau membaca adalah bentuk menerima, maka menulis adalah bentuk memberi.

Media yang paling mudah untuk belajar menulis dan berbagi adalah melalui weblog (blog). Melalui blog kita bisa memberi dan menerima informasi (dua arah). Blog yang paling mudah untuk menyalurkan “hasrat” menulis dan sekaligus sebagai media bersilaturrahmi (connecting) adalah Kompasiana (www.kompasiana.com). Dalam blog kompasiana ini kita bisa belajar berbagai macam menu artikel dan warna dan gaya tulisan. Kita juga bisa memperkaya kosa kata dan memantik ide-ide baru. Melalui blog ini juga kita bisa mengasah kemampuan menulis dengan mengikuti even lomba yang diadakan. Dari pengalaman saya menulis di sini, saya merasakan ada perubahan pada kemampuan saya dalam menulis. Bahkan juga ada tulisan saya “2 ibu, 1 cinta” yang masuk 7 tulisan favorit pada lomba womenfiesta. Mari kita Budayakan Kebiasaan Membaca dan Menulis.

Katanya sih, “Fisika itu Sulit”

Hingga hari ini kalau kita tanya ke siswa SMA, “pelajaran apa yang paling sulit dan tidak anda sukai?” Pasti mereka akan menjawab, “pelajaran matematika, fisika, dan kimia“. Tetapi Pelajaran Fisika sudah pasti menjadi monster yang menakutkan mereka. Bahkan saya sendiri pernah mengalami rasa phobia juga terhadap pelajaran ini. Walaupun akhirnya saya mulai menemukan daya tarik dan menikmati keasyikan belajar fisika di bangku kuliah, yang akhirnya menjadikan saya mengajar pelajaran ini sebagai profesi utama. Ya, sebagai guru Fisika.

Selama 11 tahun pengalaman mengajar fisika, saya menemukan banyak tantangan dan hambatan selama mentransfer ilmu ini kepada siswa saya. Seperti lazimnya seorang guru, tentu saja semua perangkat pembelajaran harus sudah siap sebelum masuk ke kelas. Mulai dari persiapan, pelaksanaan pembelajaran, hingga melakukan evaluasi dan tindak lanjut terhadap hasil belajar siswa.

Tantangan berat yang sering saya hadapi adalah pada proses pembelajarannya. Menghadapi siswa di sekolah pinggiran dengan berbagai macam karakter membuat tantangan itu semakin berat. Setiap pertemuan selalu saya awali dengan pemberian motivasi dan apersepsi. Kadang-kadang pemberian motivasi ini menghabiskan waktu 15 sampai 30 menit. Maklumlah, saya harus bisa menghapus image pada kepala siswa yang sudah terlanjur terformat mengatakan “fisika itu sulit“. Usaha ini tidaklah mudah. Karena diperparah dengan latar belakang pemahaman matematika yang juga rendah. Mereka mau dan bersemangat belajar fisika saja sudah sangat bagus.

Mengapa pelajaran fisika menjadi sulit? Berikut ini beberapa faktor yang mungkin menjadi penyebabnya:

  1. Sarana belajar seperti buku teks fisika tidak memadai. Buku-buku pelajaran fisika yang bagus masih sulit ditemukan di sekolah-sekolah. Beruntunglah sekolah-sekolah di perkotaan yang memiliki perpustakaan lengkap. Tetapi, semoga dengan adanya Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang disediakan Kemdiknas bisa mengatasi masalah ini.
  2. Gaya guru fisika dalam mengajar. Gaya mengajar guru disinyalir juga banyak memberikan pengaruh terhadap kecintaan siswa kepada pelajaran fisika. Banyak siswa tidak menyukai fisika hanya gara-gara guru fisikanya dianggap tidak bisa mengajar. Ada guru fisika yang ketika masuk kelas langsung menyodorkan segudang rumus-rumus rumit yang tentu saja menjejali kepala siswa, padahal konsep materi belum disampaikan dengan tepat. Atau guru fisika masih pelit memberi motivasi akan penting dan bermanfaatnya mempelajari fisika. Ini tantangan berat buat guru-guru fisika, bagaimana membuat dirinya disukai oleh murid-muridnya.Guru Fisika jarang melakukan praktikum. Fisika adalah bagian tidak terpisahkan dari ilmu pengetahuan alam (IPA). Hakeket ilmu IPA itu sendiri adalah ilmu tentang alam yang memuat konsep, prinsip, proses, dan produk. Melalui kegiatan ilmiah berupa percobaan, maka siswa akan merasa terlibat dalam proses IPA itu sendiri. Dari proses itu akan melahirkan produk berupa rumus-rumus, aksioma, hukum, postulat, dan sejenisnya. Sementara, jika guru hanya mengajarkan rumus, maka itu hanyalah produk. Tidak ada bedanya dengan ilmu metematika. Kemalasan guru fisika untuk melakukan praktikum akan semakin menjauhkan siswa dari menyukai fisika yang sebenarnya penuh daya tarik.
  3. Guru jarang menggunakan metode mengajar yang bervariasi. Umumnya guru-guru masih menyukai metode ceramah. Metode ini dianggap paling mudah, murah, dan paling santai. Sejatinya agar menarik siswa, beragam variasi mengajar harus dicoba oleh guru. Diantaranya: metode ceramah, diskusi, cooperative learning seperti Jig Saw, Think Pair Share, Snow Ball, demonstrasi, karya wisata, portofolio, percobaan, dll. Memang tidak ada jaminan beragam metode akan bisa meningkatkan hasil belajar. Tetapi menggunakan metode ceramah an sich, seolah-olah guru adalah malaikat yang serba bisa dan muridnya hanyalah seperti gelas kosong yang diisi begitu saja (teacher centered). Padahal, untuk saat ini sudah saatnya siswa harus dilibatkan dalam proses pembelajaran. Siswa justru harus aktif membangun sendiri ilmu pengetahuannya, seperti dalam teori belajar constructivisme. Pola teacher center (berpusat kepada guru) harus diubah menjadi student center (berpusat kepada siswa).
  4. Guru Fisika tidak menguasai komputer (TBC = tidak bisa computer). Komputer memang bukan segalanya dalam pembelajaran, tetapi guru di zaman modern ini tentu saja sudah wajib menguasai komputer. Dengan bantuan komputer, banyak materi fisika yang bisa diajarkan dengan bantuan komputer (computer based learning). Saat ini sudah mulai diperkenalkan animasi pembelajaran dari Pustekkom Kemdiknas. Melalui website http://www.e-dukasi.net, dengan mudahnya para guru bisa mengunduh animasi pembelajaran secara gratis. Di internet saat ini, bertebaran materi fisika yang dipaket dalam bentuk animasi. Penulis sendiri banyak dibantu oleh software PhET (Physics Education Technology) buatan Universitas Colorado di Amrik sana. Dengan software ini, banyak materi abstrak di fisika bisa kita ajarkan dengan mudah dan tentu saja sangat menarik. Setiap kali saya menggunakan software ini, siswa saya selalu antusias memperhatikannya. Dalam hati saya berfikir, “murid saya sudah mulai menyukai fisika nih”. Bukankah itu kemauan kita sebagai pengajar.
  5. Guru masih senang cara lama. Untuk belajar fisika diperlukan inovasi-inovasi dalam pembelajaran. Untuk level pemula, sebaiknya guru fisika memberikan materi Fisika Gasing, karya Prof. Yohannes Surya. Guru fisika perlu mencoba banyak media seperti kapur tulis, papan white board, charta, peta konsep (mind map), komputer dengan LCD, Zenius Pad, metode permainan, dll. Semua itu diharapkan bisa mengaktifkan kemampuan kognitif, psikomotorik, dan afektif siswa.

Demikian sedikit ulasan perihal faktor mengapa fisika masih dianggap sulit. Ini hanyalah pengalaman pribadi yang selalu ingin menjadi “guru profesional”.  Jika para guru fisika bisa mengatasi 6 hambatan di atas, saya yakin fisika lambat laun akan disukai oleh para siswa.

Guru Gaptek, No Way!

Judul tulisan ini saya ambil dari judul atau tema acara Kick Andy yang disiarkan ulang hari ini. Acara ini termasuk acara favorit saya di Metro TV. Karena acara ini banyak memberikan inspirasi dan motivasi dalam kehidupan yang sering “di luar nalar manusia” atau tidak lazim menurut orang awam (beyond of mind).

Di tengah kemajuan dunia teknologi dan komunikasi saat ini, memang tidak seharusnya seorang guru gagap teknologi (Gaptek). Namun dari tiga juta guru yang tersebar di Indonesia saat ini, mungkin hanya 20% saja yang benar-benar menguasai dan memanfaatkan teknologi informasi. Padahal sejatinya juga sudah ada Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Guru yang jelas-jelas mengamanahkan seorang guru agar mampu menggunakan Teknologi Informasi (TI) dalam proses pembelajarannya.

Ya, sore tadi saya saya terpukau menonton acara Kick Andy yang menampilkan profile 4 orang guru hebat dan berprestasi. Mereka ini dipilih karena sukses membuat karya program komputer dan memenangi lomba pembuatan media pembelajaran. Keempatnya antara lain:

  1. Joko Triyono misalnya. Guru SMA Negeri 1 Prembun, Kebumen, Jawa Tengah, menciptakan software atau piranti lunak berupa musik gamelan

 

  1. Heru Suseno. Guru SMA Negeri II Madiun, Jawa Timur, menciptakan animasi virtual tentang ilmu fisika.

 

  1. Nura Uma Anissa. Guru Taman Kanak-Kanak Islam Al Azhar 22, menciptakan alat peraga berupa Animasi Mari Mengenal Indonesia.

 

  1. Estu Pitarto. Guru SD Islam Al Azhar 14 Semarang, Jawa Tengah, menciptakan software animasi yang mengangkat kebudayaan Jawa yang diberi judul ”Ayo, Sinau Aksara Jawa” atau Ayo, Belajar Huruf Jawa.

Saya sebenarnya lupa kalau ada siaran ulangnya minggu sore tadi. Saya terkejut, karena saat saya aktifkan channel Metro TV, yang tampil langsung adalah wajah seorang guru muda berpenampilan rapi bernama Heru Suseno. Nama ini tentu saja tidak asing lagi buat saya, karena beliau ini adalah adik kelas saya saat kuliah dulu di Jurusan Pendidikan Fisika Universitas Negeri Malang. Saya mengenalnya sebagai adik kelas yang pintar, rajin, dan disiplin. Tetapi sejak kami sama-sama lulus 12 tahun lalu, praktis saya tidak pernah bertemu lagi. Kecuali, saya sering berkunjung ke blog pribadinya di http://herususeno.wordpress.com

Sosok Heru Suseno ini sering mendapat medali emas pada ajang Lomba Pembuatan Media Pembelajaran yang diselenggarakan oleh Depdiknas. Bahkan software berbasis Flash yang dibuatnya pun sudah beredar ke sekolah-sekolah SMA di seluruh Indonesia. Kita juga bisa mendownload secara gratis program yang dibuatnya melalui blog pribadinya itu.

13369144141523628819

Guru Gaptek, No Way! (Sumber: http://www.kickandy.com)

Guru-guru yang ditampilkan Kick Andy itu termasuk sebagian kecil guru di Indonesia yang mengerti Teknologi Komputer dan mengaplikasikan program yang dibuat dan dilombakan itu ke dalam kelas saat pembelajaran. Sudah saatnya kemajuan teknologi ini bisa dimaksimalkan pemanfaatannya oleh guru-guru di Indonesia. Termasuk saya tentunya, karena mungkin termasuk golongan guru yang gaptek.

Selain keempat guru yang “gak gaptek” yang ditayangkan di acara kick andy itu, sebenarnya ada beberapa orang guru yang saya kenal juga berprestasi. Tetapi sayangnya kok tidak turut diundang oleh Produser Kick Andy. Mereka ini pun tidak kalah hebatnya, karena mereka sudah berprestasi membuat program animasi pembelajaran, membuat PTK, menulis buku, dan bahkan sudah menjadi pembicara atau nara sumber dalam berbagai even berkaitan dengan peningkatan SDM guru. Mereka ini diantaranya: Herfen Suryati dari SMA YPK Bontang-kaltim, Johan Wahyudi dari SMP Sragen, Wijaya Kusumah dari SMP Labschool Jakarta. Beliau-beliau ini sangat aktif menulis di Kompasiana, memberikan pelatihan menulis, dan menjadi pembicara di berbagai seminar.

Indonesia sangat membutuhkan “guru-guru model” seperti mereka-mereka itu. Mereka pun telah memposisikan diri mereka sebagai truly teacher, guru yang sebenar-benarnya guru. Karena mereka telah bisa mengajar, mendidik, menulis, dan meneliti. Sementara di satu sisi, masih sangat banyak guru yang sekalipun sudah menyandang predikat “Guru Profesional” masih saja gagap teknologi. Tentu ini menjadi PR berat pak Mendikbud, Muhammad Nuh. Karena di tangan cerdas para guru Profesional inilah kemajuan Indonesia bisa diraih. Negara yang maju adalah negara yang memprioritaskan pendidikan dan menghargai para gurunya. Lahirnya Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, sangat diharapkan menjadi payung hukum yang menaungi dan menjadi garansi terhadap masa depan guru di Indonesia.

Harapan dari penulis, semoga penulis sendiri dan guru-guru lainnya di Indonesia bisa mengikuti jejak guru-guru hebat dan berprestasi di atas. Menjadi guru yang “gak gaptek”. Guru Gaptek, No Way!

Salam Blogger Lombok

Mr. Q
www.subkioke.wordpress.com

Bule Ganteng Masuk Sekolah

1336487589426997719

Mark-westlife (ilustrasi bule); (www.fanpop.com)

Ketika para guru sedang asyik ngobrol di ruang guru saat jam istirahat kedua di sekolah kami, tiba-tiba saja muncul seorang Bule Ganteng dan masih muda muncul masuk ke Ruang Guru. Tapi maaf saya tidak sempat mengambil gambarnya. Ternyata abang Bule ini dibawa oleh seorang guru bahasa Inggris kami yang masih muda bernama Lalu Hery Surya, S.Pd. Cerita rekan guru ini, si Bule ini sudah menginap 2 malam di rumahnya. Wow.. kereen, ada bule mau nginep di rumah guru kami.

Naluri komunikasi saya muncul seketika. Walaupun saya tidak bisa bahasa Inggris sama sekali (maklum bukan guru bahasa Inggris dan belum pernah ikut kursus bahasa Inggris), hanya bermodalkan cas cis cus. Malu juga ya jadi guru kok gak bisa bahasa Inggris. Saya teringat dulu juga pernah kenalan dengan seorang Turis asal Prancis bernama Mr. Daniel. Kami berkenalan di atas kapal Citra Nusantara di Selat Lombok dalam perjalanan dari Pelabuhan Lembar menuju Padang Bai, Bali. Waktu itu saya mau berangkat kuliah ke Jawa.

