KONGRES GURU INDONESIA

KONGGRES GURU INDONESIA mengundang anda, guru, kepala sekolah, dosen, pemerhati dan praktisi untuk berpartisipasi dalam Konggres Guru Indonesia (KGI), Jakarta, 27-28 November 2008, untuk berperan serta dengan mengirimkan makalah dengan sub tema :

1. GLOBAL PERSPECTIVES WITHIN THE LOCAL CONTEXT : karakteristik pengajaran berkualitas di dunia internasional yang dapat diterapkan dalam konteks lokal

2. EXPLORING STANDARDS FOR TEACHING AND LEARNING : Standardisasi belajar mengajar : penilaian hasil belajar siswa dan korelasinya terhadap kurikulum; kinerja guru dan kesetaraan standar pengajaran di dalam dan luar negeri

3. DEVELOPING TOLERANCE AND UNDERSTANDING OF DIVERSITY : Upaya sekolah untuk dapat memberi pemahaman kepada siswa tentang keanekaragaman di Indonesia dan dunia internasional

4. USING EDUCATION TECHNOLOGIES FOR TEACHING AND LEARNING : pembahasan tentang produk teknologi sebagai alat bantu pengajaran serta keahlian yang diperlukan oleh guru sebagai pengguna

5. PROBLEM BASED LEARNING : pembahasan tentang pentingnya membekali siswa dengan keterampilan memecahkan masalah untuk dapat berperan aktif di masa depan secara global

Penulis makalah yang lolos seleksi akan diundang sebagai pembicara.

Batas akhir pengiriman 17 Oktober 2008

Informasi dan pendaftaran

Sampoerna Strategic Square Tower A 18th Floor

Jl Jendral Sudirman Kav. 45 12930

telp. 021-577 2275 Fax. 021-577 2276

Email : info.TI@sampoernafoundation.org

Diselenggarakan oleh teacherinstitute dan Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia

silakan klik untuk mengetahui syarat-penulisan-makalah

Ayo rame-rame kirimkan makalah,,maju terus pendidikan Indonesia

Sumber info :  http://yellashakti.wordpress.com

About these ads

4 Tanggapan

  1. Sudah diumumkan belum ya… yang kirim makalah, lolos or enggaknya???

  2. kapan nih diadakan kongres guru lagi

  3. LAHIRNYA UU NO.14 TH 2005 TENTANG
    GURU DAN DOSEN ,LAHAN BISNIS DIKTI

    Sambas , 21 Maret 2010

    Kini legalah rekan Guru SD dikabupaten Sambas yang memiliki kualifikasi akademis SPG/KPG dan D2 ditahun 2010, yang dulunya mereka disebut guru senior hanya mengeluskan dada melihat adiknya yang juga guru ditahun 2006-2009 telah menikmati dana Sertifikasi puluhan juta rupiah hanya dikarenakan mereka memiliki kualifikasi akademik S1/DIV. Namun sayang ketimpangan tersebut malah berbalik bagi mereka yang memiliki kualifikasi S1/D4 ditahun 2010 tidak berlaku lagi untuk sertifikasi. mereka kecewa karena sertifikasi guru SD 2010 di kabupaten sambas tidak lagi memberlakukannya kualifikasi akademik S1 dan D4, hal ini dikarenakan Juklak Sertifikasi tahun 2010, yang masuk kuota sertifikasi adalah Guru yang umurnya 54-59 tahun, TMT 1974-1977 golongan IVa, walaupun mereka memiliki kualifikasi akademik SPG/KPG/DII. .
    Inilah suatu analisis kaum elit politik pendidikan yang syarat dengan ada udang dibalik batu , telah difrediksi lahirnya UU No.14 tahun 2005 adalah suatu ketepan politik yang difrediksi berbau bisnis. Tenaga pendidikan (guru SD) dalam realita tak dapat dipungkiri manjadi sasaran lunak , tahun 2005-2006 dimana UU No. 14 2005 tentang guru dan dosen belum menjadi sebuah ketetan poltik, Universitas Terbuka sebagi pelaksana tunggal PJJ PGSD hanya menerima mahasiswa di setiap kabupaten 40 orang guru SD untuk mengikuti pendidikan kesetaraan S1/D4, yang nota bene dibiayai oleh APBN dan APBD , dan ketika itu diekpos pula bahwa guru yang berumur 45 tahun ke atas tidak diperbolehkan masuk kesetaraan S1.
    Ketika UU No. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen telah menjadi sebuah ketetapan UU, Universitas Terbuka mulai memberikan kesempatan kepada para guru SD mencapai 800-1700 guru SD di kabupaten Sambas untuk mengikuti pendidikan kesetaraan , tak perdulikan usia lagi yang hampir pensiun masuk dalan pendidikan kesetaraan kualipikasi S1(S.Pd), sebagian besar biaya perkuliahan dibiayai oleh APBN dan APBD.
    Melihat hal yang demikian,melalui konsersium seomolec 13 peguruan tinggi diIndonesia tahun 2007 tak mau ketinggalan bisnis ikutan melaksanakan Program Kesetaraan PJJ S1 PGSD berbasis ICT , tahun 2008 , ikutan lagi 23 perguruan tinggi diseluruh indonesia ikut melaksanakan Program PJJ S1 PGSD berbasis ICT , sasaran utama adalah guru SD dan biaya perkuliahannya dibebankan pada APBN, Sang guru pun tergiur untuk mengikuti pendidikan kesetaraan baik di UT, maupun di PJJ berbasis ICT tersebut dengan harapan setelah memiliki Kualifikasi akademik S1/D4, masuk dalam kuota sertifikasi, sayang pakta berbicara lain , serifikasi guru SD 2010 dikabupaten Sambas hanya mengkuotakan sertifikasi bagi guru SD yang tua segalanya.
    Kalau sejak dahulu, telah memberlakukan kuota sertifikasi kepada guru yang tua (senior apapun pendidikannya) yakin tak ada kepincangan, tentulah yang muda bersabar, tetapi kenapa ketika yang tua dengan berusaha masuk pendidikan kesetarraan pendidikan S1, tiba-tiba S1 tidak berlaku untuk sertifikasi.
    Dapat dibayangkan umur 52 tahun, masa kerja 30 tahun, golongan IVa Sarja Pendidikan tidak masuk kuota sertifikasi 2010 di kabupaten sambas , yang jelas S1/D4 tidak berlaku untuk sertifikasi 2010.

  4. betul memang aturan sertifikasi ini plin-plan, sepertinya TRIAL n ERROR. guru senior saya sdh berumur di atas 50 th, masa kerja lebih dari 25 tahun, sampai sekarang belum mendapat sertifikasi apalagi menikmatinya.

    Sementara teman guru yg lain yg masih sngat muda (di bawah saya yg III/c, sy juga belum) bahkan baru III/a sudah menikmati uang sertifikasi.

    Dasar depdiknas atau pejabat dinas tidak cerdas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 70 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: