Aku lirik jam dinding di ruang guru tepat menunjukkan pukul 11.00 wita. Sudah saatnya jam pulang sekolah kalau hari Jum’at. Bergegas aku mengemas laptop ke dalam tas, dan memasang jaket. Kemudian menuju tempat parkir sepeda motor guru. Starter otomatis Vario kesayangan aku tekan. Seketika itu juga aku menatap speedometer dan odometer motor itu. Jarum speedometer menunjukkan angka 0 (nol). ya karena memang sepeda motorku belum berjalan. Jadi kecepatan masih NOL. Itu katanya orang Fisika. Sementara speedometer aku baca angka bagus berderet “11000″. Apa sih ini artinya?
Speedometer adalah alat untuk mengukut kecepatan kendaraan, sedangkan odometer adalah alat untuk mengukur jarak tempuh kendaraan.
Kembali ke angka 11000 tadi.
Vario kesayanganku sudah aku miliki selama 18 bulan. Artinya selama 18 bulan itu aku sudah duduk di atas sepeda motorku sejauh 11000 km.
Kalau aku hitung-hitung, 11.000/18 = 611,111 km, dan 611,111/30 = 20,370. lalu 20,370/24 = 0,848. Apaan sih ini artinya?. Itu semua artinya setiap bulan aku berjalan sejauh 611,111 km, setiap hari aku berjalan sejauh 20,370 km, dan setiap jam aku berjalan sejauh 0,848 km (848 meter).Ya itu baru pakai kendaraan saja, belum jalan kakinya.
Wah ternyata aku baru sadar sesungguhnya aku banyak hidup di atas kendaraan. Otomatis ini juga berdampak kepada kesehatan. Capek sudah tentu lah. Sehingga mulai sekarang aku berfikir “aku harus berusaha melakukan kecepatan tetap agar seolah-olah aku diam”, seperti katanya pak Newton dalam Hukum Pertamanya.Tapi aku takut juga kena Hukum Inersia pak Newton yang mengatakan “sekali benda diam seterusnya diam, dan sekali benda bergerak seterusnya bergerak lurus beraturan, kecuali ada gaya luar yang mengubah keadaan geraknya”. Hukum ini aku sebut Hukum Kemalasan. Mengapa begitu? Karena suatu benda akan cenderung “malas” mengubah keadaan asalnya. Jadi saya takut, sekali diam seterusnya diam, tapi juga sekali bergerak seterusnya bergerak. Mana yang bagus ya?. Hukum ini memang berlaku buat benda tidak bernyawa seperti mobil. Sementara kalo binatang dan manusia yang bernyawa bisa jadi tidak seperti itu. Kecuali kalau keduanya sudah tak bernyawa lagi.
Diskusi
Belum ada komentar.