Berikut sekilas wawancara saya dengannya yang asal-asalan nekad.

Saya (S): “Sit down please, Mr!”. lalu si Bule duduk di kursi dekat meja saya.

Bule (B): “thank you”

S : “My name is Mr. Subki and you?”

B: “my name is Alban”

S: “where are you from?”

B: “Franch”

S: “how long do you live in Lombok”

B: “twenty three days”.

dst…malu kalau dilanjutin, bahasa inggrisnya sdh mulai kaco. he he he.


Untunglah ada 2 guru Bahasa Inggris yang lain datang kemudian mengajak si Bule ngobrol panjang lebar.

Setelah cukup lama ngobrol, tiba saatnya pak guru Hery membawa si Bule masuk ke kelas untuk melatih siswa kelas XI IPA berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Dan entah bagaimana suasana di kelas, sayangnya saya tidak bisa mengikutinya ke dalam kelas, karena ada urusan lain.

Dari kejadian singkat di atas, saya lantas berfikir, coba seandainya di sekolah kami, didatangkan seorang Bule sebagai Native Speaker, maka mau tidak mau kami semua guru pasti mau belajar Bahasa Inggris. Paling tidak sekedar basic conversation (percakapan dasar dulu). Nanti kemudian bisa dilanjutkan bagaimana cara membuka dan menutup pelajaran dalam Bahasa Inggris. Dan akan lebih super lagi, kalau bisa dilanjutkan mengajar menggunakan pengantar Bahasa Inggris. Mungkin seperti itulah yang diharapkan di sekolah-sekolah yang berlabel RSBI. Namun sayang sekali, ketika suatu waktu saya pernah masuk di salah satu SMP RSBI di kota kami, kemampuan bahasa Inggris guru-gurunya masih relatif rendah (kecuali guru bahasa inggris mungkin yang tidak).

Dari obrolan singkat dengan Bule itu saja kita sudah bisa menangkap inti dari pembicaraan. Apalagi kita berinteraksi setiap bulan atau setiap minggu, apalagi setiap hari. Mungkin hanya butuh waktu 3 bulan, maka para guru sudah bisa melakukan percakapan sederhana.

Jadi sebenarnya, Bahasa Inggris tidak sesulit seperti yang dibayangkan. Kuncinya dalam belajar bahasa adalah menguasai vocabulary (kosa kata) dan sering berlatih. Tidak perlu teori yang bertele-tele kalau yang diharapkan oleh pemerintah dalam kurikulum adalah speaking atau listening.

Selamat Jalan Muridku Sayang, Wujudkan Mimpi-Mimpimu

13363061342099762612

Pisah Kenang SMAN 1 Labuhan Haji

Sabtu, 5 Mei 2012. Hari ini adalah hari pertama yang sangat berbahagia buat murid-muridku. Hari ini tepatnya sekolah kami SMAN 1 Labuhan Haji, Lombok Timur-NTB, mengadakan acara perpisahan atau PISAH KENANG untuk kelas XII yang akan lulus tahun ini. Sekalipun murid-murid kelas XII masih harus menunggu pengumuman Ujian Nasional (UN) tanggal 26 Mei nanti, sebagai hari bahagia kedua mereka, jika nanti mereka dinyatakan LULUS UN. Namun, acara Pisah Kenang ini setidaknya bisa meredam gejolak penasaran yang ada di dada mereka. Mereka bisa menghibur diri dan memuaskan diri mereka dengan berfoto bersama-sama guru mereka tercinta. Guru mereka yang telah menumpahkan ilmunya kepada setiap kepala-kepala polos yang laksana Hardisk yang baru terisi sebagian saja. Pisah Kenang ini juga sebagai tanda pelepasan siswa oleh sekolah -yang telah mendidik dan mengajar mereka selama 3 tahun- kepada Pihak Orang Tua/Wali Murid yang diwakili oleh Pengurus Komite Sekolah.

13363062201869355147

Kata Orang bijak, “ada pertemuan ada pula perpisahan“. Begitulah dengan para siswaku tercinta, mereka mulai diterima di sekolah kami dalam keadaan penuh harapan. Mulai dari proses Penerimaan Siswa Baru (PSB) 3 tahun lalu, kemudian mereka dibina, diajarkan, dididik, dibimbing, diarahkan, diatur, hingga mungkin disayangi oleh guru mereka, laksana seorang ayah dan ibu yang menyayangi anak tercinta mereka. Hingga hari ini, mereka harus berpisah dengan kami para gurunya. Mudah-mudahan saja ilmu yang diberikan selama 3 tahun bisa menjadi anak tangga yang kokoh untuk menaiki tangga berikutnya. Untuk selanjutnya para murid ini harus pergi lagi menuntut ilmu untuk menggapai cita-cita dan mimpi-mimpi mereka.

Saya pun jadi teringat lagu Laskar Pelangi dari Nidji. Semoga lagu yang pernah populer sebagai sound track Film Laskar Pelangi ini bisa menjadi peluru motivasi kepada seluruh siswa saya.

Nidji berpesan dalam lagunya:

Mimpi adalah kunci
Untuk kita menaklukkan dunia
Berlarilah tanpa lelah
Sampai engkau meraihnya

….
Bebaskan mimpimu di angkasa
Warnai bintang di jiwa

Menarilah dan terus tertawa
Walau dunia tak seindah surga
Bersyukurlah pada Yang Kuasa
Cinta kita di dunia selamanya

Cinta kepada hidup
Memberikan senyuman abadi
Walau hidup kadang tak adil
Tapi cinta lengkapi kita

Laskar pelangi takkan terikat waktu
Jangan berhenti mewarnai
Jutaan mimpi di bumi

Sebagai guru yang tugasnya mentransfer ilmu dan mendidik dengan hati, tentu saja banyak suka dan duka bersama murid-muridnya. Sebagai murid, tentu saja mereka kadang-kadang membuat senang dan bangga guru mereka. Tetapi tidak sedikit juga para murid yang kadang-kadang membuat jengkel dan marah gurunya. Tetapi guru tetaplah guru. Dia harus berlapang dada dan senang memberi maaf kepada kesalahan-kesalahan murid-muridnya. Toh juga para murid telah dibuatkan trafffic light berupa rambu-rambu dan Tata Tertib Sekolah di sekolah kami, agar mereka bisa dan terbiasa hidup disiplin. Karena itulah fungsi ganda dari sekolah, yaitu: sebagai tempat untuk Belajar-Mengajar dan Mendidik. Jika ada murid yang melanggar rambu-rambu itu, maka tugas sekolah lah yang harus terus membina dan mendidik mereka hingga mereka benar-benar seperti anak yang disayang ibu dan bapaknya.

13364505821161337307

Marahnya guru kepada murid bukanlah seperti marahnya Polisi kepada Penjahat. Tetapi marahnya guru adalah marah sayang. Itu ibarat marahnya Ayah dan Ibu kepada Anaknya. Begitu pula cinta-nya guru kepada muridnya, bukanlah cinta Romeo kepada Yuliet, atau seperti perangko di amplop, kendati banyak guru yang akhirnya berjodoh dengan muridnya. Memang seperti katanya dalang “cinta itu datangnya dari mata lalu turun ke hati“.  Tak salah pula lah, jika guru (yang masih lajang) mau mempersunting muridnya sebagai istri. Toh itu juga sesuatu yang sah dan halal melalui jalur pernikahan.

Acara dimulai pukul 09.30 wita, karena harus menunggu para tamu undangan berdatangan. Mulai dari Camat Labuhan Haji, Kapolsek Labuhan Haji, UPTD Dinas, Kepala Desa, dan beberapa perwakilan pejabat/pengawas dari Dinas Dikpora Lombok Timur, dan lain-lain.

Beberapa rangkaian acara berhasil terlaksana dengan lancar hingga usai pukul 12.00 wita. Mulai dari pembukaan, sambutan-sambutan, dan acara hiburan. Satu pesan menarik yang disampaikan oleh Ketua Osisnya (Laila Ramdani) di akhir sambutannya kepada kakak kelas mereka kelas XII yang akan lulus adalah “Raihlah Baju Sarjana Sebelum Meraih Baju Pengantin”. Pesan ini saya anggap memiliki makna yang sangat mendalam dan tepat sekali, mengingat bahwa tingkat Drop Out (DO) yang cukup besar dan persentase siswa yang melanjutkan ke perguruan tinggi relatif kecil. Memang faktor ekonomi dan kondisi keluargalah yang menjadi faktor dominan di daerah kami di Kecamatan Labuhan Haji Lombok Timur.

Suguhan acara yang tidak kalah bagusnya adalah pementasan Drama yang diperankan oleh anak-anak Kelas XI IPA. Di bawah bimbingan guru seni mereka, Sabahandi, S.Pd dan Heny Kurniawati, S.Pd, mereka berhasil membawakan sebuah drama yang sangat menyentuh perasaan para siswa kelas XII dan para tamu undangan. Tema dramanya adalah silang pendapat antara seorang ibu dari Suku Sasak Lombok yang tidak mengharapkan anak mereka untuk melanjutkan sekolah dengan sang anak yang sangat ingin melanjutkan sekolahnya ke jenjang yang lebih tinggi. Tetapi di akhir kisah anaknya berhasil menyelesaikan studinya di Perguruan Tinggi dan sukses membuat keluarga menjadi bahagia yang akhirnya mengubah pandangan awal sang Ibu.

