Para Pembela Kafirin Ahmadiyah, Perlukah Mayatnya Disholati?

Oleh Hartono Ahmad Jaiz

Para pembela kafirin Ahmadiyah dan semacamnya terdiri dari orang-orang yang mengaku Islam, dan ada juga yang kafir yakni non Islam. Persoalannya, mereka yang masih mengaku Islam, tetapi kenyataannya justru membela kafirin Ahmadiyah dan kekafiran-kekafiran lainnya, apakah mereka kalau mati, mayatnya perlu disholati?

Sebelum membahas masalah itu, perlu diketahui dulu anatomi gerombolan yang membela kafirin Ahmadiyah dan aneka kekafiran dan kemaksiatan yang orang-orangnya sebagian sudah ketahuan ya yang itu-itu juga.

Mereka yang tertipu Ahmadiyah

Mereka –para cendekiawan dan tokoh masyarakat– yang tertipu oleh penjelasan PB JAI (Pengurus Besar Jemaat Ahmadiyah Indonesia) antara lain bisa dilihat pada harian Media Indonesia edisi 26 Mei 2008 (hal. 13). Secara bersama-sama mereka pasang badan membela kesesatan Ahmadiyah seraya menakut-nakuti dan memprovokasi bahwa ummat Islam yang menolak keberadaan Ahmadiyah kelak akan “mengubah dasar negara Indonesia, Pancasila, mengabaikan konstitusi dan menghancurkan sendi kebersamaan…” melalui pemasangan iklan setengah halaman di media tersebut, dengan isi sebagai berikut:

MARI PERTAHANKAN INDONESIA KITA!

Indonesia menjamin tiap warga bebas beragama. Inilah hak asasi manusia yang dijamin oleh konstitusi. Ini juga inti dari asas Bhineka Tunggal Ika, yang menjadi sendi ke-Indonesiaan kita. Tapi belakangan ini ada sekelompok orang yang hendak menghapuskan hak asasi itu dan mengancam ke-bhineka-an. Mereka juga menyebarkan kebencian dan ketakutan di masyarakat. Bahkan mereka menggunakan kekerasan, seperti yang terjadi terhadap penganut Ahmadiyah yang sejak 1925 hidup di Indonesia dan berdampingan damai dengan ummat lain. Pada akhirnya mereka akan memaksakan rencana mereka untuk mengubah dasar negara Indonesia, Pancasila, mengabaikan konstitusi, dan menghancurkan sendi kebersamaan kita. Kami menyerukan, agar pemerintah, para wakil rakyat, dan para pemegang otoritas hukum, untuk tidak takut kepada tekanan yang membahayakan ke-Indonesia-an itu.

Marilah kita jaga republik kita.

Marilah kita pertahankan hak-hak asasi kita.

Marilah kita kembalikan persatuan kita.


Jakarta 10 Mei 2008

ALIANSI KEBANGSAAN untuk KEBEBASAN BERAGAMA dan BERKEYAKINAN

A. Mubarik Ahmad

A. RAHMAN TOLLENG

A. Sarjono

A. Suti Rahayu

A. SYAFII MAARIF

AA GN Ari Dwipayana

Aan Anshori

Abdul Moqsith Ghazali

Abdul Munir Mulkhan

Abdul Qodir Agil

Abdur Rozaki

Acep Zamzam Nur

Achmad Chodjim

Achmad Munjid

Ade Armando

Ade Rostina Sitompul

Adi Wicaksono

ADNAN BUYUNG NASUTION

Agnes Karyati

Agus Hamonangan

Agustinus

Ahmad Baso

Ahmad Fuad Fanani

Ahmad Nurcholish

Ahmad Sahal

Ahmad Suaedi

Ahmad Taufik

Ahmad Tohari

Akmal Nasery Basral

Alamsyah M. Dja’far

Albait Simbolon

Albertus Patty

Amanda Suharnoko

AMIEN RAIS

Ana Lucia

Ana Situngkir

Anak Agung Aryawan

ANAND KRISHNA

Andar Nubowo

Andreas Harsono

Andreas Selpa

Anick H. Tohari

Antonius Nanang E.P.

Ari A. Perdana

Arianto Patunru

ARIEF BUDIMAN

Arif Zulkifli

Asep Mr.

Asfinawati

Asman Aziz

ASMARA NABABAN

Atika Makarim

Atnike Nova Sigiro

Ayu Utami

AZYUMARDI AZRA

Bachtiar Effendy

Benny Susetyo, SJ

Bivitri Susanti

Bonnie Tryana

BR. Indra Udayana

Budi Purwanto

Butet Kertaredjasa

CHRISTIANTO WIBISONO

Christina Sudadi

Cosmas Heronimus

Daddy H. Gunawan

Daniel Dhakidae

Daniel Hutagalung

Djaposman S

DJOHAN EFFENDI

Doni Gahral Adian

Donny Danardono

Eep Saefulloh Fatah

Eka Budianta

Eko Abadi Prananto

Elga J. Sarapung

Elizabeth Repelita

Elza Taher

Endo Suanda

Erik Prasetya

EVA SUNDARI

F. Wartoyo

Fadjroel Rahman

Fajrime A. Goffar

Farid Ari Fandi

Fenta Peturun

FIKRI JUFRI

Franky Tampubolon

Gabriella Dian Widya

Gadis Arivia

Garin Nugroho

Geovanni C.

Ging Ginanjar

GOENAWAN MOHAMAD

Gomar Gultom

Gus TF Sakai

Gustaf Dupe

GUSTI RATU HEMAS

Hadi Nitihardjo

Hamid Basyaib

Hamim Enha

Hamim Ilyas

Hamka Haq

Haryo Sasongko

Hasif Amini

Hendardi

Hendrik Bolitobi

Herman S. Endro

Heru Hendratmoko

HS DILLON

I Gede Natih

ICHLASUL AMAL

Ifdal Kasim

Ihsan Ali-Fauzi

Ika Ardina

Ikravany Hilman

Imam Muhtarom

Ilma Sovri Yanti

Imadun Rahmad

Indra J. Piliang

Isfahani

J. Eddy Juwono

Jacky Manuputty

Jaduk Feriyanto

Jajang Pamuntjak

Jajat Burhanudin

Jaman Manik

Jeffri Geovanie

Jeirry Sumampow

JN. Hariyanto, SJ

Johnson Panjaitan

JORGA IBRAHIM

Josef Christofel Nalenan

Joseph Santoso

Judo Puwowidagdo

JULIA SURYAKUSUMA

Jumarsih

Kadek Krishna Adidarma

Kartini

Kartono Mohamad

Kautsar Azhari Noer

KEMALA CHANDRA KIRANA

KH. ABDUD TAWWAB

KH. ABDUL A’LA

KH. ABDUL MUHAIMIN

KH. ABDURRAHMAN WAHID

KH. HUSEIN MUHAMMAD

KH. IMAM GHAZALI SAID

KH. M. IMANUL HAQ FAQIH

KH. MUSTOFA BISRI

KH. NURIL ARIFIN

KH. NURUDIN AMIN

KH. RAFE’I ALI

KH. SYARIF USMAN YAHYA

Kristanto Hartadi

L. Ani Widianingtias

Laksmi Pamuntjak

Lasmaida S.P.

Leo Hermanto

LIES MARCOES-NATSIR

Lily Zakiyah Munir

LIN CHE WEI

Lisabona Rahman

Luthfie Assyaukanie

M. Chatib Bisri

M. DAWAM RAHARDJO

M. Guntur Romli

M. Subhan Zamzami

M. Subhi Azhari

M. Syafi’i Anwar

Marco Kusumawijaya

Maria Astridina

Maria Ulfah Anshor

Mariana Amirudin

MARSILAM SIMANJUNTAK

Martin L. Sinaga

Martinus Tua Situngkir

Marzuki Rais

Masykurudin Hafidz

MF. Nurhuda Y

Mira Lesmana

MOCHTAR PABOTTINGI

MOESLIM ABDURRAHMAN

Moh. Monib

Mohammad Imam Aziz

Mohtar Mas’oed

Monica Tanuhandaru

Muhammad Kodim

Muhammad Mawhiburrahman

Mulyadi Wahyono

MUSDAH MULIA

Nathanael Gratias

Neng Dara Affiah

Nia Sjarifuddin

Nirwan Dewanto

Noldy Manueke

Nong Darol Mahmada

NONO ANWAR MAKARIM

Noorhalis Majid

Novriantoni

Nugroho Dewanto

Nukila Amal

Nur Iman Subono

Pangeran Djatikusumah

Panji Wibowo

Patra M. Zein

Permadi

Pius M. Sumaktoyo

Putu Wijaya

Qasim Mathar

R. Muhammad Mihradi

R. Purba

Rachland Nashidik

Rafendi Djamil

Raharja Waluya Jati

Raja Juli Antoni

Rasdin Marbun

RATNA SARUMPAET

Rayya Makarim

Richard Oh

Rieke Dyah Pitaloka

RIZAL MALARANGENG

Robby Kurniawan

Robertus Robett

Rocky Gerung

Rosensi

Roslin Marbun

Rumadi

Saiful Mujani

Saleh Hasan Syueb

Sandra Hamid

Santi Nuri Dharmawan

Santoso

Saor Siagian

Sapardi Djoko Damono

Sapariah Saturi Harsono

SAPARINAH SADLI

Saras Dewi

Save Degun

SHINTA NURIYAH WAHID

Sijo Sudarsono

Sitok Srengenge

Slamet Gundoro

Sondang

Sri Malela Mahargasari

St. Sunardi

Stanley Adi Prasetyo

Stanley R. Rambitan

Sudarto

Suryadi Radjab

SUSANTO PUDJOMARTONO

Syafiq Hasyim

Syamsurizal Panggabean

Sylvana Ranti-Apituley

Sylvia Tiwon

Tan Lioe Ie

Tatik Krisnawaty

TAUFIK ABDULLAH

Taufik Adnan Amal

TGH Imran Anwar

TGH Subki Sasaki

Tjiu Hwa Jioe

Tjutje Mansuela H.

TODUNG MULYA LUBIS

Tommy Singh

Toriq Hadad

Tri Agus S. Siswowiharjo

Trisno S. Sutanto

Uli Parulian Sihombing

ULIL ABSHAR-ABDALLA

Usman Hamid

Utomo Dananjaya

Victor Siagian

Vincentius Tony V.V.Z

Wahyu Andre Maryono

Wahyu Effendi

Wahyu Kurnia I

Wardah Hafiz

Wiwin Siti Aminah Rohmawati

WS RENDRA

Wuri Handayani

Yanti Muchtar

Yayah Nurmaliah

Yenni Rosa Damayanti

YENNY ZANNUBA WAHID

Yohanes Sulaiman

Yosef Adventus Febri P.

Yosef Krismantoyo

Yudi Latif

Yuyun Rindiastuti

Zacky Khairul Umam

Zaim Rofiqi

Zen Hae

Zainun Kamal

Zakky Mubarok

Zuhairi Misrawi

Zulkifli Lubis

Zuly Qodir

Di bagian paling bawah iklan pendukung kesesatan itu tercantum undangan untuk menghadiri APEL AKBAR yang diselenggarakan tanggal 1 Juni 2008, pukul 13.00 – 16.00 WIB di Lapangan MONAS-JAKARTA.

Setidaknya kita tahu, itulah nama-nama para tokoh yang berhasil ditipu mentah-mentah oleh Ahmadiyah yang sesat dan menyesatkan, serta berhasil menipu rakyat miskin yang kurang bekal iman.

Setelah muncul iklan yang sifatnya provokatif itu kemudian terjadi bentrokan di Monas Jakarta, Ahad 1 Juni 2008. Untuk mengetahui para pendukung Ahmadiyah itu ada netter yang menulis sebagai berikut:

Membongkar Jaringan AKKBB

Nama Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) menjadi buah bibir setelah peristiwa rusuh di silang Monas pada hari ahad siang, 1 Juni 2008. Sebelumnya, aliansi ini sering kali diidentikan dengan gerakan pembelaan terhadap kelompok sesat Ahmadiyah, sebuah kelompok yang mengaku bagian dari Islam namun memiliki kitab suci Tadzkirah—bukan al-Qur’an—dan Rasul Mirza Ghulam Ahmad, bukan Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Jika menilik perjalanan historis dan ideologi kelompok sesat Ahmadiyah dengan AKKBB, maka akan bisa ditemukan benang merahnya, yakni permusuhan terhadap syariat Islam, pertemanan dengan kalangan Zionis, mengedepankan berbaik sangka terhadap non-Muslim dan mendahulukan kecurigaan terhadap kaum Muslimin.

