Sindikat Joki UN Dibongkar



Pakai Pulsa Bisa Jadi Kaya

Kebocoran jawaban soal ujian nasional (UN) tingkat SMA meluas setelah terbongkarnya sindikat perjokian di Makassar.
Polisi bahkan menahan Kepala SMA Cokroaminoto Andi Mappanyompa karena diduga terlibat dalam kasus ini.Terbongkarnya sindikat joki tersebut berawal dari penangkapan Baharuddin, 26, dan Syahrul, 25, mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM),Sulawesi Selatan. Keduanya tertangkap tangan sedang melakukan transaksi kunci jawaban melalui short message service (SMS) di depan kampus UNM pada Selasa (22/4) malam.

Dari tangan pelaku, petugas Unit Khusus dan Intelkam Polresta Makassar Timur menyita tiga unit ponsel yang berisi pesan singkat kunci jawaban untuk soal bahasa Inggris, kimia, bahasa Indonesia, dan geografi. Saat diinterogasi petugas, keduanya mengaku mendapatkan kunci jawaban dari Mustamin.

”Saya hanya diajak, Pak.Katanya ada bisnis yang menggiurkan dan bisa mendapat banyak uang,” kata Baharuddin kepada penyidik kemarin. Polisi lalu menangkap Mustamin alias Taming,29,di kediamannya di Kompleks Bumi Tamalanrea Permai (BTP). Di rumah Mustamin, polisi menyita beberapa unit ponsel berisi SMS kunci jawaban UN tingkat SMA.

Mustamin lalu menunjuk Aras,38,sebagai sumber dari kunci jawaban tersebut. Hanya berselang 30 menit,Aras yang juga guru di SMA Cokroaminoto diamankan di sekolahnya seusai UN kemarin. Kepada petugas, Aras, mengaku memperolehnya dari Andi Mappanyompa,kepala sekolah SMA Cokroaminoto yang juga atasannya di sekolah swasta itu.

Kepada petugas, Mappanyompa menyebutkan kunci jawaban tersebut diterima dari rekannya, Kasek SMA Kartika Candra Buana Syamsuddin. ”Dia (Syamsuddin) itu kan ketua komite untuk sekolah swasta di Makassar. Jadi, dia memiliki kunci jawaban setiap mata pelajaran yang diujikan,” ujarnya.

Mappanyompa menyebutkan, pada awalnya dia bermaksud meluluskan seluruh siswa kelas III berjumlah 89 orang di sekolah yang dipimpinnya. Dengan alasan ini,dia kemudian menghubungi Syamsuddin yang masih dikejar petugas untuk memberikan kunci jawaban setiap mata ujian.

Kasat Reskrim Polresta Makassar Timur AKP Muh Nur Akbar mengatakan,lima orang yang diamankan petugas termasuk kasek Andi Mappanyompa masih sebatas saksi. ”Belum ada yang kami tetapkan tersangka,” tutur Nur Akbar. Kasus dugaan bocornya jawaban UN juga terjadi di Solo, Jawa Tengah.

Pelaksanaan UN hari kedua kemarin diwarnai penyitaan empat handphone (HP) oleh tim pemantau independen (TPI). Empat HP tersebut disita TPI saat siswa bersangkutan sedang mencoba membuka SMS berisi kunci jawaban UN. ”Empat buah HP ini kami sita dari dua sekolah. Satu sekolah negeri dan satunya swasta,” jelas anggota TPI Solo Taufiqurahman kemarin.

Empat buah HP tersebut disita masing-masing dua dalam ruangan yang sama dan dua lainnya di tempat berbeda. ”Nomor HP pengirim SMS sempat kami coba hubungi namun sudah tidak aktif,” jelasnya.Taufiq menjelaskan, masuknya HP ke ruangan disebabkan lemahnya penjagaan pengawas.

Sementara di Sumatera Utara (Sumut), 15 oknum guru di Kabupaten Deliserdang kemarin diketahui nekat memperbaiki lembar jawaban UN siswanya.Aksi tak terpuji tersebut diketahui pertama kali oleh Detasemen Anti Teror 88 Polda Sumut. Anggota Komisi X DPR Muhammad Yasin Kara mendesak pemerintah menindak tegas oknum yang menyebabkan kebocoran soalsoal UN.

Menurutnya, jika tidak diselesaikan, persoalan ini akan menjadi preseden buruk bagi pendidikan di Indonesia. ”Masalahnya selalu terulang setiap tahun,” kata Yasin di Jakarta kemarin. Sekretaris Fraksi PAN ini menegaskan, pelaksanaan UN adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan Indonesia. Peningkatan mutu pendidikan diharapkan berimbas pada kualitas sumber daya manusia (SDM). ”Jadi, harus dilihat jauh ke depan,” jelas dia.

Sumber : www.isekolah.org (dari Koran Sindo)

Tinggalkan Balasan