13364507871314095444

Untuk diketahui para pembaca bahwa di adat sasak yang tradisional (suku utama di Pulau Lombok), masih banyak orang tua mereka yang tidak mau anaknya melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi. Mereka berpendapat bahwa sekolah hanya menghabiskan biaya saja. Lebih baik anak-anak mereka membantu orang tuanya bekerja di sawah, ladang, atau peternakan. Bahkan tidak sedikit juga selepas sekolah anak-anak mereka harus dikawinkan dini dengan saudara dekat mereka, kendatipun sebenarnya mereka belum matang untuk membina keluarga.1336306343239210111

Selamat Jalan Murid-muridku tercinta. Di pundakmu harapan keluarga dan bangsamu berada. Janganlah kau patah semangat melihat jurang terjal menganga. Di seberang sana, kan kau temukan emas dan intan berlian nan mempesona. Kau ibarat burung camar yang pergi pagi dan pulang petang membawa berita gembira kepada anak-anaknya di sarang. Sang burung membawa bekal makanan yang cukup untuk esok hari.

Wahai murid-muridku sayang, gurumu ibarat obor penerang.
Cahaya yang diberikan oleh guru-gurumu harus kau bawa ke tempat kegelapan agar bisa menjadi penerang di tengah kegelapan itu.
Habis Gelap Terbitlah Terang, demikian pesan ibunda pahlawan RA Kartini.
Dari Kegelapan Menuju Terang Benderang (minaz zulumati ilannuur), demikian agama kita menjelaskan.

Wujudkan mimpi-mimpi indahmu.
Kelak kau kan tahu apa makna kehidupan.
Tetapi berjalanlah di rel kehidupan yang benar.
Patuhilah segala rambu dan aturan.
Karena itu membawa kepada keselamatan.

Pendidikan Indonesia masih belum Mendidik, Salah Siapa?

13358834912033579025
Tawuran Pelajar (Sumber: http://www.suaramerdeka.com)

Setiap tanggal 2 Mei kita selalu memperingati Hari Pendidikan Nasional. Tanggal itu diambil dari tanggal kelahiran Ki Hajar Dewantoro, tanggal 2 Mei 1889 di Yogyakarta. Peringatan itu tuntuk mengenang jasa Beliau yang dianggap sangat berjasa sebagai pelopor pendidikan di Indonesia.

Di Indonesia, regulasi yang mengatur masalah pendidikan adalah Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU SISDIKNAS) Nomor 20 Tahun 2003. UU ini terdiri dari 22 Bab dan 77 Pasal. UU ini lah yang mengatur seluk beluk pelaksanaan pendidikan di Indonesia.

Bab 2 Pasal 7 mengatur tentang Dasar, Fungsi, dan Tujuan Pendidikan. Disebutkan bahwa “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”

Jika mencermati pesan yang termaktub dalam fungsi pendidikan di atas, rasanya tidak ada yang mau membantahnya. Namun demikian, seakan sudah kehilangan rohnya, fungsi di atas terlihat kontras sekali dengan pelaksanaan pendidikan yang saat ini sedang kita amati di Indonesia.

Kita ambil sebagai contoh adalah semakin hilangnya nilai-nilai akhlak mulia dan kejujuran di lembaga-lembaga pendidikan. Banyaknya tawuran para pelajar menghiasi berita utama di berbagai media cetak, televisi dan digital. Tawuran banyak terjadi diantara pelajar di sekolah-sekolah mereka. Para mahasiswa pun banyak tawuran di dalam kampus mereka, hingga menimbulkan korban luka, tewas, dan kerusakan fasilitas pendidikan. Tentu semua ini menjadi tanda tanya besar kepada seluruh elemen penting di negara ini. Menumpahkan semua kesalahan kepada para guru tidaklah tepat. Karena kehidupan para siswa dan mahasiswa tentu saja jauh lebih banyak di luar sekolah dan kampus mereka. Ya, tentu saja banyak faktor yang mempengaruhinya baik secara individual maupun komunal. Atau bisa saja dari faktor internal maupun eksternal di sekeliling siswa.

Sebagai contoh nyata yang kedua adalah seputar pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Pemerintah hingga saat ini masih tetap melaksanakan Ujian Nasional dengan argumen bahwa hasil UN digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam: (a) pemetaan mutu program dan atau satuan pendidikan; (b) dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya; (c) penentu kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan; dan (d) dasar pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya meningkatkan dan memeratakan mutu pendidikan”.

13358837791110232585

Aksi mencontek massal terjadi dalam ujian nasional (ilustrasi http://www.republika.co.id)

Yang menjadi inti persoalan adalah pada tingkat kejujuran dari pelaksanaan Ujian Nasional ini. Karena ketakutan di pihak sekolah, pihak Dinas Pendidikan, atau Pihak Pejabat daerah, menyebabkan Ujian Nasional ini seperti monster saja. Kerap terjadi kebocoran soal, beredarnya kunci jawaban, mencontek massal, atau tindakan-tindakan tidak terpuji lainnya. Ini menujukkan mungkin ada “sesuatu” yang salah pada landasan dasar pelaksanaannya, bukan pada pelaksanaan UN itu sendiri. Pemerintah pun sepertinya hanya mengutamakan aspek Kognitif dalam penilaian dari sekian banyak aspek penilaian dalam kurikulum. Aspek Psikomotorik dan Afektif sepertinya terabaikan.

Perbuatan tidak terpuji yang dilakukan oleh banyak sekolah dan daerah itu sangat bertolak belakang dengan amanah sebagaimana tertulis pada fungsi pendidikan di atas. Alih-alih mau menanamkan akhlak mulia justru kecurangan UN semakin merajalela.