Ketika Ahmadiyah lahir di India, Mirza Ghulam Ahmad mengeluarkan seruan agar umat Islam India taat dan tsiqah kepada penjajah Inggris, dan mengharamkan jihad melawan Inggris. Padahal saat itu, banyak sekali perwira-perwira tentara Inggris, para penentu kebijakannya, terdiri dari orang-orang Yahudi Inggris seperti Jenderal Allenby dan sebagainya. Dengan kata lain, seruan Ghulam Ahmad dini sesungguhnya mengusung kepentingan kaum Yahudi Inggris.

Bagaimana dengan AKKBB? Aliansi cair ini terdiri dari banyak organisasi, lembaga swadaya masyarakat, dan juga kelompok-kelompok “keagamaan“, termasuk kelompok sesat Ahmadiyah. Mereka yang tergabung dalam AKKBB adalah:

- Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP)

- National Integration Movement (NIM)

- The Wahid Institute

- Kontras

- LBH Jakarta

- Jaingan Islam Kampus (JIK(

- Jaringan Islam Liberal (JIL(

- Lembaga Studi Agama dan Filsafat (LSAF)

- Generasi Muda Antar Iman (GMAI)

- Institut Dian/Interfidei

- Masyarakat Dialog Antar Agama

- Komunitas Jatimulya

- eLSAM

- Lakpesdam NU

- YLBHI

- Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika

- Lembaga Kajian Agama dan Jender

- Pusaka Padang

- Yayasan Tunas Muda Indonesia

- Konferensi Waligereja Indonesia (KWI)

- Crisis Center GKI

- Persekutuan Gereja-gereeja Indonesia (PGI)

- Forum Mahasiswa Ciputat (Formaci)

- Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI)

- Gerakan Ahmadiyah Indonesia

- Tim Pembela Kebebasan Beragama

- El Ai Em Ambon

- Fatayat NU

- Yayasan Ahimsa (YA) Jakarta

- Gedong Gandhi Ashram (GGA) Bali

- Koalisi Perempuan Indonesia

- Dinamika Edukasi Dasar (DED) Yogya

- Forum Persaudaraan antar Umat Beriman Yogyakarta

- Forum Suara Hati Kebersamaan Bangsa (FSHKB) Solo

- SHEEP Yogyakarta Indonesia

- Forum Lintas Agama Jawa Timur Surabaya

- Lembaga Kajian Agama dan Sosial Surabaya

- LSM Adriani Poso

- PRKP Poso

- Komunitas Gereja Damai

- Komunitas Gereja Sukapura

- GAKTANA

- Wahana Kebangsaan

- Yayasan Tifa

- Komunitas Penghayat

- Forum Mahasiswa Syariah se-Indonesia NTB

- Relawan untuk Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (REDHAM) Lombok

- Forum Komunikasi Lintas Agama Gorontalo

- Crisis Center SAG Manado

- LK3 Banjarmasin

- Forum Dialog Antar Kita (FORLOG-Antar Kita) Sulsel Makassar

- Jaringan Antar Iman se-Sulawesi

- Forum Dialog Kalimantan Selatan (FORLOG Kalsel) Banjarmasin

- PERCIK Salatiga

- Sumatera Cultural Institut Medan

- Muslim Institut Medan

- PUSHAM UII Yogyakarta

- Swabine Yasmine Flores-Ende

- Komunitas Peradaban Aceh

- Yayasan Jurnal Perempuan

- AJI Damai Yogyakarta

- Ashram Gandhi Puri Bali

- Gerakan Nurani Ibu

- Rumah Indonesia

Menurut data yang ada, AKKBB merupakan aliansi cair dari 64 organisasi, kelompok, dan lembaga swadaya masyarakat. Banyak, memang. Tapi kebanyakan merupakan organisasi ‘ladang tadah hujan’ yang bersifat insidental dan aktivitasnya tergantung ada ‘curah hujan’ atau tidak. Maksudnya, kelompok atau organisasi yang hanya dimaksudkan untuk menampung donasi dari sponsor asing, dan hanya bergerak jika ada dana keras yang tersedia. (lebih lengkapnya lihat: rz/eramuslim)

Tentang demo di Monas Jakarta yang AKKBB tidak mendapatkan izin lokasi di Monas namun tetap ke sana, kemudian terjadi bentrok dengan FPI (Front Pembela Islam) 1 Juni 2008, ada yang mengaku dibayar. Berikut ini beritanya:

Anggota AKK-BB Mengaku Dibayar Saat Demo

Seorang anggota AKK-BB, Asep, sungkem ke markas FPI Jalan Petamburan,

Jakarta. Katanya, dia tak tau apa-apa. Diajak demo, dibayar Rp. 25 ribu

Hidayatullah. com—Asep (30) seorang pemuda Matraman, Jakarta, mendatangi Habib Rizieq di kantornya, Jalan Petamburan, Jakarta Barat.

Pria yang mengaku anggota Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama

dan Berkeyakinan (AKKBB), Asep mendatangi markas FPI untuk menyampaikan penyesalanya ikut aksi di Monas.

Saya menyesal dan insyaf dan tidak mau demo lagi. Saya juga tidak mau

dendam terhadap laskar Islam,” ujar Asep kepada wartawan di Markas FPI

Petamburan, Jakarta Selasa siang (3/6).

Mengenakan kaos biru dan kedua tanganya masih diperban, Asep menjelaskan, perihal keikutsertaan dalam aksi di Monas, Ahad (1/6) lalu. Menurut Asep, dirinya hanyalah pemuda kampung yang tidak mengetahui tentang AKK-BB. Sebab, dirinya saat melakukan demo hanya dibayar. Saya dibayar 25 ribu untuk aksi ini dan ditambah 15 ribu karena luka-luka,” ungkapnya.

Pria lugu ini tak tahu-menahu jika AKK-BB merupakan pihak yang mendukung Ahmadiyah. Saat dirinya di taman air mancur Monas, dirinya dan temannya, Junaidi untuk ikut aksi AKK-BB. Akhirnya, dirinya dan temannya pun langsung mengiyakan ajakan anggota AKK-BB.

Kedatangan Asep ke kantor FPI setelah bertemu temannya. “Saya ke sini setelah bertemu Nouval. Saya insyaf, “ ujar Asep. Kami bersama dari rerekan -rekan laskar lain telah meminta maaf kepada Asep dan telah menyiapkan dokter ortopedi. Sebenarnya masih ada sembilan

orang lagi, yang siap mengaku karena dibayar oleh AKK-BB,” ujar Habib Rizieq. [cha, berbagai sumber/www.hidayatu llah.com <http://hidayatullah .com/> ]


Perlukah mereka kalau mati disholati?

