Pelaksanaan UN 2008 Tidak Profesional dan rawan Kebocoran



Pakai Pulsa Bisa Jadi Kaya

Alhamdulillah, kerja panitia UN 2008 di sekolah saya bisa bernafas lega. Walaupun masih berharap-harap cemas tentang hasil UN nanti.

Satu catatan penting bagi pemerintah atau panitia UN adalah:

  • Terjadi keterlambatan dan kekurangan soal UN di daerah Lombok Timur, sehingga mengganggu pelaksanaan UN
  • akibatnya….panitia UN di sekolah2 menunggu soal hingga larut malam. ya tentu saja ini bukan kerja profesional. Buat DIKPORA tolong dong pilih pencetak soal yang bisa gesit dan tepat waktu.
  • akibat kekurangan soal, panitia menggandakan soal (atas izin dari Dinas PDK) dikawal oleh kepolisian dan Tim independen. Tapi tentu saja ini sangat rawan terjadinya kebocoran.

Kesimpulan

  • Pemerintah belum siap melaksanakan UN secara profesional
  • Sangat rawan terjadinya kebocoran dan kecurangan akibat ketakutan sebagian pimpinan atas kelulusan siswanya.
  • Pemerintah perlu mengkaji ulang atas keputusannya “menentukan kelulusan”

USUL

  • Sebaiknya penentuan kelulusan dilakukan oleh guru, karena guru lah yang paling tahu tentang aspek kognitif, psikomotorik, dan afektif dari setiap muridnya.
  • Penentuan kelulusan oleh pusat (yang hanya menilai kognitif)  bertentangan dengan peraturan menteri juga tentang kurikulum yang harus menilai siswa dari aspek kognitif, psikomotorik, dan afektif.

4 Tanggapan

  1. Lagi-lagi aspek psiko, afektif menjadi alasan utama….he..he..padahal jika penentuan kelulusan oleh guru, UN dan US tidak ada bedanya…. semuanya hanya mengajarkan pada kita kemunafikan, manipulasi dan sebagainya…. marilah kita mengajarkan jujur pada anak-anak kita tentang sebenarnya kemampuan mereka, sehingga mereka bisa lebih mengerti dan mau berjuang utk memperoleh keberhasilan….jangan bohongi anak dengan data-data manipulatiatf atas nama aspek psiko dan afektif yang juga bisa diatur oleh siapapun juga….contoh jika murid anda anak pejabat tapi kelakuan brengsek, psikomotorik kesehariannya bubar jalan… saat UN nggak bisa apa-apa…berani anda ngasih afektif D, psiko 4 shg anak nggak lulus ??????????? Marilah kita jadikan negeri ini spt negeri- yang sudah lebih maju…jangan manipulasi kita biarkan……….

  2. berani pak.

    JUSTRU SAYA LIHAT SEKARANG INI MULAI DARI PEJABAT DEPDIKNAS, GUBERNUR, BUPATI, KEPALA DINAS, KEPALA SEKOLAH YANG MELAKUKAN PEMBODOHAN TERHADAP PARA GURU

    COBA PAK YOYOK BACA “KONVERSI PEMBODOHAN NASIONAL” DI HARIAN KOMPAS.

    BAGAIMANA DEPDIKNAS MELAKUKAN PEMBODOHAN JUGA. DI DIKPORA JUGA DILAKUKAN 3 KALI INDEKS NILAI.

    APAKAH SAUDARA TAHU…APA ITU INDEK NILAI ??

    ARTINYA NILAI YG DIDAPET ITU DITAMBAH/DINAIKKAN HINGGA 3 KALI.

    ITU ARTINYA APA ???

    KITA MENIPU DIRI KITA SENDIRI

    SUDAH BIKIN STANDAR KELULUSAN.
    EH..STANDARNYA DIUBAH LAGI…

    DASAR PENDIDIKAN KITA PADA GENDENG

  3. BETUL EMANG BETUL KLO SISTEM PENDIDIKAN KITA MASIH AMBURADUL…YA GA SALAH DONG KLO KEBOCORAN SOAL TERJADI…KLO ORANG YANG NGERTI SIH PASTI MIKIR PADAHAL KLO SISWA GA LULUS PASTI NGULANG LAGI DAN NGELUARIN BANYAK BIAYA,DARI PADA NGULANG MENDINGAN KITA NYONTEK KARENA KITA UDAH SUSAH PAYAH NGELUARIN BIAYA YANG SEBEGITU BANYAK…COBA DE3H PEMERINTAH JANGAN CUMA JANJI KATANYA PENDIDIKAN GRATIS MANA BUKTINYA,BISANYA CUMA KORUPSI BENER KATA GRUP BAND SLANK PEMERINTAH CUMA BUAT ATURAN UUD “UJUNG UJUNGNYA DUIT”PIKIRIN DONG JANGAN CUMA MEMPERKAYA DIRI APALAGI KLO MASA JABATNNYA MULAI HABIS PASTI KORUPSI……CAPE DEH!!!!!!!!!

  4. AH BASI PEMERINTAH CUMA BISA BUAT ATURAN PALING JUGA UUD “UJUNG-UJUNGNYA DUIT”CAPEK DEH

Tinggalkan Balasan