Memang pemerintah selalu berusaha memperbaiki sistem pelaksanaan UN, seperti tahun ini dengan membuat 5 jenis variasi soal. Tetapi toh banyak beredar soal sebanyak 5 variasi soal juga. Pemerintah juga sedang giatnya menggalakkan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa (PBKB). Maka lahirlah integrasi pendidikan karakter (Pendikar) dalam silabus dan RPP para guru.

Namun demikian, apakah usaha-usaha seperti itu akan berhasil? Tentu saja masih harus diuji di lapangan.

Pendidikan sejatinya bisa melahirkan manusia yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Tetapi mengapa mata pelajaran agama hanya diajarkan 2 jam pelajaran di sekolah?. Apakah pemerintah sudah menyerahkan 100% pembinaan siswa kepada keluarga mereka? Padahal orang tua mereka tidak sedikit yang bekerja dari pagi hingga sore hari (5 hari kerja bagi PNS di beberapa daerah). Atau juga banyak orang tua mereka berada di Luar Negeri. Sehingga praktis anak-anak ini hanya diasuh oleh pembantu di rumah. Atau mereka lebih akrab berteman dengan gadget, notebook dan PC Tablet mereka dan betah chatting dengan temannya via facebook atau twitter? atau justru mereka ikut kompoi dengan Geng Motor mereka. Tidak sedikit pula diantara para pelajar dan mahasiwa yang bergaul bebas dan kumpul kebo dengan pacar mereka di tempat-tempat hiburan atau di rumah mereka yang sepi ditinggal orang tua mereka.

Itulah gambaran Sistem Pendidikan Nasional di Indonesia. Secara umum, pendidikan di Indonesia masih belum mendidik. Pendidikan juga masih belum banyak melahirkan manusia Indonesia yang cerdas, beriman, dan berakhlak mulia.

 

Salam Edukasi

 

Mr. Q

Download Rumus Fisika per SKL untuk UN 2012

Buat siswa Kelas XII khususnya Jurusan IPA, silahkan download Rumus-rumus Fisika per SKL untuk persiapan Ujian Nasional 2012 yang tinggal 9 hari lagi.

DOWNLOAD

 

Enaknya dapet Duit sambil Download

uangd ownload

Kehadiran Internet telah mengakibatkan revolusi besar-besaran dalam segal lini kehidupan manusia modern. Gaya hidup (life style) manusia banyak berubah, baik dalam hal korespondensi, komunikasi (via video call, sms gratis, chatting), games online, cari jodoh online, bisnis online, sharing file, hingga download ribuan software gratis, lagu, dan video.

Peluang internet sebagai sumber penghasilan bukanlah isapan jempol. Sudah banyak orang Indonesia yang meraih penghasilan ratusan juta rupiah bahkan mencapai angka miliaran. Ada juga yang mendapatkan penghasilan dalam mata uang dolar. Mereka ini berbisnis melalui affiliate (agen penjualan sebuah produk secara online). Tidak sedikit yang meraih puluhan juta rupiah atau ribuan dollar hanya dengan mendownload file.

Selama ini mungkin anda banyak mengeluarkan uang untuk biaya internet, baik melalui warnet atau menggunakan modem, atau sekedar numpang di area hotspot umum atau wireless kantor anda. Tetapi pernahkah anda berfikir bahwa internet bisa jadi sumber uang buat anda.

Salah satu cara mendapatkan uang dari internet adalah dengan mendownload program. Kok bisa? Itulah yang dilakukan oleh website download. Anda tidak perlu mencari file bersusah payah di Google atau Yahoo. Tetapi cukup mendaftar di situs ini, maka anda bisa menikmati ribuan file yang siap anda download. Sambil download anda bisa memperolah penghasilan. Setelah mendaftar, anda bisa mendownload dan mengajak teman atau saudara anda untuk juga menjadi pendownload. Dengan cara ini maka uang anda akan terus mengalir selama rekan yang anda ajak itu juga mengajak teman lain untuk ikut program download ini.

Software atau Program apa saja yang bisa anda download di situs ini? Tentu bermacam-macam. Jenisnya antara lain:

  • Ebook
  • Film/Video
  • MP3
  • Games
  • Sistem Operasi
  • Software untuk HP
  • Script web
  • Software
    • Anti Virus
    • Driver
    • Utility
    • Audio
    • Video Converter
    • Multimedia
    • Diagnostic
    • Hacking
    • Design
    • Education
    • Statistic
    • MS Office
    • Networking
    • Burner
  • Template
  • Tutorial
  • dll

Media Pornografi Itu bernama TV

hoax-quote.blogspot.com

Minggu pagi ini, ketika pertama kali menghidupkan Televisi, tersajilah beragam acara infotainment seperti SILET di RCTI, dan Was Was di SCTV. Seperti sudah sama-sama kita ketahui bahwa sebagian besar konten beritanya seputar aktivitas selebritis, mulai acara harian sang selebriti hingga acara wedding party seperti acara Weddingnya Shandy Aulia yang begitu wah.