Di antara yang nama-namanya diiklankan dan pasang badan (298 orang) untuk membela Ahmadiyah itu ada nama-nama yang memang bukan Islam alias kafir. Tetapi kebanyakan mengaku beragama Islam, bahkan pakai sebutan KH alias Kyai Haji.

Adapun yang jelas-jelas kafir maka tentu saja tidak ada urusan dengan Islam. Yang jadi masalah adalah priyantun-priyantun (orang-orang) yang mengaku Islam, bahkan gelar kedoktorannya di bidang ilmu Islam atau bekerja bahkan memimpin perguruan tinggi Islam, atau menyandang gelar Kyai Haji (KH) yang otomatis citranya adalah ulama Islam.

Bal’am-Bal’am (nama ulama yang jadi pembela kekafiran) baru ini telah mengabdikan diri mereka untuk kekafiran, dan memojokkan ummat Islam sejadi-jadinya, bahkan memojokkan para ulama yang telah memfatwakan murtadnya kaum Ahmadiyah dan haramnya sepilis (sekulerisme, pluralisme agama, dan liberalisme). Itu semua jelas membela kekafiran bahkan kemurtadan (murtad lebih buruk dibanding kafir biasa).

Di dalam Islam, amalan yang tertinggi adalah jihad fi sabilillah, li I’la-I kalimatillah, berjihad di jalan Allah untuk meninggikan kalimah (agama) Allah. Ini sebaliknya, yang mereka perjuangkan justru meninggikan kalimah syaithon. Berarti bertabrakan secara diametrical, maka kesimpulannya pun berbalikan. Kalau jihad fi sabilillah itu mendapatkan kedudukan yang mulia di dalam Islam, sebaliknya menjunjung kalimah syaithon dan membela kekafiran itu sangat hina.

أُولَئِكَ الَّذِينَ اشْتَرَوُا الضَّلَالَةَ بِالْهُدَى فَمَا رَبِحَتْ تِجَارَتُهُمْ وَمَا كَانُوا مُهْتَدِينَ(16)

Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk. (QS Al-Baqarah: 16).

أُولَئِكَ الَّذِينَ اشْتَرَوُا الضَّلَالَةَ بِالْهُدَى وَالْعَذَابَ بِالْمَغْفِرَةِ فَمَا أَصْبَرَهُمْ عَلَى النَّارِ(175)

Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk dan siksa dengan ampunan. Maka alangkah beraninya mereka menentang api neraka! (QS Al-Baqarah: 175).

] لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَى لِسَانِ دَاوُدَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ ! كَانُوا لاَ يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوهُ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ ! تَرَى كَثِيرًا مِنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنْفُسُهُمْ أَنْ سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَفِي الْعَذَابِ هُمْ خَالِدُونَ[

“Telah dila`nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan `Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu. Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan. “ (Al-Maidah : 78 s.d. 80).

Kalau kita perhatikan, maka yang banyak terjadi adalah sikap Mudahanah yaitu menjilat orang-orang kafir untuk mendapatkan kucuran dunia, bahkan lebih dari itu adalah sikap muwalat kepada mereka; setia kepada mereka dan kepada agama mereka dengan mengorbankan Islam dan umat Islam. Inilah suatu kekufuran yang dilakukan oleh orang-orang rendah. Mereka suka berkomentar buruk tentang Islam dan orangnya, menuduh dan menyudutkannya. Semua itu demi menyenangkan hati majikan yang kafir atau demi ambisi pribadi. Mereka suka berkumpul dengan orang kafir untuk membicarakan orang Islam atau untuk merajut ukhuwah dan mahabbah di antara mereka. Bagi mereka, dekat dengan orang kafir lebih menguntungkan dari pada dekat dengan orang muslim. Prilaku ini adalah prilaku munafik murni, Allah berfirman:

] وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَى مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ رَأَيْتَ الْمُنَافِقِينَ يَصُدُّونَ عَنْكَ صُدُودًا[

“Apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul”, niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu.” (an-Nisa’: 61)

Inilah sebab kekacauan dan kehancuran, karena keselamatan dari fitnah hanya bisa dicapai dengan menegakkan aqidah Wala’ dan Bara’. Perhatikanlah firman Allah berikut ini:

] وَالَّذِينَ كَفَرُوا بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ إِلَّا تَفْعَلُوهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ[

Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (al-Anfal: 73)

Ibnu Katsir berkata: “Kalau kamu menjauhi orang-orang musyrik dan berwala’ kepada orang-orang mukmin, jika tidak maka terjadilah fitnah, yaitu campur baurnya orang mukmin dan orang kafir, sehingga terjadilah kerusakan yang besar dan berkepanjangan.” (Makalah AQIDAH WALA’ DAN BARA’ Oleh: Ust. Agus Hasan Bashari Lc, M. Ag).

Bila kecenderungan mereka justru membela orang kafir dalam melawan Islam, maka mereka itu dikhawatirkan akan tergolong dalam barisan kafirin. Karena Nabi Muhammad shallallah ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ *. (أبو داود).

“Man tasyabbaha biqoumin fahuwa minhum.”

“Barangsiapa menyerupai dengan suatu kaum maka dia termasuk mereka.” (Hadits riwayat Abu Daud, dan At-Thabrani dalam al-Ausath, dari Hudzaifah, berderajat hasan/ baik).

Keadaan orang yang membela orang kafir (Yahudi, Nasrani, musyrikin, komunis, sekuler, nasionalis yang meremehkan Islam, kelompok sesat yang telah masyhur keluar dari Islam seperti Ahmadiyah, Baha’I, Syi’ah ghulat, Lia Eden dan pengikutnya, nabi-nabi palsu seperti Ahmad Moshaddeq, Abdurrahman –nabi palsu mengaku reinkarnasi/ perwujudan kembali Nabi Muhammad saw dari kelompok Lia Eden, gerombolan musyrikin baru dengan nama pluralisme agama yang ada di berbagai perguruan tinggi Islam dan lembaga-lembaga yang biasanya didanai kafirin dan lain-lain) ini bisa dibandingkan dengan orang Islam, yang karena bergabung dengan kepentingan kafirin, maka mereka dimasukkan ke neraka jahannam.

إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ قَالُوا فِيمَ كُنْتُمْ قَالُوا كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِي الْأَرْضِ قَالُوا أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُوا فِيهَا فَأُولَئِكَ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَسَاءَتْ مَصِيرًا(97).

“Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya: “Dalam keadaan bagaimana kamu ini?” Mereka menjawab: “Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Makkah)”. Para malaikat berkata: “Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?” Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS An-Nisaa’:/ 4:97).

أنَّ ناسا من المسلمين كانوا مع المشركين ، يُكَثِّرُونَ سوادَ المشركِينَ على عهد رسولِ الله صلى الله عليه وسلم : يأتي السَّهْمُ يُرْمَى به ، فيُصيبُ أَحَدَهُمْ فيقتُله،أو يُضْرَبُ فَيُقتَلُ، فأنزل اللهُ {إنَّ الذين تَوَفَّاهُم الملائكةُ ظالمِي أَنفُسِهم… } [ النساء : 97 ]. أَخرجه البخاري.

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa di antara pasukan musyrikin terdapat Kaum Muslimin Makkah (yang masih lemah imannya, tidak ikut berhijrah padahal mereka mampu berhijrah ke Madinah) yang turut berperang menentang Rasulullah SAW sehingga ada yang terbunuh karena panah atau pedang pasukan Rasulullah. Maka turunlah ayat ini (QS 4:97) sebagai penjelasan hukum bagi Muslimin yang lemah imannya, yang menganiaya dirinya (mampu membela Islam tetapi tidak melakukannya). (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari bersumber dari Ibnu Abbas).

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa nama orang-orang yang menambah jumlah musyirkin itu antara lain Qais bin Walid bin

Mughirah, Abu Qais bin al-Faqih bin Mughirah, Walid bin ‘Uthbah bin Rabi’ah, ‘Amr bin Umayyah bin Sufyan, dan Ali bin ‘Umayyah bin Khalaf. Dan selanjutnya dikemukakan bahwa peristiwanya terjadi pada peperangan Badr, di saat mereka melihat jumlah Kaum Muslimin sangat sedikit, timbullah rasa keragu-raguan pada mereka dan berkata: “Tertipu mereka (orang-orang Muslim) dengan agamanya”. Orang tersebut di atas mati terbunuh di perang Badr itu. (Diriwayatkan oleh Ibnu Marduwaih, lihat KHQ Shaleh dkk, Asbabun Nuzul, CV Diponegoro, cet 7, 1985, hal 152).

Di sini jelas, orang yang mengaku Islam namun membela orang kafir, matinya masuk neraka jahannam. Karena sebenarnya mereka yang Islam itu mampu untuk berhijrah namun enggan berhijrah, akibatnya mereka dipaksa oleh kafirin untuk membela orang kafir, hingga matinya tergolong kafir maka masuk neraka jahannam.

Bagaimana pula orang-orang sekarang yang tidak dipaksa oleh kafirin, dan tidak di negeri kafir, sedang mereka mampu untuk bergabung dengan Muslimin untuk membela Islam, namun pilih bergabung dengan kafirin (Yahudi, Nasrani, komunis, sekuler, nasionalis yang meremehkan Islam, kelompok sesat yang telah masyhur keluar dari Islam seperti Ahmadiyah, Baha’I, Syi’ah ghulat, Lia Eden dan pengikutnya, nabi-nabi palsu seperti Ahmad Moshaddeq, Abdurrahman –nabi palsu mengaku reinkarnasi/ perwujudan kembali Nabi Muhammad saw dari kelompok Lia Eden, gerombolan musyrikin baru dengan nama pluralisme agama yang ada di berbagai perguruan tinggi Islam dan lembaga-lembaga yang biasanya didanai kafirin dan lain-lain) untuk melawan Islam?

Kalau mereka beralasan bahwa dukungannya terhadap kafirin itu hanya sikap politiknya, sikap pergaulannya, sedang agamanya tetap Islam, maka ada ayat yang bisa jadi rujukan untuk mengkaji masalah itu.

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللَّهِ وَءَايَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ(65). لاَ تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ إِنْ نَعْفُ عَنْ طَائِفَةٍ مِنْكُمْ نُعَذِّبْ طَائِفَةً بِأَنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ(66).

“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab: Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja. Katakanlah: Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya, Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok? Tidak usah kamu meminta maaf, karena kamu kafir setelah beriman…” (QS At-Taubah/ 9: 65-66).

Orang-orang yang telah kafir akibat membela kafirin dalam melawan Islam itu, ketika mati hukumnya seperti orang murtad. Yaitu jangan dimandikan, jangan dishalati atau dikubur di pekuburan Muslimin.

Allah SWT berfirman:

وَلاَ تُصَلِّ عَلَى أَحَدٍ مِنْهُمْ مَاتَ أَبَدًا وَلَا تَقُمْ عَلَى قَبْرِهِ إِنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَاتُوا وَهُمْ فَاسِقُونَ(84).

“Dan janganlah kamu sekali-kali menshalati (jenazah) seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik (keluar dari tha’at).” (QS At-Taubah/ 9:84).

Ayat-ayat dan hadits telah menjelaskan dalam masalah ini. Ancaman-ancamannya telah jelas. Bahayanya pun nyata, sangat merugikan Islam. Apabila mereka mati dan disholati maka akan mengakibatkan bahwa membela kekafiran dan menghalangi Islam pun masih dihargai oleh Islam, maka akan terjadi kecenderungan orang akan tidak takut menghujat Islam; di samping itu akan campur aduk antara yang haq dengan yang batil. Sedangkan itu merupakan larangan. Oleh karena itu bagi mereka yang telah terbukti sah benar-benar nyata membela kekafiran dan menyerang Islam serta tidak ada halangan lagi (sudah memenuhi syarat-syaratnya) secara syar’I untuk dinyatakan kekafirannya, maka bangkainya tidak perlu disholati.

Sumber:http://www.nahimunkar.com

19 Tanggapan

  1. Yang saya tanyakan pada anda adalah apakah ada ayat dalam Al-Qur’an yang memperbolehkan umat islam berbuat kejam, kasar main pukul dan kekasaran yang lain ? Cobalah lihat sepak terjang FPI dibulan puasa pun main hantam, merusak, menghajar orang. Apakah Rasullulah pernah memberi contoh seperti itu ? Rasulluloh bahkan mendoakan orang-orang yang menyerang beliau agar menjadi orang baik, tetapi anda bahkan mau main pukul pada orang-orang yang berseberangan dengan dia. Siapakah yang menentukan orang itu berdosa, salah, kafir ??? Andakah yang berhak ? MUI ? FPI ? Ingatlah dan sadarlah yang berhak mengatakan seseorang dosa, kafir adalah ALLAH SWT. Apa yang telah engkau lakukan pada orang-orang miskin harta maupun iman ? Jangan anda sok pahlawan agama dengan atas nama jihad sedangkan anda sendiri tidak pernah berbuat apapun untuk menegakkan iman orang islam yang haus akan kedamaian dan kebenaran. Biarlah Tuhan yang akan menentukan nanti siapa yang masuk neraka atau surga.

  2. Kita tidak mendukung kekerasan oleh FPI.
    itu buah Indonesia membiarkan kemaksiatan merajalela.

    Status Dosa dan kafir itu memang Alloh SWT yang menentukan. Tapi kriterianya sudah SANGAT JELAS dibeberkan oleh Allah SWT dalam Al Qur’an dan Al Hadits.

    Sekarang ini ada upaya pengaburan konsep Islam oleh para penyeru Kebebesan seperti GUS DUR Sang penyeru kebebasan beragama.

    Sebenarnya tidak ada istilah Islam Keras, Islam Moderat, atau Islam Lembut. Yang ada hanya ISLAM SAJA.
    Nabi tidak selamanya berbuat lemah lembut,
    tapi untuk masalah akidah, nabi pun sering kali memimpin perang melawan orang kafir.

    Yang terjadi sekarang, ada banyak upaya pengaburan oleh Jaringan Islam Liberal, yg saat ini sdh masuk STAIN/UIN.
    Dengan alasan kebebasan, membenarkan penodaan agama.

  3. Allah itu Maha Kuasa
    Islam itu milik Allah
    Demikian juga hak paten untuk nama-ISLAM-nya

    Yang ada sekarang itu,
    Al-Islamu Mahjubun bil Muslimin

    Orang-orang muslim sudah tidak yakin lagi
    akan ke Maha Kuasaan Allah
    Jadi hak paten untuk nama Islam diklaim sendiri
    karena menganggap Allah sudah tidak mampu lagi menjaganya.
    Logika yang dipakai jadinya logika keterbatasan manusia
    logika yang merasa terancam hegemoninya
    Aku merasa memiliki Islam
    maka dengannya aku punya hegemoni
    Bisa punya umat yang bisa kupengaruhi
    bahkan untuk menghancurkan Aku yang lain
    yang sama-sama memiliki Islam.

    Susahnya mewujudkan Islam rahmatan lil’alamin….
    kalo yang mau nerima rahmat itu nggak yakin akan
    ke-Maha Kuasa-an Allah yang punya Islam
    sambil memproklamirkan diri sebagai yang paling punya
    otoritas mengklaim nama ISLAM.

    Wama utitum minal ‘ilmi illaa qalila.

    Lucunya, asas demokrasi (baca:suara terbanyak) yang biasanya dihindari para penganjur aplikasi syari’at Islam, dalam kasus Ahmadiyah ternyata diadopsi juga tuch…
    Katanya, suara umat Islam se-Dunia, mayoritas menentang keberadaan Ahmadiyah, jadi “wajar” jika di sini di Indonesia pun……. bla-bla-bla….

    Semakin memperjelas bahwa :
    AHMADIYAH ada untuk mengadu kaum muslim (maaf bukan domba) karena yang membuat mungkin tahu bahwa mayoritas kaum muslim itu masih bisa “diperdomba”. Yang membuat mungkin tahu bahwa sebagian kelompok muslim itu masih ada yang merasa berani mati di jalan Allah meski harus mematikan kelompok lain yang juga merasa sedang berjuang di jalan Allah yang lain.
    Yang populer di sini, tentunya kelompok yang “GAGAH” donk. Yang berani acung tangan sambil berseru Allahu Akbar di jalan-jalan, disorot kamera TV lagi, dibanding dengan kelompok yang sama berseru Allahu Akbar, tapi acung tangannya memakai dua tangan yang terbuka, tidak mengepal.

    Tapi itulah sunatullah juga.
    Bukankah jin dan manusia menjadi penghuni Jahannam itu disebabkan karena mereka sudah tidak bisa lagi menggunakan berbagai indra dari Allah dengan semestinya.
    Ya….. ulaika kal an’am bal hum adol….
    bisa lebih hina dari DOMBA.
    Itu sunatullah…..coyyy……

  4. Nambah lagie diekiet……
    Apa yang ditulis oleh Mas Hartono di atas itu, hanya setahikuku saja ilmu tentang Islam, yang melalui media ini, percik ilmu itu berusaha sedang mencari hegemoni baru. Mungkin ada yang terpengaruh mungkin juga tidak.
    Dan orang-orang yang namanya ditulis sampai panjang di atas, mereka pun punya juga setahi kuku ilmu tentang Islam yang menjadikan mereka punya pemahaman yang mungkin bersebrangan dengan Anda.
    Jadi pemangku ilmu itu akan kelihatan kebijakannya…. tetap saja setelah itu mengemuka dalam tindakan nyata di tengah-tengah kehidupan. Membawa maslahat atau mafsadat……..

  5. Ya sudah, kalo semua terserah Allah, ya gak usah ada agama, gak usah ada Al Quran, gak usah ada ulama, gak usah ada UUD, gak usah ada negara, gak usah ada Presiden, DPR, Polisi, Tentara, bubarin semua aja, biar yang kuat dan jahat bisa berbuat semaunya, termasuk ubah2 agama orang lain. Logika sederhana, sekelompok orang ngaku kristen tapi gak mau percaya jesus, semua orang harus ngakui mereka bagian kristen, sebagian orang lagi ngaku Hindu tapi gak percaya pokok2 ajaran hindu, mereka buat sendiri, semua umat hindu harus ngakui mereka sebagai bagian dari hindu, juga kelompok2 sempalan2 dari agama2 lain, sehingga akhirnya gak ada agama lagi, semua terserah masing2. Semua campur aduk, semua gak boleh protes, seperti kata Tamagola Iblis itu, karena alasannya HAM, jadi ham meliputi merusak dan mengobok2 agama lain. Lah kalo agama aja boleh dirusak dengan alasan ham, apalagi privacy orang ya, lama2 ham juga membolehkan penjahat nyabut nyawa orang lain dengan alasan ham mereka cari nafkah, iya toh, mereka berhak nyari nafkah dengan merampok bahkan bunuh orang lain.

  6. Wah keliru mas, menurut tamagola gak boleh ada kekerasan fisik, kalo membunuh dan merampok itu fisik. Kekerasan psikologis boleh, misalnya memfitnah, memprovokasi, itu boleh. Jadi mengobok2 agama orang lain itu boleh, menghina boleh, memfitnah boleh, character assassination boleh, ganggu dan pojokkan privacy orang lain boleh, tapi kalo ada yang marah, ya marah aja tapi gak boleh pake kekerasan. Negara gak boleh ikut campur, terserah masing2, karena negara harus melindungi semua warga negara termasuk si tukang fitnah supaya tetap boleh memfitnah, tukang hasut supaya tetap bisa menghasut, tukang caci tetap harus bisa mencaci. Jadi kalo anda mau bilang si tamagola ini turunan bapak setan yang memperkosa ibunya yang hewan, dia gak boleh marah, itu hak asasi anda untuk menghina dan mencaci dia.
    Jadi samalah kalo ahmadiyah ubah2 ajaran islam, meski itu menghina islam, menurut dia itu hak mereka menafsirkan, dia balik argumennya katanya umat islam yang nindas ahmadiyah dengan memaksakan kehendak bahwa nabi akhir pembawa risalah menurut islam hanya Muhammad dan kitab hanya Al-Quran, padahal menurut tafsiran ahmadiyah nabinya gulam dan kitabnya tazkirah. Kalo gitu katanya pada ulama kita bermain menjadi Tuhan, seakan2 ulama yang jadi Tuhan sehingga menentukan bahwa hanya Muhammad nabi akhir zaman dan Al-Qur’an kitab umat islam.
    Juga dia bilang, pemaksaan itu melanggar UUD yang membebaskan semua warga negara untuk berkeyakinan apapun, termasuk keyakinan ngacauin agama orang lain. Itu tafsiran tamagola terhadap UUD 45, seolah2 hanya tafsiran dia yang paling benar. Sayang Kyai Nur SQ terlalu lugu, Pak Kayi ini terlalu ingin menjelaskan ke orang munafik ini apa sih akidah islam itu, padahal si tamagola ini sudah tahu, cuma gak mau tahu, maklum sudah tetutup matahatinya, jadi percuma. Mestinya Pak kiyai ikut bolak balikkan saja argumen si munafik ini. Kalo katanya ulama islam maksakan ‘tafsiran’ tentang nabi dan kitab yang sudah 1400 tahun itu ke ahmadiyah yang baru berumur 100 tahun itu, maka si tamagola juga maksain tafsiran UUD 45 bahwa perlindungan negara ke semua keyakinan warga negara adalah termasuk melindungi pelecehan dan penodaan ajaran agama lain oleh sekelompok orang. Padahal itu bukan tafsiran, dalam islam gak pernah ada tafsiran bahwa ada nabi setelah nabi Muhammad dan ada kita suci selain Al-Quran. Gak ada itu, semua tahu itu, dan gak ada tafsiran pada hal2 yang sudah jelas nash2nya. Karena gak ada islam tanpa Muhammad, jelas Al-Quran duturunkan ke Muhammad 1400 tahun lalu dalam bahasa arab karena memang nabi Muhammad bangsa arab. Nah, bagaimana dengan tazkirah yang tetap dalam bahasa arab padahal diturunkan di india karena gulam orang india, apakah ini konsisten? Semua tahu kok kalo lihat debat kusir dia, betapa gobloknya si prof ini, tapi dia bukan lawan tanding Pak Kyai yang lugu, tapi lawan tanding para pengacara muslim, yang sudah biasa berhadapan dengan para antek kaum munafik.
    Anda juga harus mengerti, tamagola ini sudah teken kontrak dengan penyandang dana yang nyuruh dia ngomong begitu, meski gak logis, dia maksa aja, lha kalo dia gak ngomong gitu dollarnya gak ngucur, rugi dia, gak makan anak istrinya.

  7. Ahmadiyah jelas-jelas masih mengajui ada kitab tambahan selain Al Qur’an. Katanya kitab ini (Kitab Tazkirah) adalah kumpulan ilham yang diterima oleh Mirza Ghulam Ahmad. Berarti ilham ini setara dengan wahyu, jadi Mirza menerima semacam bisikan (atau mungkin setan). Menurut orang Ahmadiyah ini adalah perjalanan rohani. Ini jelas2 tambahan yang dibuat-buat.

    Kemudian aliran ini didukung oleh Inggris saat itu, tujuannya agar India Muslim pecah. Jadi Inggris sengaja mengadu-domba masyarakat muslim India waktu itu.

    Sekarang kita bisa tahu kenapa Ahmadiyah dilindungi di Inggris. Lihat saja website resmi dan masjidnya di Inggris.

    Ini semua adalah upaya Inggris untuk melestarikan perpecahan di kalangan umat Islam.

    website ahmadiya:

    http://www.alislam.org/

  8. Orang kafir matinya perlu disalati atau tidak urusan manusia yang hidup.

    Banyak kejadian umat Islam seorang ada dilingkungan banyak orang kristen, kemudian meninggal, tetapi ketika dikuburkan oleh orang yang hidup memakai cara nasrani, karena anggapannya bahwa orang mati dapat saja diselamatkan dengan masuk kristen. Kasian dek loo !

    Ada lagi kejadian yang sama seorang kristen meninggal dilingkungan banyak orang Islam, tetapi ketika dia meninggal mayatnya dikuburkan oleh yang hidup dengan tata cara Islam, karena anggapannya bangga menguburkan orang dengan cara ritual Islam. Kasihan deh loo !

    Kedua-duanya tergantung manusia yang nasih hidup.

    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

  9. waduh mas,
    gue ini kan goblok,
    lulus pelatihan advokat aja harus pake ngurus,
    jadi kalo gue gak jilat pantatnya buyung dan antek2,
    gue gak bakal dapet duit, secara gue goblok,
    lu lihat kan orang yg gak ngelulusin gue malah dipecat dari ylbhi,
    jadi hidup gue emang harus penuh kelicikan dan kemunafikan,

  10. Buat Soegana…

    Agama itu urusan Allah SWT
    Manusia tidak bisa seenaknya saja akan mengutak-atik agama.

    Wong manusia itu pasti mengikuti maunya perasaan saja.
    makanya manusia banyak yg menyembah berhala.

    Terus bapak mau menyatukan semuanya
    Bapak jadi TUHAN kalau begitu

    Karena semua agama selain Islam itu sudah banyak yang kacau akibat campur tangan manusia.

    Makanya datanglah ISLAM mengoreksi semua itu.
    jadi sekarang ini yang benar hanya ISLAM saja.

  11. Buat Meliasuper,

    Sesuai dengan Ali Imran (3) ayat 19,81,82,83,85, Al Maidah (5) ayat 3, An Nashr (110) ayat 1,2,3, Al Hajj (22) ayat 78, Al Baqarah (2) ayat 208:

    1. Apakah yang disebut agama disisi Allah adalah islam wajib dicari semuanya sejak dahulu.
    2. Apakah Agama Allah wajib dicari untuk manusia masuk berbondong-bondong kedalamnya dengan pertolongan Allah dan menang. (An Nahl (16) ayat 93)
    Dan Kapan hal ini terjadinya ?

    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

  12. Allah SWT tidak butuh pembelaan makhluk! sebab makhluk itu rendah! lebih rendah lagi bahkan hina adalah makhluk-makhluk yang suka berteriak-teriak sampai bola matanya melotot-lotot, mulut berbusa-busa, menghujat sana, menghina sini, dlsb. Demikianlah kiranya Mr. HAJ harus mulai belajar tentang perilaku dan akhlak Rasulullah SAW (baca sendiri deh riwayat beliau), bukan seperti gambaran makhluk di atas. Sembilan puluh persen buku dan tulisan anda adalah gaya kaum yahudi, jangan-jangan anda ini memang antek yahudi yang akan menghancurleburkan umat Islam Indonesia! Moga nggak deh……….

  13. Dear All,
    Mungkin kita harus mengetahui benar untuk apa kelompok “ALIANSI KEBANGSAAN untuk KEBEBASAN BERAGAMA dan BERKEYAKINAN” didirikan. Pada dasarnya saya yakin semua mahluk di dunia ini ingin bahagia lahir dan batin.
    Dan cara untuk mendapatkan kebahagiaan juga bermacam-macam. Saya berpendapat, asalkan “cara” tersebut tidak merugikan orang lain tentunya diperbolehkan.

    Dear pak Hartono Ahmad Jaiz
    Saya mencintai orang-orang yang bapak sebut namanya di atas, dan saya juga mencintai bapak.
    Menurut saya, setiap “jalan” hanyalah “jalan”. Tidak perlu menyerukan “jalan” ku lebih baik dari pada “jalan” mu. Asalkan kita terus berjalan, saya yakin kita semua akan bertemu di satu titik kebahagiaan sejati.

    Terima Kasih

  14. Kebenaran menurut manusia itu Relatif sekali sifatnya.
    Tapi kebenaran hanya datang dari Allah SWT.

    “al haqqu min rabbika”

    AKKBB lahir dari usaha mengkompromikan adat dan budaya yang “relatif” dengan agama yang “mutlak.”

    AKKBB lahir dari keinginan Barat untuk membaurkan Islam dengan Budaya Barat dan Lokal yang kacau dan relatif itu.

    AKKBB lahir untuk mengaburkan Islam. atau lahir karena ketidakpercayaan para pendiri dan tokoh2 nya akan kebenaran dan keuniversalan Islam. AKKBB menganggap Islam tidak relevan lagi dengan zaman.

  15. Jangan fanatiklah jadi orang….saya juga muslim tapi percaya kepada azas Laqum dinuqum waliyadin…biarlah orang bebas beragama apa saja…nantinya diakhir zaman Allah SWT yang akan menghakimi kita semua…janganlah kita main hakim sendiri..contohnya lembaga inquisitor katolik pada zaman pertengahanpun hancur karena campur tangannya kepada masalah keagamaan…sebagai ummat Islam kita harus mempelajari sejarah dari agama lain itu karena kekakuan agama kita saat ini justru menjadi tameng bagi kita didunia, Islam sekarang ditakuti dan itulah kesalahan dari ummatnya sendiri yang bersifat fasis dan tidak memegang ukhuwah islamiyah yang menganut azas persaudaraan…..wassalam dan tak lupa saya mengucapkan Minal Aidin Wal Faidzin

    Taqoballallohu minna wa minkum, maaf semua khilafku, mari kita minta ampunan-Nya.

    wassalam

    Arief

  16. Agama selain Islam itu jadi kacau karena memang mereka sesat dan terlaknat akibat mereka sendiri yang memisahkan agama dan dunia. akhirnya di Barat lahir faham sekulerisme. agama itu urusan hati/urusan Tuhan sedangkan dunia urusan manusia. Akibatnya mereka tidak ada hubungan antara agama dan dunia alias SEKULER.

    Sedangkan Islam, adalah KAAFFAH alias Total. mengatur seluruh urusan Dunia dan Akhirat. mengatur segala bidang kehidupan manusia, mulai dari etika kencing hingga urusan Negara.

    Mereka/Barat takut sama Islam, karena mereka memang tidak senang/Benci kalau Islam akan menguasai Amerika dan Eropa. Terbukti saat ini Islam mulai berpengaruh di benua Eropa dan Amerika.

    Kita tidak harus minder walaupun Islam dibenci
    karena mereka memang musuh Islam yang tidak pernah senang Islam memimpin dunia.

    Jangan lantas kita minder/malu/takut sama Kafir Barat.

  17. salam

    setau saya sekuler justru tidak mencampur adukkan agama dan dunia, dan kalo KAAFFAH justru kekna malah seperti mencampur adukkan agama dan dunia .

    klo etika sudah ada sjak jaman nabi adam, mulai dari cara “membunuh” pertama kali dan menguburkannya juga, akan tetapi klo tentang negara islam tidak ada aturan yg pasti .. Nabi Muhammad juga tidak mendirikan suatu negara.

    mungkin bukan islam yg dibenci, tp mungkin orang2 nya yg dibenci, krn membawa bawa label agama (islam) dlm melakukan perbuatannya, ya buktina islam bisa diterima tuch di benua Eropa, Amerika, Aussie .

    wassalam

  18. @Mr. subki
    Inilah jadinya kalau jadi orang selalu menyederhanakan masalah. Gak tau saya…kenapa banyak orang-orang yang seperti anda. Kayak film sinetron..hitam putih….gak ada warna lain. Jgn sok tau menjelaskan tentang makna sekuler dengan argumen anda yang dangkal itu. Pls.

  19. Mas, jangan mau mendengar apa yang mau anda dengar saja…bahkan jangan mau melihat apa yang mau anda lihat saja……..lebih ekstrem lagi jangan menulis apa yang mau anda tulis saja…

Tinggalkan Balasan