Image berita yang ditayangkan pun banyak menyorot gaya berpakaian para artis. Mulai gaya artis yang menjadi obyek berita atau gaya artis yang menjadi tamu undangan pada acara tersebut.

Berbicara masalah pakaian ini, tentu saja semua pemirsa TV yang kebetulan menyaksikan acara ini -mau tidak mau- akan melihat aneka gaya modis para artis. Dari gaya rambut, gaya belahan dada, hingga belahan paha di bagian bawah, hingga gaya lutut dan terakhir sepati hak tinggi.

Masih ingatkah anda, bagaimana Jupe mendapat protes dari KPI gara-gara lagu “belah duren” yang berkonotasi porno, dan yang terbaru dari KPID NTB, soal lagu Jupe “Jupe paling suka 69″. Bagi anak kecil mungkin tidak tahu apa maksud dari angka 69 ini. Tetapi bagi yang sudah berumur 17 tahun ke atas -atau mungkin lebih muda lagi- pasti sudah faham betul maknanya.

Ada juga kasus Farah Quinn, sang Chef seksi, menjadi sorotan semenjak mendapatkan teguran dari Komisi Penyiaran Indonesia. KPI menilai gaya berbusana Farah saat tampil di salah satu episode tayangan kuliner di Trans TV, Ala Chef, dinilai terlalu terbuka karena mengumbar bagian tubuh pribadinya. Gara-gara busananya itu, Farah Quinn mendapat protes.

Kembali ke masalah gaya pakaian para artis. Hampir semua stasiun TV di Indonesia menayangkan acara yang sama, dengan menampilkan “gaya pamer aurat” para artis. Bukan sekali dua saja. Hampir setiap hari infotainment ini menayangkan “belahan dada” para artis.

Sepertinya Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), masih tebang pilih dalam menyeleksi tayangan TV ini. Dengan alasan kebebasan berekspresi, para artis semau gue berpakaian ala artis Hollywood atau Bollywood. Tengoklah, bagaimana baju ketat Ashanty di acara Dahsyat beberapa saat yang lalu menuai protes dan komentar negatif di Yahoo.com. Lagi-lagi, Ashanty menyembulkan buah dadanya di acara Lamarannya dengan Anang Hermansyah.

Sepertinya para artis di Indonesia menjadi duta porno melalui media Televisi ini. Dan pemerintah pun sepertinya tidak peduli dengan acara ini. Apatah gunanya Bapak Kemendikbud Muhammad Nuh memaksa guru-guru menanamkan “Pendidikan Karakter Bangsa” dalam silabus dan RPP, kalau toh media televisi ini jauh lebih kuat ototnya beradu pengaruh dengan ceramah gurunya di kelas atau khotbah para dai dan khotib di Masjid-masjid.

Artinya?

Iman seseorang bisa kuat 100% jika berada di rumah atau di sekolah. Tetapi akan melorot drastis sang iman itu, jika seseorang menyaksikan tayangan di Televisi, di HP, atau di tempat lain di luar sekolah.

Jadi mau dibawa ke manakah pendidikan moral bangsa ini?
Akankah TV akan menjadi guru sejati? mengalahkan khotbah para guru mereka di sekolah?

Berhenti menonton TV memanglah sulit, kecuali pemerintah bisa mengontrol tayangan yang berbau pornografi demi terjaganya moral rakyat dan anak-anak bangsa. Bahkan saat ini, di negara-negara maju seperti Jepang dan Amerika sudah mulai mengontrol secara ketat tayangan yang berbau porno pada saat jam tayang keluarga (prime time). Sudah saatnya Indonesia juga bertindak sama jika mau selamatkan bangsa.

Sangat bijak sekali, kalau anda membaca tulisan rekan-rekan kompasiana seputar TV ini:

Sumber: http://hiburan.kompasiana.com/televisi/2012/02/26/media-pornografi-itu-bernama-tv/

Pembayaran Ke-3 dari ODAP

Malam ini saya menerima email dari ODAP, yang meninformasikan bahwa ODAP sudah mentransfer income Rp. 420.000,- ke rekening BCA saya.

Ini buktinya, jadi jangan ragu. ODAP terbukti aman (sitelock secure) dan pasti membayar kalau sudah batas payout 400 ribu.

Klik Linkdi bawah  ini jika mau mencoba mendapat uang sampingan untuk kuliah, bayar utang, dll. Kerja mudah hasil melimpah.

LIHAT INFONYA DI SINI

 

 

Download POS UN 2012 dan Buku Tanya Jawab UN 2012

Kepada seluruh rekan guru dan Panitia Ujian Nasional 2012, silahkan download Prosedur Operasi Standar (POS) UN 2012 beserta tanya jawab seputar UN 2012. Klik saja link di bawah ini:

  1. Permen-No-59-tahun-2011-ttg-UN
  2. POS-UN-SMP-SMA-SMK-2012
  3. Tanya-jawab-UN-20121

 

Semoga Bermanfaat!

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 71 pengikut lainnya.